^
ini pendapat saya,
dulu waktu wacana pertama blok m - kota malah mau full 100% subway. pertimbangannya pakai elevated sepertinya untuk mengirit biaya.
gak bisa bayangin kalo dari bunderan hi ke arah kota (sudirman-thamrin-monas-glodok) lewat atas. pertimbangannya estetika saja. pemandangan bisa rusak oleh rel layang.
banjir? tahu peristiwa di singapura beberapa waktu lampau? orchard road kebanjiran parah kayak di jakarta. bayangan kita, jalanan diatas kelelep, pasti dibawah tanah sudah jadi "kereta selam". ternyata hal tersebut tidak terjadi.
kalo masalah penurunan tanah, tinggal keberanian pemda. getok aja itu pengelola gedung2 bertingkat sepanjang sudirman-thamrin-kota. bilang pada mereka: lu jangan ngebor tanah dan nyedot aer jor-joran lagi. karena akan diberlakukan moratorium pengambilan air tanah. kalo enggak, awas.
karena penurunan air tanah itu biang keroknya apalagi kalo bukan pengambilan air tanah yang tidak terkendali.
(10-04-2011, 07:19 AM)ady_mcady Wrote: [ -> ]^
ini pendapat saya,
dulu waktu wacana pertama blok m - kota malah mau full 100% subway. pertimbangannya pakai elevated sepertinya untuk mengirit biaya.
gak bisa bayangin kalo dari bunderan hi ke arah kota (sudirman-thamrin-monas-glodok) lewat atas. pertimbangannya estetika saja. pemandangan bisa rusak oleh rel layang.
banjir? tahu peristiwa di singapura beberapa waktu lampau? orchard road kebanjiran parah kayak di jakarta. bayangan kita, jalanan diatas kelelep, pasti dibawah tanah sudah jadi "kereta selam". ternyata hal tersebut tidak terjadi.
kalo masalah penurunan tanah, tinggal keberanian pemda. getok aja itu pengelola gedung2 bertingkat sepanjang sudirman-thamrin-kota. bilang pada mereka: lu jangan ngebor tanah dan nyedot aer jor-joran lagi. karena akan diberlakukan moratorium pengambilan air tanah. kalo enggak, awas.
karena penurunan air tanah itu biang keroknya apalagi kalo bukan pengambilan air tanah yang tidak terkendali.
estetika mungkin perlu...
tapi ya harus dipertimbangkan sisi AMDAL nya,
terutama saat pengeboran (atau penggalian??).
Bukan nya nanti akan lebih berantakan keadaan Sudirman-Thamrin-HI??
Soalnya bukan rahasia lagi, yang menggali saja SDM ny comot sana comot sini...tidak profesional.
yang dikhawatirkan: GALI LUBANG, TUTUP LUPA
maksud ny finishing ny asal-asalan..karena kejar setoran
(ingat,di negara Tropis: curah hujan tinggi..)
ngomong2 soal rel layang dan pemandangan
tinggal permasalahan desain saja sy pikir. Nggak mungkin juga kalo di sepanjang HI-Blok M model rel layang ny kayak 'KRL' ny kota Chicago yg model ny nutupin jalan raya.
IMHO
kalo soal keberanian pemda dan gedung2 bertingkat...males deh komentar ny..
cuma menuh2in space Surat Kabar saja sy pikir..
it lebak bulus bkal jdi pusat mrt?
(10-04-2011, 10:51 AM)tomrys Wrote: [ -> ]estetika mungkin perlu...
tapi ya harus dipertimbangkan sisi AMDAL nya,
terutama saat pengeboran (atau penggalian??).
Bukan nya nanti akan lebih berantakan keadaan Sudirman-Thamrin-HI??
Soalnya bukan rahasia lagi, yang menggali saja SDM ny comot sana comot sini...tidak profesional.
yang dikhawatirkan: GALI LUBANG, TUTUP LUPA
maksud ny finishing ny asal-asalan..karena kejar setoran
(ingat,di negara Tropis: curah hujan tinggi..)
ngomong2 soal rel layang dan pemandangan
tinggal permasalahan desain saja sy pikir. Nggak mungkin juga kalo di sepanjang HI-Blok M model rel layang ny kayak 'KRL' ny kota Chicago yg model ny nutupin jalan raya.
IMHO
kalo soal keberanian pemda dan gedung2 bertingkat...males deh komentar ny..
cuma menuh2in space Surat Kabar saja sy pikir..
Situ kok udah pesimis dan sotoy duluan sih.
Kalau masalah proyek galian, sudah banyak negara2 lain dengan proyek serupa juga bikin jalurnya ditengah2 kawasan CBD yang penuh dengan jalur hijau dan gedung2 tinggi. Tetapi bisa kok setelah pembangunan rapih lagi.
Dan tahu darimana tukang galinya yang direkrut pasti gak profesional?
Saya yakin dengan proyek ini karena DANA proyek ini murni dari Jepang, dan mereka (Jepang) berhubung yang sponsorin, dan akan ada banyak juga ahli2 dari sana yang terlibat (yang jelas sudah berpengalaman), gak akan maen2 dengan namanya aspek QC (Quality Control) dan QA (Quality Assurance), termasuk keselamatan, kesehatan, dan estetika lingkungan.
Jangan sama ratakan lah proyek MRT ini seperti proyek galian Dinas PU atau galian kabel telepon yang cocok seperti pendapat Tomrys. Karena jelas2 dari skala modal dan proyeknya beda, SDM nya beda, kualitasnya juga beda, dan lain2nya juga beda. Begitu...
(10-04-2011, 10:37 PM)peseg5 Wrote: [ -> ]Situ kok udah pesimis dan sotoy duluan sih.
Kalau masalah proyek galian, sudah banyak negara2 lain dengan proyek serupa juga bikin jalurnya ditengah2 kawasan CBD yang penuh dengan jalur hijau dan gedung2 tinggi. Tetapi bisa kok setelah pembangunan rapih lagi.
Dan tahu darimana tukang galinya yang direkrut pasti gak profesional?
Saya yakin dengan proyek ini karena DANA proyek ini murni dari Jepang, dan mereka (Jepang) berhubung yang sponsorin, dan akan ada banyak juga ahli2 dari sana yang terlibat (yang jelas sudah berpengalaman), gak akan maen2 dengan namanya aspek QC (Quality Control) dan QA (Quality Assurance), termasuk keselamatan, kesehatan, dan estetika lingkungan.
Jangan sama ratakan lah proyek MRT ini seperti proyek galian Dinas PU atau galian kabel telepon yang cocok seperti pendapat Tomrys. Karena jelas2 dari skala modal dan proyeknya beda, SDM nya beda, kualitasnya juga beda, dan lain2nya juga beda. Begitu...
SAYA TUNGGU KEYAKINAN ANDA....
[spoiler]
SANTAI AJA KALEE... nggak usah bawa2 TUKANG SOTO

