(30-03-2009, 05:14 PM)ginna.kereta Wrote: [ -> ]dulu ceritanya aku naik KA dari CN mau ke JTB trus aku duduk dikursi persis deket jendela,
disebelahku ada salah seorang pegawai kereta api beliau bertanya "mau kemana neng "
aku jawab " ke JTB pak ... sebentar lagi saya turun..."
saat itu posisi kereta akan memasuki kertasemaya ...
aku bilang ma bapak itu " sebentar lagi sampai, sudah kertasemaya ..."
tiba2 bapak itu ketawa ... akan bingung "kenapa tuh bapak ..."
lantas aku nanya ma bapaknya " kenapa pak ??? "
bapaknya menjawab sambil setengah ketawa " oooo ... kertasemaya ... coba neng balik bacanya ...."
trus aku masih belum paham juga ... lucunya sebelah mana ???
menurut beliau itu nama stasiun yang paling nyeleneh ...
tapi lebih nyeleneh lagi stasiun pasirbunggur ... kasian yg ga bisa bilang huruf R ... beribet bacanya ... :tukang nyengir:
Kertasemaya dibaca dari belakang Ayamesatrek
Coba dibaca pelan-pelan (speeling bhs Jawa) -->
Ayam-e sa'-trek
Artinya:
Ayamnya satu (â—£_â—¢)┌∩â”
Stasiun Karangsuwung, lepas Singdanglaut menuju Cileduk (Cirebon)..
Karang = Batu di laut
Suwung = Sepi
Padahal stasiunnya itu lokasinya jaauuhhh banget dari pesisir / pantai

(01-12-2009, 05:59 PM)double traksi Wrote: [ -> ]Stasiun Solobalapan.....padahal tidak ada balapan kereta disana...
Kalo ini gue pernah nanya sama almarhumah Embah, yg memang asli Solo...
Disebut Sta. Solo Balapan, karena waktu Embah kecil, di dekat tasiyun tsb ada lapangan balap anji*g... Di Solo sendiri Stasiunnya ada 4... Untuk membedakan satu dan yg lainnya (apalagi 2 diantaranya sama2 memakai nama depan Solo --> Solo Jebres dan Solo Kota), akhirnya Sta. Solo yg dekat lapangan balap anj*ng itu dinamai Solo Balapan, hingga saat ini...
(01-12-2009, 08:51 PM)Rachmad Wrote: [ -> ]Stasiun Notog
kan Notog = mengetuk
misalnya Notog lawang = mengetuk pintu

Notog juga bisa berarti Mentok Mas

(08-10-2009, 05:50 PM)titotea Wrote: [ -> ]Cirebon?? Air Rebon??,Air yang dicampur Rebon = Bau
Rebon koq Bau sih ?!?

Rebon = Udang Kecil
Cirebon = Air Udang Kecil...
Masuk akal, Cirebon kan di pesisir, jadi memang banyak udang kecil-kecilnya hingga sekarang....
(08-10-2009, 06:38 PM)Logawa_exp Wrote: [ -> ]kut aaah...
2. sta. Ujungnegoro : artinya sih ujung negara..tapi kok ada di jawa tengah..
7. sta. Solo Jebres : bingung kalo pengucapan "Jebres" yang benar..
2. Ujungnegoro maksudnya adalah ujungnya Pulau Jawa...
7. Spelling Jebres yang benar adalah : JHE - BRHES
JHE = mirip spelling JE pada JE-RMAN
BRHES = BRHE-S, BHRE-nya kaya spelling BRE-MBO (cakram rem).
(02-10-2009, 02:34 PM)Agus Riyanto Wrote: [ -> ] (02-10-2009, 12:41 PM)Joe_cn Wrote: [ -> ]Stasiun Bangoduwa antara Cirebond an Cikampek...
Aneh saya kira stasiun Bango ada 2.
Kayanya Cirebon - Cikampek ga ada yang namanya Sta Bangoduwa. CMIIW
Atau bisa lebih spesifik ga, Stasiun Antaranya, misal :
Cirebon - Haurgeulis : perasaan ga ada
Haurgeulis - Pasirbungur : kayanya ga ada
Pasirbungur - Cikampek : juga kayanya ga ada
Dimana ya ?
Bangoduwa ada di relasi
Arjawinangun - Cangkring..
Kalo dari Cirebon Kejaksan (kearah Jakarta) : Cirebon Prujakan - Cangkring - Bangoduwa - Arjawinangun Mas..
Sta. Gadobangkong masuk kategori "lucu" gak ya? (Dalam Bhs. Sunda berarti : Dagu Kodok )
Tapi itu bisa dijelasin sih... Lokasi tempat stasiun itu berdiri namanya daerah Gadobangkong, dimana bukitnya berbentuk setengah melingkar, mirip dagunya Kodok

Kemarin abis dari Sta. Cilame.. Setelah diperhatikan, daerah tempat berdirinya tasiyun itu masuk wilayah Dusun Cikurutug. Dusun Cilame sendiri masih agak ke Barat dari lokasi itu stasiun.. Lantas, kenapa jadi Cilame ya? Nama Cikurutug cuman kebagian jadi nama Jembatan dekat stasiun tsb hehehehe....
Menurut gue nama2 stasiun dan halte yang agak "nyentrik" adalah (mungkin ada beberapa yg sudah dibahas) sbb:
1. Cilebut (relasi: Bojonggedeh - Bogor)
2. Ciranjang (relasi: Selajambe - Cipeuyeum)
3. Cipeuyem (relasi: Ciranjang - Rajamandala)
4. Tagogapu (relasi: Padalarang - Cipatat)
5. Cilejit (relasi: Parungpanjang - Daru)
6. Krenceng (relasi : Cilegon - Merak)
7. Duri (relasi : Angke - Grogol)
8. Maswati (relasi : Rendeh - Sasaksaat)
9. Terisi (relasi : Kedokangabus - Telagasari)
10.Bangoduwa (relasi: Arjawinangun - Cangkring)
11.Songgom (relasi: Larangan - Prupuk)
12.Prupuk (relasi: Songgom - Linggapura)
13.Leuwigoong (relasi: Karangsari - Cibatu )
14.Rajapolah (relasi: Ciawi - Indihiang)
15.Sruweng (relasi: Karanganyar - Soka)
16.Srowot (relasi: Brambanan - Klaten)
17.Gawok (relasi: Delanggu - Purwosari)
18.Celong (relasi: Kuripan - Plabuan)
19.Alastuwa (relasi: Semarang Gudang - Jamus)
20.Kudaile (relasi: Banjaran - Slawi)
21.Singor (relasi: Brumbung - Karangawen)
22.Ngloram dan Ngrombo (relasi : Sedadi - Gambringan)
23.Bolo (relasi: Gambringan - Weleri)
24.Crewek (relasi: Sugihan - Kradenan)
25.Doplang (relasi: Gabusan - Plosorejo)
26.Bekutuk (relasi: Plosorejo - Randublatung)
27.Monggot dan Goprak (relasi: Gundih - Sumberlawang)
28.Duduk (relasi: Lamongan - Cerme)
29.Rumah (relasi: Kandangan - Kalitangi)
30.Indro (relasi: Karangkering - Gapuro)
31.Ngunjang (relasi: Kras - Tulungagung)
32.Ngebruk (relasi: Sumberpucung - Kepanjen)
33.Glenmore dan Kempit (relasi: Krikilan - Sumberwadung)