(18-08-2009, 02:37 PM)m_ilhami Wrote: [ -> ]heran, bangun "jalan" selebar 1067 mm aja susah bener..
jalan tol lebarnya 30 meter kok bisa cepet 
wakakak, padahal bikin jalan tol itu lebih mahal lho biaya per km nya ketimbang bikin rel ka. tapi karena yield nya besar, biar butuh investasi segede gunung ya dibelain mati2 an dunk. apalagi kalo melihat pendapatan jasa marga yang sampai 3 T / th, mereka mengembangkan tol gampang saja.
(24-02-2010, 05:23 PM)akuazis Wrote: [ -> ]adanya rencana kereta bandara adalah salah satu solusi transportasi menuju bandara. Karena moda transportasi yang sekarang ada sering terhambat ketika banjir datang dan menggenangi ruas tol bandara. apa lagi kereta cenderung lebih cepat dan tepat waktu. jadi PT. Kereta Api (Persero) harus berani buat dapetin "kue" ini.
tapi pihak manamupun yang nantinya ndapetin Kue ini, tetep aku dukung,biar ada variasi di perkeretaapian d indonesia
wakakak, jalan tol bandara sudah ditinggikan bro. jadi sudah tidak bakalan kena banjir lagi sekarang. konon para investor jadi ragu bikin rel ka seiring rampungnya perbaikan tol bandara. logikanya, kalo lewat tol lebih lancar, ngapain naik kereta?
kereta kalah satu set lagi sama tol.

