Semboyan35, Indonesian Railfans

Full Version: PerPres 83 Th.2011 Penugasan Kepada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Untuk KRL Loop Line dan Bandara
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
sumpah ini konyol ini... Perpres bisa ngalahin UU.... UU 23 thn 2007 dibuat agar sistem operasi perkeretaapian dibuat kayak sistem pesawat terbang... dimana Garuda Indonesia, Merpati Airlines, sebagai operator Sarana.. bukan sebagai pengadaan Prasarana... harusnya bisa di mahkamah konstitusikan... tapi masa mau melawan "sang jenderal tertinggi"... kalau sudah dikuasai oleh PT. KA mana mau ada investor lain yang mau berinvestasi di perkeretaapian...
Sebenarnya bagus kalo KAI sendiri yang mengajukan spesifikasi teknis, coz KAI udah pengalaman dalam bidang kereta api. Jadi KA yang di pesan sudah sesuai benar dengan kebutuhan..
Namun sebaiknya keputusan tetap di tangan Ditjen KA, karena yang berhak membeli sebaiknya Ditjen atas saran dan masukan KAI...New_mawar
eh iya benar tuh, awal2nya yg di gembar-gemborkan si Loop Line banyak jadwalnya, kenapa malah sedikit
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Usahakan Proyek Bandara Soetta Sesuai Target (Click to View)
Pemerintah pastikan 2012 tidak ada proyek PPP yang jalan di tempat (Click to View)
BNI Pimpin Konsorsium Pendanaan Pembangunan Kereta Bandara (Click to View)
BNI Siap Danai Jalur Kereta Api Bandara (Click to View)
BNI Siap Pimpin Konsorsium (Click to View)
Proyek Rel Kereta Bandara Dimulai Tahun Ini
sumber:
http://bisnis.vivanews.com/news/read/280825-proyek-rel-kereta-bandara-soetta-dikebut



Tender KA Bandara, Lima Konsultan Asing Berebut Proyek
sumber:
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/01/19/ly1e51-tender-ka-bandara-lima-konsultan-asing-berebut-proyek



SMI Janjikan Bangun KA Soeta Awal Maret
sumber:
http://economy.okezone.com/read/2012/01/19/320/560059/smi-janjikan-bangun-ka-soeta-awal-maret



Konsultan kereta bandara akan ditunjuk Februari
sumber:
http://nasional.kontan.co.id/news/konsultan-kereta-bandara-akan-ditunjuk-februari



Jumlah Penumpang KRL di Indonesia Tertinggal dari Negara Lain
Ester Meryana | Erlangga Djumena | Jumat, 27 Januari 2012 | 10:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia, Djoko Setijowarno, mengatakan, jumlah penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek jauh tertinggal dari sejumlah negara lain. Penyebabnya, jarak waktu kedatangan antar rangkaian kereta api (headway) yang lama karena banyaknya perlintasan sebidang.

"Panjang KRL Jabodetabek sekitar 150 kilometer dengan 67 stasiun hanya dapat mengangkut 400 ribu penumpang per hari karena ada kendala headway dan perlintasan sebidang," kata Djoko kepada Kompas.com, Jumat ( 27/1/2012 ).

Sementara di kota Berlin panjang lintasan KRL hanya 147 kilometer dengan 195 stasiun bisa mengangkut 1,4 juta penumpang per hari, di Osaka panjang lintasan 138 kilometer dengan 133 stasiun bisa mengangkut 2,3 juta penumpang, dan di Saint Petersburg panjang lintasan sebesar 110 kilometer dengan 64 stasiun bisa mengangkut hingga 2,3 juta penumpang. Bahkan Singapura, sebut dia, dengan panjang lintasan kereta sepanjang 130 kilometer dengan 87 stasiun mampu mengangkut 1,8 juta penumpang per harinya.

Menurut Djoko, banyaknya perlintasan sebidang yang mencapai 80 titik di Jabodetabek menjadi hambatan bagi kereta untuk bisa mengurangi headway di bawah 5 menit.

Sebagai solusi, Djoko berharap titik potong lintasan kereta api dengan jalan ini bisa dibangunkan rel layang atau underpass. Pembangunan satu rel layang atau underpass sekitar Rp 75 miliar. Dengan begitu, jika dikalikan dengan jumlah titik perlintasan sebidang tersebut maka dana pembangunan rel layang atau underpass menjadi Rp 6 triliun. "Ada pilihan membuat jadi tak sebidang atau membangun jaringan kereta api melayang seluruhnya," tuturnya.

Sekarang ini, kata dia, jumlah perlintasan sebidang yang krusial untuk diperbaiki hanya 24 titik dari 80 titik yang ada. Untuk sumber dananya, ia menyebutkan, pemerintah bisa mengambilnya dari dana subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang tahun lalu menelan dana sebesar Rp 96,8 triliun. Ini karena Pemda DKI Jakarta sendiri hanya sanggup memperbaiki 2 perlintasan sebidang per tahunnya.

Seperti diwartakan, PT Kereta Api Indonesia sendiri memasukkan kondisi perlintasan sebidang sebagai salah satu masalah yang harus diselesaikan demi menuju target pengangkutan 1,5 juta penumpang untuk KRL Jabodetabek pada tahun 2018 . Namun, KAI sendiri belum berencana membangun rel layang untuk mengatasi perlintasan ini seiring dengan besarnya dana yang dibutuhkan. "Biayanya sangat besar. Untuk 1 kilometer rel layang dibutuhkan biaya Rp 180-200 miliar," ujar Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Ignasius Jonan, beberapa waktu lalu.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/20...egara.Lain
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Reference URL's