hehe.... rebonding azah mas.....
kalo loko itu ada di jawa kudu dibenahi seluruh lintasan relnya.... cape deh...
jadi pake ajah yang sudah ada......gitu ajah koq repot..... (gus dur)
(15-05-2009, 02:50 PM)Adam Faridl Wrote: [ -> ] (15-05-2009, 01:50 PM)brantas Wrote: [ -> ] (15-05-2009, 01:45 PM)Adam Faridl Wrote: [ -> ] (15-05-2009, 01:29 PM)rendrahabib Wrote: [ -> ]akhirnya Indonesia akan punya Lok2 berdaya besar, mungkin kita bisa lihat rangkaian yg lebih panjang dari Babaranjang, ditarik 4 lok sekaligus.....
Waduh..., kalo itu emplasemen stasiunnya yang belum cukup...,
Kan loknya hanya dinasan Babarnjang Muara Enim - Tarahan jd lok sebesar itu bukan buat dinasan KA penumpang.
Gosipnya (hrs di cek kebenarannya) jika KRDE sukses KA jarak menengah mis: GMR - CN akan menggunakan KRDE. Semoga cepat direalisasikan.
Ya, saya juga mengerti kalau lok itu akan digunakan untuk KA Babaranjang, tapi, jika rangkaiannya ditambah panjangnya dan ditarik 4 lok, jika 2 KA Babaranjang bersilangan, tidak akan cukup emplasemen stasiunnya..., kecuali kalau dijadikan Double Track dan tidak memakai sistem sinyal blok...,
Kan katanya salah satu program anak perusahaan PTKA dan PTBA (lupa namanya) utk perbaikan lintas Muara Enim - Tarahan, utk bikin jalan tembus dan double track. Katanya PTBA udh punya obsesi lama utk menambah kapasitas kirim batubaranya ke Suralaya, maklum anak perusahaan PLN itu jg suka komplain karena pasokan batubara dari PTBA agak2 t'hambat...
Semuanya baru isunya abis sy orang jawa yg ga prnh ke Sumatera jd ga punya teman utk dikonfirmasi kebenaran berita tsb...
Maaf kl infonya tdk akurat.
Mantap bgt klo powernya 3300-4000hp,salut bgt deh klo pt.KAI jd mewujudkannya sesegera mgkn,bkn sekedar wacana lagi
Wah asyik nih,akhirnya udah mulai tercium tanda2 kebangkitan KA Indonesia, dgn mulai memaksimalkan angkutan barang dgn nantinya CC205 akan dibuat, jadi angkutan batubara bisa lebih maksimal lagi.
Moga2 aja bentuk dan warnanya nanti gak sama dgn loko yg sudah ada biar buat variasi.


wah,,jd nggak sabar nih liat cc 205...

(15-05-2009, 07:13 PM)brantas Wrote: [ -> ] (15-05-2009, 02:50 PM)Adam Faridl Wrote: [ -> ] (15-05-2009, 01:50 PM)brantas Wrote: [ -> ] (15-05-2009, 01:45 PM)Adam Faridl Wrote: [ -> ] (15-05-2009, 01:29 PM)rendrahabib Wrote: [ -> ]akhirnya Indonesia akan punya Lok2 berdaya besar, mungkin kita bisa lihat rangkaian yg lebih panjang dari Babaranjang, ditarik 4 lok sekaligus.....
Waduh..., kalo itu emplasemen stasiunnya yang belum cukup...,
Kan loknya hanya dinasan Babarnjang Muara Enim - Tarahan jd lok sebesar itu bukan buat dinasan KA penumpang.
Gosipnya (hrs di cek kebenarannya) jika KRDE sukses KA jarak menengah mis: GMR - CN akan menggunakan KRDE. Semoga cepat direalisasikan.
Ya, saya juga mengerti kalau lok itu akan digunakan untuk KA Babaranjang, tapi, jika rangkaiannya ditambah panjangnya dan ditarik 4 lok, jika 2 KA Babaranjang bersilangan, tidak akan cukup emplasemen stasiunnya..., kecuali kalau dijadikan Double Track dan tidak memakai sistem sinyal blok...,
Kan katanya salah satu program anak perusahaan PTKA dan PTBA (lupa namanya) utk perbaikan lintas Muara Enim - Tarahan, utk bikin jalan tembus dan double track. Katanya PTBA udh punya obsesi lama utk menambah kapasitas kirim batubaranya ke Suralaya, maklum anak perusahaan PLN itu jg suka komplain karena pasokan batubara dari PTBA agak2 t'hambat...
Semuanya baru isunya abis sy orang jawa yg ga prnh ke Sumatera jd ga punya teman utk dikonfirmasi kebenaran berita tsb...
Maaf kl infonya tdk akurat.
Ini kan hanya sebuah pengandaian dari seorang Railfans yang ingin melihat Rangkaian panjang ala Dash Amrik yg Puaanjaaangggg banget....... Btw saya pernah lihat di sebuah postcard 4 lok CC202 bergandengan. entah narik babaranjang atau ngga
Biar bervariasi CC205 mungkin bisa nyontek designnya kang denzuko, cakep tuh
Wah gede amat tuh HPnya..
Top!
ya kang HPny gede...
namany juga loko baru..
CC205
wah besar juga ya mudah mudahan indonesia bisa buat lok tanpa harus ngeimpor dari luar negeri lagi iya gak?
(16-05-2009, 07:44 PM)gerryrockygelardy Wrote: [ -> ]wah besar juga ya mudah mudahan indonesia bisa buat lok tanpa harus ngeimpor dari luar negeri lagi iya gak?
Indonesia baru sampai tahap merakit, tapi beberapa komponen tetap harus impor....