Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Karcis KRL Ekonomi
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
dear para RailFans,

mohon informasinya untuk kasus dibawah ini

beberapa waktu lalu rekan saya pulang kerja hari Sabtu jam 15.30 wib dan setelah membeli karcis KRL Ekonomi ternyata dia terlambat sehingga KRL ekonomi tujuan Bekasi telah berangkat, dikarenakan jeda waktu berangkat KRL Ekonomi Bekasi terlalu lama dengan yang selanjutnya maka dia ikut KRL Ekonomi tujuan Bogor yang kemudian turun si stasiun MRI dilanjutkan dengan KA 148 (Berantas tuj. Kediri). nah ada kejadian pas diatas KA 148 dimana ada pemeriksaan ticket (sepertinya "diluar kebiasaan" ; pemeriksaan setelah keluar stasiun BKS) dan ternyata ticket KRL Ekonomi tujuan stasiun BKS (menurut oknum tersebut) tidak berlaku padahal KA 148 tersebut juga masuk dalam kelas Ekonomi dan berhenti pula di Stasiun BKS. Ternyata rekan saya (dan beberapa penumpang lainnya dengan tujuan yang sama seperti rekan saya) ujung-ujungnya kena "gunting" oleh oknum petugas.

ada lagi kasus kalau yang ini adalah KA 172 (Citra tuj. Kroya) malam hari dimana teman saya yang juga tertinggal KRL Ekonomi terakhir yang ke stasiun BKS (KRL Ekonomi terakhir kira-kira jam 19.00 wib) naik KA 172 tersebut dan ternyata juga sama kena "gunting" sama oknum petugas KA 172, padahal ia sudah membeli ticket KRL Ekonomi tuj stasiun BKS.

pertanyaan rekan saya (dan juga mungkin penumpang KA lainnya) apakah berlaku atau tidak ticket KRL Ekonomi seperti kasus dengan KA Ekonomi tersebut diatas ? Jika beda Kelas mungkin bisa dan dapat diterima alasan tersebut namun andaikan tidak bagaimana ?...

mohon pencerahan untuk dapat kita informasikan solusinya agar tidak terjadi salah pengertian antara penumpang dan Perumka.




salam,

== Lok Bima Kunting ==
Mas ABN,

PTKA menganggap tiket harus sesuai dengan kereta dan tujuannya. Sebenarnya isu ini sudah timbul sejak awal 2008 (setidaknya itu yang saya dengar).
Kondektur berhak menanyakan tiket para penumpang dan memeriksa apakah sesuai dengan kereta dan tujuan. Masalahnya sebagai penumpang, kita kadang-kadang menganggap kelas kereta adalah sama, dalam kasus diatas adalah Brantas dan KRL Ekonomi. Perlu diingat, walau keduanya memiliki kelas yang sama, tetapi nama kereta sudah berbeda (nomor kereta juga pasti berbeda).
Ini yang menjadi dasar dari Kondektur/Posus untuk menindak penumpang yang tidak memiliki karcis yang sah (perlu diingat, untuk KA Jarak Jauh, nama dan nomor kereta juga tertera di karcis, sementara kereta komuter lebih kepada nama kereta secara general).

Kesan yang timbul, kondektur mengambil kesempatan. Tetapi kesempatan itu ada saat banyak penumpang yang mencoba melanggar (atau tidak sengaja melanggar). Jadi menurut saya, tindakan sang kondektur/polsus tidak seratus persen salah.

---------cerita-----------
Dulu saya sering naik Gajayana dari JAKK ke GMR agar bisa naik DEPEX dengan santai. Tetapi akhir-akhir ini, polsuska sering memeriksa karcis dalam perjalanan JAKK - GMR, dan pemilik karcis DEPEX bisa terkena denda. Seorang rekan malah mengatakan, mereka bahkan menahan KTP karena dianggap penumpang tak berkarcis, padahal hanya numpang sampai GMR. Peraturan is peraturan

Terjadi kebalikan, saat BIMA telat keluar dari MRI, para penumpang BIMA di JAKK diminta naik Pakuan Express dan turun di GMR, tanpa takut didenda oleh kondektur Pakuan.
om Hed...

mungkin anggapan teman saya bahwa karena masih daerah Bekasi maka sama saja padahal dia (mungkin) tidak menyadari bahwa faktor "effisiensi waktu" perjalanan juga diperhitungkan oleh Perumka, mis : KA Berantas atai KA Citra yang berhenti di stasiun khusus sedangkan KRL Ekonomi disetiap stasiun.

saya setuju sekali bahwa memang untuk ticket harus untuk jenis KA yang di-peruntukannya.. kita berharap ya om Hedwi, mudah-mudahan jangan jadi ajang rebutan "cangkulan" bagi para oknum KA. mungkin ada masukan lain kedepannya untuk menangani solusi dari rekan-rekan railfans lainnya..

Jujur saja om Hedwi, kalau untuk masih jam 08.30 wib bila pulang ke Bekasi yang pasti KRL pasti "tak ada" dan pertolongan pertama cuma ada KA Citra itu (itupun dengan jantung deg-degan.. ada PS apa nggak ya....bukan rupiahnya yang ditakuiti tapi malunya dilihat sama beberapa penumpang lainnya kalau lagi digiring....)

mudah-mudahan tidak hanya Bogor dan Tangerang saja yang ada KRL malamnya tapi Bekasi-pun juga ada. BTW kapan ya startnya double-double track Bekasi ?

thank's ya om Hedwi... semoga sukses...



== Lok Bima Kunting ==
mengenai DDT bekasi..katanya sih sedang dalam pembahasan......katanya loh...... Big Grin