Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: kehabisan tiket dan tempat duduk....
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
sudah 2 hari sejak Senin dan Selasa (30 Juni 2008 dan 01 Juli 208) kemarin bapak antri tiket plus tempat duduk di sts JNG nggak dapat (padahal ortu, bapak usia 66 tahun) untuk kelas bisnis yang dipakai untuk hari Jum'at 04 Juli 08. Sad

Rabu sore adik cerita kalau ortu dah nggak sanggup lagi alias putus asa antri tiket sementara rasa "kangen 'ma rindu" kampung halaman di Kebumen 'dah ngak tertahan lagi.. terpaksa pakai jasa teman di Dipo JNG untuk bantu cari tiket dan tempat.... Alhamdulillah hari Kamis dapat en malam harinya cabut kerumah teman untuk ambil tiket (yang tertera tulisan tanpa tempat duduk tapi ada lembar pass untuk tempat duduknya).... KA-nya pakai KA 124 alias Sawunggalih Bisnis... :ewink:

sampai dirumahnya ternyata 'dah pada kumpul beberapa teman dari Dipo JNG, waduhhhh reunian nech...... ngobrol sampai jam setengah sebelas malam.... Lolol

pulang ke rumah, bapak terus bilang ke saya : tolong sampaikan ucapan terima kasih saya untuk teman-teman di Dipo JNG khususnya mas Nsto yang 'dah bantu carikan tiket plus tempat duduk... :ewink:

Jum'at pagi ini bapak 'dah berangkat ke Kebumen... semoga rindunya terhapus ya pak.... seperti terhapusnya rindu bapak dimasa kecil manakala bersama orang tuanya yang KS sts KM ( kakek saya ) saat diajak ke sts KM melihat engkol sinyal dan wesel dan KA uap yang lewat serta bunyi genta pintu perlintasan juga lonceng yang tergantung di dekat jendela ruang PPKA yang berbunyi bila ada KA yang akan masuk.... GBMS adalah KA yang ada sejak bapak masih kecil. :roll:

rindu tersebut juga terhapus ketika bapak membaca majalah kesayangan saya dan juga cucu bapak, Majalah Kereta Api ( yang sudah saya beli dalam beberapa edisi belakangan ini) terutama edisi bulan Juli tentang Jelajah Jawa Tengah DaOp IV PWT. :esurprise:

terima kasih buat railfans yang telah membaca intermeso ini...



salam,

== Lok Bima Kunting ==
intermezzo juga.... Anak'e koq ndak ikutan Bapak'e mblusukan :roll:
bapak mblusuk-an (en rencananya sekalian mau ketemu sama KS sts KM sekarang...) sama kakak juga adiknya sekaligus ada acara kondangan anak dari sepupunya bapak yang nikah di Kebumen. Big Grin

sedih juga ya kalau lihat orangtua (terutama bapak) kangen sama kampung halamannya apalagi kalau naik Kereta Api... ingat waktu masih kecil katanya.. pernah cerita pakai SAP yang berlaku cuma satu bulan berjalan terdiri dari 4 lembar tiket gratis yang akan di sobek satu demi satu untuk satu tujuan en kalau tidur cuma diruang PPKA saat mblusuk-an. :roll: :roll:

masih teringat dengan jelas saat bapak kandungnya sendiri yang mengalami kecelakaan sekitar tahun 1947 di stasiun Banjar Patoman ketika sedang mengisi ketel air lokomotif uap-nya (karena dia seorang masinis) yang bergerak mendadak sehingga tergelincir jatuh sehingga kepalanya membentur peron yang berakibat wafat bapaknya dan dimakamkan di sekitar stasiun Banjar Patoman.

oke om Hed... it's sweet memory only.... but now I'm a son of Lok Bima Kunting and I'm proud of this.... :wink: :wink: :ewink:
OOT dikit...

Dan ternyata mas Agus.... :esurprise:
Rumahnya panjenengan yang di Dukuh Jamrud ngga jauh sama rumah saya yang Bekasi Timur Regency...

Lolol

Ngga tau kalo tetanggaan perumahan, hobi spoor, ketemu di inet........

Lolol

What a small world isn't?