Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
(27-02-2010, 08:42 PM)morkies Wrote: [ -> ]Kalau kisaran 20-30rb disubsidi ga ? Apakah 50rb itu tarif berdasar keekonomian ?
la kagak disubsidi bro...kalo disubsidi mah tarifnya gocap sekilo meter alias Rp.2500 trayek MRI-CKRG (asumsi 50km)

wong cepek/ KiloMter aj uda berdasar tarif keekonomian
50 reban itu kalo CGK-MRI bisa 10 menit ridho bgt dah ! Tapi kalo 45 menit-90 menit kaya Damri mah males !
Ada berita terbaru mengenai proyek kereta Bandara.
Kontan.co.id Wrote:PROYEK KERETA BANDARA
Pemerintah Tender Ulang Proyek Kereta Bandara
JAKARTA. Proyek pembangunan jalur kereta api dari Stasiun Manggarai menuju Bandara Soekarno-Hatta memasuki babak baru. Pemerintah akhirnya berniat melakukan tender ulang atas proyek yang mangkrak tersebut.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan mengatakan, tender ulang dilakukan karena kondisi arus lalu lintas darat dari dan menuju bandara sudah banyak berubah dibandingkan saat berlangsungnya tender awal. "Jalan tol dulu hanya dua jalur dan sekarang sudah empat jalur. Ini berpotensi mengurangi jumlah penumpang kereta bandara. Karena itu, dokumen prakualifikasi harus diperbaharui," kata Tundjung.
Tundjung berharap tiga perusahaan yang sudah lolos tahap prakualifikasi tender sebelumnya bakal kembali mengikuti tender ulang ini. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Railink, anak perusahaan PT Kereta Api dan PT Angkasa Pura II, Mitsui Corporation dari Jepang, dan China Harbour.
Sebelumnya, ketiga perusahaan ini memang meminta dukungan yang berbeda-beda dari pemerintah. Dukungan tersebut di luar permintaan tanah untuk keperluan konstruksi yang disediakan pemerintah.
Kini, tenaga ahli Badan Perencanaan Pembangunan Nasional tengah melakukan proses pembaharuan dokumen prakualifikasi dengan memakai dana bantuan Bank Pembangunan Asia (ADB). Tundjung memperkirakan, paling cepat Agustus nanti revisi dokumen prakualifikasi itu akan selesai, sehingga tender ulang bisa dilakukan.
Adapun untuk rute, pemerintah telah menetapkan kereta akan melintasi Stasiun Manggarai-Dukuh Atas- Tanah Abang-Duri-Angke-Pluit-Bandara.
Pemerintah memang menganggap jalur kereta sangat dibutuhkan sebagai alternatif bagi penumpang. Nantinya, dana pembebasan lahan akan berasal dari pinjaman lunak berbagai lembaga pembiayaan. Adapun penyediaan kereta akan diserahkan kepada swasta dengan mekanisme kerjasama pemerintah dengan swasta alias public private partnership (PPP).
Sayangnya, Masjraul Hidayat, Direktur Utama Railink belum bisa dimintai komentar mengenai tender ulang proyek ini.
Proyek rel bandara Soekarno Hatta memiliki panjang 30,3 kilometer. Proyek ini diperkirakan menelan dana hingga Rp 4,6 triliun. Proyek ini sejatinya digarap sejak 2007 lalu. Semula, pemerintah menargetkan kereta dari stasiun Manggarai menuju Soekarno Hatta sudah bisa beroperasi tahun lalu. Namun, realisasinya beberapa kali tertunda.
Gentur Putro Jati
Sumber:
Kontan.co.id
Selamat membaca...
cuma mau membandingkan sama KLIA Transit nya malaysia. menghubungkan bandara internasional KL dengan KL central stasion berjarak 57 km. ditempuh hanya dengan 28 menit saja dengan kecepatan 160 km/h. tentunya gaugenya standar. harga tiket sekitar RM 35.
tarif kira-kira disesuaikan dengan damri kira2 20-25 ribu
sebagai contoh kemarin saya pulang naek damri ke arah pasar minggu landing pesawat jam 20.10 naek damri jam 20.30
sampe pasming jam 22.20 kisaran 2 jam,, andai kereta bisa lebih cepat,,harga mahal 5-10 ribu dari damri tidak masalah
jangan sampai 50 rebuan,, kemahalan,,
(26-02-2010, 07:13 AM)ady_mcady Wrote: [ -> ] (25-02-2010, 09:33 PM)Afghani Trisna Ramadhan Wrote: [ -> ]Ngapain mas tuh kota diikut²kan?
wakakak 
soalnya bandung belum punya bandara internasional. makanya larinya ke cengkareng.
Maaf mas Afghani, apa kita di Bandung nggak boleh ke sana langsung dengan angkutan umum?
Juga mas Ady Mcady, bandara Hussein di Bandung juga melayani penerbangan Internasional, tanpa harus mampir ke Jakarta atau kota lain.
Back to topic.