(25-02-2010, 06:51 AM)ady_mcady Wrote: [ -> ] (18-08-2009, 02:37 PM)m_ilhami Wrote: [ -> ]heran, bangun "jalan" selebar 1067 mm aja susah bener..
jalan tol lebarnya 30 meter kok bisa cepet 
wakakak, padahal bikin jalan tol itu lebih mahal lho biaya per km nya ketimbang bikin rel ka. tapi karena yield nya besar, biar butuh investasi segede gunung ya dibelain mati2 an dunk. apalagi kalo melihat pendapatan jasa marga yang sampai 3 T / th, mereka mengembangkan tol gampang saja. 
(24-02-2010, 05:23 PM)akuazis Wrote: [ -> ]adanya rencana kereta bandara adalah salah satu solusi transportasi menuju bandara. Karena moda transportasi yang sekarang ada sering terhambat ketika banjir datang dan menggenangi ruas tol bandara. apa lagi kereta cenderung lebih cepat dan tepat waktu. jadi PT. Kereta Api (Persero) harus berani buat dapetin "kue" ini.
tapi pihak manamupun yang nantinya ndapetin Kue ini, tetep aku dukung,biar ada variasi di perkeretaapian d indonesia
wakakak, jalan tol bandara sudah ditinggikan bro. jadi sudah tidak bakalan kena banjir lagi sekarang. konon para investor jadi ragu bikin rel ka seiring rampungnya perbaikan tol bandara. logikanya, kalo lewat tol lebih lancar, ngapain naik kereta?
kereta kalah satu set lagi sama tol. 
Belum tentu, jalan tol sepertinya tidak akan pernah lepas dari masalah klasik, yaitu kemacetan seiring bertambahnya volume kendaraan yang melintas setiap detiknya, apalagi di tahun-tahun mendatang di mana jumlah pengguna kendaraan roda empat atau lebih semakin meningkat.
Di saat itulah KA bandara mulai terasa pengaruhnya, selain bebas macet, keuntungannya adalah waktu tempuh yang jauh lebih cepat (tidak perlu takut ketinggalan pesawat, lain dengan jalan tol yang jika macet dikhawatirkan calon penumpang akan tertinggal pesawat yang akan dinaiki).
Jadi proyek KA bandara ini akan efektif saat jalan tol mulai tidak lagi memadai untuk transportasi menuju bandara.
CMIIW.
Survey dulu, berapa banyak orang ke bandara yg berminat naik kereta?
sebagai gambaran, perhari kira2 130 ribu penumpang terbang lewat bandara soetta. dari jumlah tersebut, 15 ribu menggunakan bus damri untuk mencapai bandara. sisanya ya lewat mana lagi kalo bukan tol. kalo bus damri itu setiap terminal ada jadwal nya setiap 1 jam berangkat.
lantas di awal2 disebutkan optimis ka bandara bisa mengangkut 50-60 ribu penumpang perhari. saya pikir terlalu optimis itu angkanya. paling 10 ribu itu sudah bagus. kecuali kalau ka bandaranya dibuat tersebar ditiap koridor. jadi ada ka jurusan bandara-serpong, bogor, bekasi, yang berhenti dibeberapa stasiun untuk ambil penumpang.
(25-02-2010, 01:55 PM)ady_mcady Wrote: [ -> ]sebagai gambaran, perhari kira2 130 ribu penumpang terbang lewat bandara soetta. dari jumlah tersebut, 15 ribu menggunakan bus damri untuk mencapai bandara. sisanya ya lewat mana lagi kalo bukan tol. kalo bus damri itu setiap terminal ada jadwal nya setiap 1 jam berangkat.
lantas di awal2 disebutkan optimis ka bandara bisa mengangkut 50-60 ribu penumpang perhari. saya pikir terlalu optimis itu angkanya. paling 10 ribu itu sudah bagus. kecuali kalau ka bandaranya dibuat tersebar ditiap koridor. jadi ada ka jurusan bandara-serpong, bogor, bekasi, yang berhenti dibeberapa stasiun untuk ambil penumpang.
Kalau memang menggunakan sistem branching (percabangan ke kota-kota lainnya) seperti yang anda sebutkan memang lebih menguntungkan dari segi akses, tetapi harus diperhitungkan juga lahan yang akan digunakan karena untuk Bogor, Depok dan Bekasi sangat sedikit lahan yang tersedia sehingga jalur yang cocok digunakan adalah jalur layang (elevated rail track) yang membutuhkan biaya cukup besar.
Untuk masing-masing jalur, tempat perhentian yang okupansi penumpangnya cukup baik antara lain:
BOO-CNK (Cengkareng) => BOO, BJD, DP, DPB, dan TBT
BKS-CNK => BKS, KLDB, JNG
SRP-CNK => SRP, RWB, THB, KBY, PAL, THB
TNG-CNK => TNG, KDS, GGL
Perhentian bersama:
BOO & BKS => MRI
SRP & TNG => DU
CMIIW.
cuma jalur serpong yang jadi memutar. Jalur Bogor, bekasi, bandung dan kota lain sepertinya sangat menjanjikan.
(25-02-2010, 04:38 PM)m_ilhami Wrote: [ -> ]cuma jalur serpong yang jadi memutar. Jalur Bogor, bekasi, bandung dan kota lain sepertinya sangat menjanjikan.
Ngapain mas tuh kota diikut²kan?
Mm.... Aku sangat mendukung proyek ini!!! Karena, ibuku kalo dinas keluar kota kan sering pake pesawat, naik bus damri katanya ttep kna macet n sering takut ketinggalan pesawat..... jadi, kalo ada kereta Trans Bandara-Bekasi mungkin bisa lebih cepet n lebih murah coz KA kan transportasi murah-meriah dan cepet....
(25-02-2010, 09:33 PM)Afghani Trisna Ramadhan Wrote: [ -> ] (25-02-2010, 04:38 PM)m_ilhami Wrote: [ -> ]cuma jalur serpong yang jadi memutar. Jalur Bogor, bekasi, bandung dan kota lain sepertinya sangat menjanjikan.
Ngapain mas tuh kota diikut²kan?

Mm.... Aku sangat mendukung proyek ini!!! Karena, ibuku kalo dinas keluar kota kan sering pake pesawat, naik bus damri katanya ttep kna macet n sering takut ketinggalan pesawat..... jadi, kalo ada kereta Trans Bandara-Bekasi mungkin bisa lebih cepet n lebih murah coz KA kan transportasi murah-meriah dan cepet....
wakakak

soalnya bandung belum punya bandara internasional. makanya larinya ke cengkareng.
o, ya. bicara masalah murah, di awal2 disebutkan tarifnya sekitar 50 rb. ini sih namanya bunuh diri. bus damri saja tarifnya antara 20-30 rb tergantung tujuan. mestinya tarifnya ya segitu kisarannya.
Kalau kisaran 20-30rb disubsidi ga ? Apakah 50rb itu tarif berdasar keekonomian ?