Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: PerPres 83 Th.2011 Penugasan Kepada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Untuk KRL Loop Line dan Bandara
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
^^ T3 baru.air asia sama mandala disana.
bus feeder kan sudah ada.
skytrain kayaknya belum mungkin saat ini.wong KA bandara aja gak jadi..jadi...... so Indonesia-proyek molor terus tiada tara-
wah..di gambar KA nya pake TGV n jalan di rel monorel..hahah..

kalo di T3 doang mah ga menyelesaikan masalah dnk...
ya. walaupun telah disediakan banyak bus feeder antar terminal, tetap saja nanti ka bandara kalah fleksibel sama bus damri. karena damri konsepnya sistem loop, yaitu mendatangi setiap terminal. jadi orang tak perlu pindah moda lagi.

makanya saya usul bikin rel loop saja. ka datang pertama di t3, terus melingkari t1, t2, dan kembali ke t3, untuk selanjutnya keluar bandara menuju angke. tujuannya supaya penumpang krl tak pelu ganti moda.
wacana mari kita ber wacana

:cape deh:
@atas,

memang paling enak ber wacana kang. apalagi campur kecap no. 1. dijamin mak nyuss. Ngakak

ini ada dapat dari kompas.com:

Quote:Saatnya Jakarta Mempunyai Kereta Api-Bandara Soekarno Hatta


KOMPAS/ R ADHI KUSUMAPUTRA
Senin, 10 Agustus 2009 | 13:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah saatnya Bandara Soekarno Hatta dilengkapi dengan fasilitas kereta api, atau disebut Kereta Api Bandara Soekarno Hatta (KA-BSH).

"Penumpang di Cengkareng tahun 2007 sudah mencapai 32 juta setahun. Seharusnya, kereta api bandara sudah harus dibuat ketika jumlah penumpang 10 juta," kata Arif Muzairi, Direktur Teknik dan Operasi PT Rai Link dalam Diskusi Masa Depan Angkutan Rel di Jakarta, Senin (10/8).

Saat ini, akses menuju BSH menggunakan jalur jalan raya alteri dan jalan tol bandara. Menurut Arif, masalah timbul ketika jalur ini lumpuh oleh banjir dan kemacetan. Bahkan di lingkungan bandara saja macet, terutama saat puncak kedatangan dan puncak kepergian. "Kalau ada orang asing kita malu dong," ungkap Arif.

Rencananya, ia melanjutkan, KA-BSH akan berangkat dari Manggarai. Waktu tempuh sampai ke BSH hanya 30 menit. Dari Manggarai bergerak ke Dukuh Atas. Di situ KA-BSH akan terintegrasi dengan subway, MRT, monorel dan kereta api Jabodetabek.

Untuk tahap I yakni tahun 2010-2016, kereta yang satu dengan berikutnya berjarak 15 menit, dengan jumlah penumpang yang diangkut sebanyak 16.819.200 setahun. Dan tahap II, 2017-2019, jarak waktunya 10 menit, dengan penumpang 25.226.800 orang.

"Keretanya elevated, di atas rel kereta api yang sudah ada, 15 meter dari rel bawah, dan meloncati flyover dengan jarak 17 meter," paparnya.

setahun 17 juta penumpang, berarti sehari kira2 45 ribu orang. bisa kah?
(11-08-2009, 08:23 AM)ady_mcady Wrote: [ -> ]@atas,

memang paling enak ber wacana kang. apalagi campur kecap no. 1. dijamin mak nyuss. Ngakak

ini ada dapat dari kompas.com:

Quote:Saatnya Jakarta Mempunyai Kereta Api-Bandara Soekarno Hatta


KOMPAS/ R ADHI KUSUMAPUTRA
Senin, 10 Agustus 2009 | 13:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah saatnya Bandara Soekarno Hatta dilengkapi dengan fasilitas kereta api, atau disebut Kereta Api Bandara Soekarno Hatta (KA-BSH).

"Penumpang di Cengkareng tahun 2007 sudah mencapai 32 juta setahun. Seharusnya, kereta api bandara sudah harus dibuat ketika jumlah penumpang 10 juta," kata Arif Muzairi, Direktur Teknik dan Operasi PT Rai Link dalam Diskusi Masa Depan Angkutan Rel di Jakarta, Senin (10/8).

Saat ini, akses menuju BSH menggunakan jalur jalan raya alteri dan jalan tol bandara. Menurut Arif, masalah timbul ketika jalur ini lumpuh oleh banjir dan kemacetan. Bahkan di lingkungan bandara saja macet, terutama saat puncak kedatangan dan puncak kepergian. "Kalau ada orang asing kita malu dong," ungkap Arif.

Rencananya, ia melanjutkan, KA-BSH akan berangkat dari Manggarai. Waktu tempuh sampai ke BSH hanya 30 menit. Dari Manggarai bergerak ke Dukuh Atas. Di situ KA-BSH akan terintegrasi dengan subway, MRT, monorel dan kereta api Jabodetabek.

Untuk tahap I yakni tahun 2010-2016, kereta yang satu dengan berikutnya berjarak 15 menit, dengan jumlah penumpang yang diangkut sebanyak 16.819.200 setahun. Dan tahap II, 2017-2019, jarak waktunya 10 menit, dengan penumpang 25.226.800 orang.

"Keretanya elevated, di atas rel kereta api yang sudah ada, 15 meter dari rel bawah, dan meloncati flyover dengan jarak 17 meter," paparnya.

setahun 17 juta penumpang, berarti sehari kira2 45 ribu orang. bisa kah?

bisa jd segitu, malah lebih jika ditambah wisatawan lokal yg pengen liat bandara beserta pesawat terbang Big Grin, liburan bawa bocah dan keluarga ke Bandara, nonton pesawat take off & landing, gelar tiker + rantang susun Ngakak murah meriah euy
pertanyaanya...apakah dalam sehari penumpang pesawat mencapai 45 ribu...?
nyampe brur. dari data diatas yang 2007 aja, pertahun 32 jut berarti rata2 perhari 90 ribuan penumpang yang terbang. itu belum sama pengantar ( yang kadang2 sekeluarga ikut nganter/jemput), karyawan, dll.
hmm..berarti KA bandara bakal banyak peminatnya..terlebih disaat tol ke bandara lagi macet dan banjir...
tapi kalo 45 ribu orang perhari saya persimis. lha bus damri aja rata2 cuma 15 ribu orang perhari. makanya di itung2 an gaya bakul saya di awal saya cuma berani kasih angka maksimal 10 ribu doang perhari.

btw, kalo damri cuma 15 ribu orang doang, berarti yang 75 ribu alias 80 % pada lewat tol pake mopri dan taksi ya?

pantesan jasamarga gemuk dan makmur.
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17