09-11-2010, 11:07 PM
Pake pinjaman JICA (Jepang). Dulu waktu jaman Soemino menjabat sebagai Dirjen Perkeretaapian, pinjaman yang digunakan untuk membangun Cirebon - Kroya dari Cina. Tp sayang pemerintah tidak sepakat dengan pinjaman yang ditawarkan untuk nilai estimasi proyek tersebut. Dari Cina-nya sendiri mematok USD 400 jt-an. Segitu dianggap mahal ama pemerintah sehingga dibatalkan. Oleh karena itu target semula yaitu pembangunan DT Cikro yang ditargetkan selesai semua tahun 2010 akhirnya harus dibikin secara parsial dengan menggunakan pinjaman dari Jepang. Sedangkan kalau DT Tegal - Pekalongan dan Kutoarjo - Kroya sudah dipastikan pakai pinjaman dari Jepang.
Kalau seandainya pinjaman dari Cina itu benar2 terealisasi maka tahun 2010 ini Cirebon - Kroya sudah double track. Sedangkan tahun 2010-2015 rencana DT hingga sampai Surabaya.
Tapi apa boleh buat, takdir sudah menentukan seperti ini, yaa kita terima aja.
Kalau seandainya pinjaman dari Cina itu benar2 terealisasi maka tahun 2010 ini Cirebon - Kroya sudah double track. Sedangkan tahun 2010-2015 rencana DT hingga sampai Surabaya.
Tapi apa boleh buat, takdir sudah menentukan seperti ini, yaa kita terima aja.

