Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
(28-06-2009, 04:43 PM)Rezza Habibie Wrote: [ -> ]ngga apa2 mas,selama pas ngerem posisi kampas sejajar dengan roda,dan mengerem sempurna..
But kesannya nggak rapi. Saya suka rapi, hehehe.

Caranya upload di sini biar fotonya bisa muncul gimana caranya mas bieb?
(12-10-2008, 08:11 AM)big bro Wrote: [ -> ]kallo di MSTS biasanya gua pindahin reservernya jadi berlawanan arah(kalo shothood pindah jadi reserve kalo longhood pindah jadi jadi forward) terus trotlenya langsung tarik ke 100% ampe kereta berenti.....
pasti tuh mesin langsung rusak.....

Wah mas, di dunia nyata tue loko pasti dah jebol mesinnya terus plh deh.

(09-01-2009, 08:42 AM)WOODWARD Wrote: [ -> ]cc201_106 Wrote:weh, klo baru ngeremnya pas di Semboyan 8 apa bisa tepat brenti di sinyal masup dengan kecepatan 90km/jam (anggaplah taspatnya segini) jika sinyal masup aspek merah?
wah klo berhenti di sinyal masuk yg ndak bisa juragan. secara sinyal masuk kan dekat dengan semboyan 8
klo berhenti di sinyal keluar yg menunjukkan aspek merah baru bisa, itu pun tergantung kekuatan rem rangkaiannya
emang klo lok uap dulu sistem pengeremannya seperi apa?? bukannya sistem pengereman lok uap itu manual di masing2 kereta??
klo lok uap hampir mirip. tapi tekanan udara diambil dari boiler (ketel) setepah sebelumnya di saring supaya mengurangi kadar airnya. klo lok diesel memompa angin dengan di trotel, lok uap mompanya dengan memasukkan lebih bnyak batubara ke tungku.
tapi karena jaman lok uap belum ditemukan sisitim rem seperti sekarang, maka mengerjakan pengeremen pada lok uap agak sedikit berbeda.
Tuas rem nya punya gerakan yg jauh
posisi tengah itu "TAHAN" digerakkan ke depan menambah kekuatan pengereman, digerakkan kebelakang mengurangi kekuatan pengereman. tidak seperti rem kereta sekarang, tarik saja ke posisi tertentu dan kekuatan rem langsung tercapai sesuai posisi handel dan tertahan otomatis disitu (self Lapping), lepasnya tinggal release aja.
jadi klo kereta uap mo ngerem, dari posisi tahan dorong kedepan untuk menambah kekuatan rem kembalikan lagi ketengah untuk menahan, karena klo di biarkan di posisi depan terus jadinya malah emergency (remnya mengikat tambah kencang, bablas), melelease nya jg gitu pelan pelan.
itu yg saya tahu
berarti rem loko uap jaman dulu make vacuum brake dong? (kayak flying scotsman di MSTS) Soalnya di loko yang make air brake sama aja sistem pengeremannya sama loko diesel sekarang. Loko apa aja yang make vacuum brake kalau gitu?
mas klo bw gerbong gak pake rem udara alias abar tangan apa cuma loknya aja yg ngerem?
ada cara kerjanya gak?
emm boleh nanya g??
pada kecepatan 40km, pada jarak berapakah sebaiknya massinis mengerem kereta api yanga akan berhenti di stasiun?
(30-06-2009, 02:53 PM)gerryrockygelardy Wrote: [ -> ]mas klo bw gerbong gak pake rem udara alias abar tangan apa cuma loknya aja yg ngerem?
ada cara kerjanya gak?
kalo tidak memakai air brake, di tiap gerbong ada orangnya yang sebutannya remmer, tugasnya ya memutar engkol rem agar dapat melakukan pengereman dan juga memperhatikan semboyan yang diberikan dari lokomotif. selain itu lokomotif juga ikut mengerem supaya tidak blong......
(30-06-2009, 04:33 PM)purwo_jaya Wrote: [ -> ]emm boleh nanya g??
pada kecepatan 40km, pada jarak berapakah sebaiknya massinis mengerem kereta api yanga akan berhenti di stasiun?
kalo kecepatan 40 km/jam, jarak pengeremannya sekitar 300 meter sampai KA benar2 berhenti.
bila mesin Lok mati otomatis kompresor akan mati, nah jika hal ini terjadi saat Lok dinas bawa rangkaian kereta/gerbong, berarti hanya rem manual yg berfungsi ???
yaps.....kalo mesin loko mati, hanya ada 1 pengereman yaitu rem manual......
mesin mati, kompresor memang ikutan tiwas, tapi selama masih ada tekanan udara masih bisa untuk melakukan pengereman...
CMIIW
(30-06-2009, 06:23 PM)cc201_106 Wrote: [ -> ]mesin mati, kompresor memang ikutan tiwas, tapi selama masih ada tekanan udara masih bisa untuk melakukan pengereman...
CMIIW
Bila mesin mati, apakah masih bisa memakai dynamic brake???
(30-06-2009, 07:29 PM)antimon40 Wrote: [ -> ] (30-06-2009, 06:23 PM)cc201_106 Wrote: [ -> ]mesin mati, kompresor memang ikutan tiwas, tapi selama masih ada tekanan udara masih bisa untuk melakukan pengereman...
CMIIW
Bila mesin mati, apakah masih bisa memakai dynamic brake???
tidak bisa juga.......karena rem dynamic digerakkan oleh motor diesel juga, kalo motor diesel dan generator mati ya semuanya dah gak ada yang berfungsi kecuali rem manual......
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13