[/spoiler]
weis-weis-weis-weis-weissss...............
cool man..""
sebagai warga negara kita harus optimis semua berjalan lancar jika dijalankan dengan betul.
negara ini di kelilingi para koruptor dan mafia hukum tapi tetap berdiri karena masih ada orang2 optimis di dalamnya. rencana pembangunan MRT sangat bagus dan tepat ketimbang mono rel yang gegabah. Semoga semua berjalan lancar dan sampai ke tujuan utamanya.
kalo pendapat saya enak nya sih model rel layang, jadi kalo ada kerusakan keliatan banget, dan mungkin pembenahane lebih cepat+mudah
kalo di dalem tanah takut gempa+banjir

, yg penting bagaimanapun bentuk nya pemeliharaane juga harus bener2 profesional, biar awet dan bagus
(08-04-2011, 08:38 PM)tomrys Wrote: [ -> ]jadi pengen tau deh,sebenernya siapa yg mencetuskan konsep di Lebak Bulus trek nya diatas dan di sekitar Bundaran HI trek ny dibikin Underground...??
Soalnya pengen tanya ke orang nya:
SITU LULUSAN UNIVERSITAS MANA??
BUKAN DI INDONESIA YA???
kenapa saya bertanya demikian sinisnya..??
perhatikan
LEBAK BULUS = Layang
BUNDARAN HI = Underground
Seperti yang kita tahu, kontur tanah di Jakarta semakin ke selatan semakin tinggi. Dari Lebak Bulus ke Bundaran HI itu hitungan nya turunan.
Nah,mengapa yg kontur tanahnya lebih tinggi dibangun layang???
mengapa yang tanahnya lebih rendah dibangun underground?? buat gaya-gayaan???
Bundaran HI,Sudirman dan sekitarnya saja hujan sedikit sekarang banjir..
belum lagi kontur tanah menurun gara-gara bangunan bertingkat yg menyedot air tanah.
kalo dibikin Underground...
mau bikin KUBURAN MASSAL??????????
Quote:SAYA TUNGGU KEYAKINAN ANDA....
[spoiler]
SANTAI AJA KALEE... nggak usah bawa2 TUKANG SOTO

[/spoiler]
Hahaha.... tunggu sabar ya... Hehehe saya sih santai bung. Yg marah2 gak berdasar siapa duluan? Coba deh dilihat lagi postingan diatas. Kalau saya liat, situ mungkin lebih pinter daripada yg ngerancang MRT Jakarta. Tapi kalau saya jelas mengakui masih kalah pinter dr yg ngerancang MRT Jakarta.
Sekali lagi saya jelaskan, saya bisa yakin karena proyek yang disponsorin JICA ini bukan kali pertama di Indonesia. Dan JICA bukan hanya sponsorin KA saja, tapi sudah begitu banyak proyek2 infrastruktur strategis yang dibiayai dari JICA dan berlangsung sukses, mulai dari bandara, pelabuhan, jembatan, pembangkit, dll.
Track record-nya proyek2 yang dibiayai JICA di Indonesia sejauh ini bagus. Karena JICA jelas gak sekedar kasih dana saja, tetapi sebagai pemodal, dia punya kepentingan untuk memastikan bahwa proyek berjalan sesuai dengan perencanaan dan rencana yang baik.
Kalau masih gak percaya silahkan ubeg2 di google, atau kalau masih gak percaya dateng aja ke kantornya JICA di Jakarta.
Jadi ????? Ya udah simpulin aja sendiri. Masak buat MRT buat gaya2an? Ini wacananya subway sejak dari Bung Karno lho, dan jaman dulu malah diwacanakan full bawah tanah, masak iya dibilang buat gaya2an ato malah buat kuburan massal?????
Please deh... bangun!
IMHO itu maksudnya apa ya?