@bagus70,
hehehe, trims atas koreksinya

@ bonbon : Penumpang pesawat komersil aja masih ada yang miskin toh?
Trus kalau aja ada KA barang dari dan ke bandara Soetta seenggaknya buat kargo bandara yah... Duduehh.... gregetan aku pengen liat juga pramugari2 cantik naik KRL deh... Jadi gak perlu lihat kena macet segala tuh mobil2 dinas semacam Lion Air, Sriwijaya Air, dll di jalan raya.
@ ady_mcady : Yah... namanya juga promosi... Bisa2nya pengemban deh... Palingan Feni Rose cuma besar diucapannya aja alias dah tuntutan skenario. Harusnya pengembannya mikir juga kalau jangka waktu panjang yang amat sangat panjang sekali baru terlaksana. Minimal untuk para uyut kita baru bisa nikmatin KA bandara. Kita2 nanti pas hari tua... Cape' deh...
Tapi kalo soal stasiun di lingkungan komplek elite kaum sosialite gitu sih... bisa aja sebagai percontohan yah Rawa Bebek yg sampai kini kondisinya makin miris. Kalao Jurang Mangu masih agak jauh sih dari Sektor 7 Bintaro Jaya.
@ sultan rakyat : Iya, seenggaknya kalau andai saja dalam 1 tahun kita 4x naik pesawat di bandara Soetta, yah... taruhlah 1x dalam 1 tahun naikin tuh KRL yg sekiranya mahal itu.
(08-06-2009, 09:01 AM)m_ilhami Wrote: [ -> ]jalurnya kenapa nggak meneruskan jalur dari Kota tangerang? Rasanya sudah dekat deh, tidak perlu 32 km
. Tapi perlu di dobel track dulu.
Tenang aja Mas... Double Track Tangerang lagi dibangun, Saat ini masih sampai tangerang-kalideres, mungkin klo dah rampung sampai Duri, Baru di terusin Sampe SoeTa
ternyata ka bandara soetta masih ada ceritanya...
[spoiler]
Quote:http://properti.kompas.com/read/2010/08/....2.Triliun
Biaya KA Bandara Meningkat Jadi Rp 10,2 Triliun
Selasa, 10 Agustus 2010 | 22:25 WIB
Robert Adhi Ksp/KOMPAS
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akhirnya selesai menghitung ulang kebutuhan dana untuk proyek kereta api (KA) Bandara Soekarno-Hatta. Dari perkiraan awal Rp 4,6 triliun, nilainya naik 45,09 persen menjadi Rp 10,2 triliun.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Tundjung Inderawan mengaku instansinya sudah selesai melakukan rapat koordinasi lintas instansi. Dengan Kementerian Koordinasi Perekonomian, Bappenas, Ditjen Anggaran dan Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan serta Sekretariat Komite Kebijakan Percepatan Penyediaan Infrastruktur (KKPPI).
"Berdasarkan hasil rapat koordinasi diputuskan bahwa dana pembebasan tanah dan sebagian dana konstruksi akan disediakan pemerintah dari APBN sebesar Rp 3,2 triliun," kata Tundjung, Selasa (10/8).
Menurut penggemar olahraga sepeda itu, anggaran sebesar Rp 1,5 triliun akan digunakan untuk membebaskan tanah. Pencairan dana ini rencananya akan dilakukan bertahap mulai tahun 2011 sebesar Rp 450 miliar, tahun 2012 sebesar Rp 525 miliar, dan tahun 2013 sebesar Rp 525 miliar.
Sementara untuk membiayai sebagian konstruksi prasarana dari Stasiun Manggarai ke Angke sepanjang 11 kilometer, pemerintah mengalokasikan dana Rp 1,7 triliun. Dengan pencairan dana mulai 2012 sebesar Rp 680 miliar dan 2013 Rp 1,02 triliun.
"Sisanya untuk konstruksi prasarana sepanjang 19 kilometer dari Angke-Bandara akan dikerjakan investor dengan nilai Rp 7 triliun," pungkasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Nugroho Indrio menjelaskan pemerintah akan menggelar tender terbatas untuk proyek KA Bandara setelah proses kaji ulang tender tersebut selesai dilakukan.
"Kemungkinan lelang juga akan diikuti oleh tiga perusahaan yang telah lolos prakualifikasi itu," kata Sekretaris Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Nugroho Indrio. Ketiganya adalah PT Railink, Mitsui dan China Harbor.
Proyek rel bandara Soekarno-Hatta memiliki panjang 30,3 kilometer. Lintas kereta bandara akan menghubungkan Stasiun Manggarai, Dukuh Atas, Tanah Abang, Duri, Angke, Pluit menuju bandara. Seharusnya proyek ini sudah mulai dikerjakan pada 2007 lalu dengan target operasi 2009. Namun realisasinya terus tertunda berkali-kali. (Gentur Putro Jati/KONTAN)
[/spoiler]
saya kira sudah jadi ini ka bandara. nggak tahunya di tender ulang lagi. ampun... bisa2 jadinya nanti pas lebaran kuda.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17