17-Apr-2011, 06:16 AM
Fotonya ditunggu yah... Soalnya tiap ngantor lewatin PJL di Jl. Panjang gak ada pemandangan yang bagus selain petak rel masih single n palang lampu perlintasan terlalu deket ama rumah warga.


Quote:Perpres Proyek KA Bandara Sudah Terbit
Jakarta (ANTARA) - Kementerian BUMN menyatakan Peraturan Presiden (Perpres) yang menjadi dasar hukum bagi PT Kereta Api Persero untuk mengerjakan proyek jalur kereta api Bandara Soekarno-Hatta sepanjang 7 kilometer telah terbit.
"Sudah keluar perpres-nya, sehingga PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dapat langsung mengerjakannya," ujar Deputi Menteri BUMN bidang Infrastruktur dan Logistik Sumaryanto Widayatin kepada ANTARA di Jakarta, Senin.
Menurutnya, pengerjaan seluruh proyek KA Bandara Soekarno-Hatta dipercayakan kepada PT Kereta Api tanpa harus membuat tim pembangunan.
"Bila diserahkan dan dibentuk lagi tim, maka selesainya akan lama," imbuhnya.
Sebelumnya, pembangunan jalur ini memakai skema kerjasama pemerintah swasta (public private partnership) dengan menggunakan Perpres No. 13/2010. Namun, akhirnya pemerintah memutuskan menugaskan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) melalui perpres baru.
Sumaryanto mengakui beberapa perbankan seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) telah berkomitmen untuk mengucurkan dana dalam pengerjaan proyek tersebut.
"Mereka (perbankan) cuma membutuhkan perpres-nya saja biar jelas," tuturnya.
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan memakai dana internal perusahaan untuk mengerjakan proyek yang diperkirakan menelan investasi senilai Rp2,3 triliun tersebut.
Dalam pembangunan proyek jalur kereta api Bandara Soekarno-Hatta ini, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga diminta untuk menyelesaikannya dalam tempo 1,5 tahun sejak perpres turun.
(27-Sep-2011 15:36 PM)Dana Komuter Wrote: [ -> ]Jadi, si bung Perpres ini dah turun sejak bbrp bulan lalu atau tgl dan bulan dan tahun dan hari dan detik inikah? Kalo baru skarang, berarti pembangunan rel ganda Tangerang - Duri gak ada hubungannya dengan proyek pembangunan rel KA bandar Soetta donk yah... Jadi ibaratnya, antara stasiun Tangerang sd entah stasiun Batuceper atau Rawa Buaya atau entahlah apa Kalideres gitu (pokoknya persimpangan ke Tangerang dg bandara) tetap tunggal pun gak masalah gitu? Yang penting dari Soetta ke Manggarai harus ganda gitu?


(23-Dec-2010 19:25 PM)bagus70 Wrote: [ -> ]Yang saya takutkan, jangan-jangan nantinya kalau sudah jadi, tiba-tiba bandara Soeta turun pangkat dan diganti, dan akhirnya kecewa semua...
(08-Jun-2009 16:04 PM)katyusha Wrote: [ -> ]kayaknya ga pake LAA...JR eastnya mau dimodif jadi KRDE katanya...

Quote:Studi Kelayakan Kereta Bandara Diulang (Click to View)
VIVAnews - Pemerintah mengungkapkan studi kelayakan atau trase proyek pembangunan infrastruktur Kereta Api Manggarai - Bandara Soekarno Hatta diulang. Sebab, hal itu untuk mengantisipasi kendala-kendala yang mungkin terjadi ketika pelaksanaan pembangunan.
"Yang paling dipentingkan kan kendala yang tiba-tiba muncul pada waktu pelaksanaan. Ada semacam suatu peluang untuk dibicarakan kembali ketika ada kendala di luar kendali, gempa atau apalah segala macam," kata Menteri Perhubungan, EE Mangindaan di sela Indonesian Logistics Summit 2011, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis 10 November 2011.
Menhub menuturkan, studi kelayakan yang akan dilakukan PT Sarana Multi Infrastruktur sesuai dengan keputusan Menteri Keuangan yang mempertimbangkan aspek keuangan. Pengulangan studi kelayakan oleh lembaga pembiayaan infrastruktur yang ditunjuk Kementerian Keuangan, kata Menhub, merupakan bagian dari modal untuk membangun infrastruktur.
"Itu sudah disetujui Menkeu. Itu suatu kemajuan bahwa kita buka secara transparan, tetapi yang menilai adalah Menkeu bahwa ini pantas untuk persyaratan-persyaratannya," ungkapnya.
Ketika ditanya studi kelayakan baru itu akan berimbas pada bertambahnya nilai investasi pembangunan, menteri menampiknya. Sebab, berdasarkan kriteria dan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional tahun 2010-2030, sudah ditentukan bahwa nilai investasi pembangunan rel kereta api Manggarai - Bandara Soekarno Hatta sebesar Rp 10 triliun.
"Itu sudah ada kriterianya. Juga, berdasar rencana induk perkeretapian, sudah diperhitungkan Menkeu tidak akan menambah (nilai investasi)," kata Menhub.
Mulai Beraksi.
Adapun hasil studi yang kedua ini, lanjutnya, akan dikompilasi dengan studi kelayakan sebelumnya yang dilakukan PT Railink. Dia berharap, dengan adanya studi kelayakan yang kedua ini proyek pembangunan kereta api bandara tidak menemukan kendala dalam pembangunannya. "Studi pertama akan digabung, sehingga diharapkan satu tahun ini sudah tidak asistensi lagi, tetapi sudah mulai action," kata Menteri.
Menhub menambahkan, pembangunan rel kereta api tersebut akan dilakukan paralel per bagian dari Manggarai hingga Bandara Soekarno Hatta, sehingga proses pembangunan selesai secepatnya. "Diharapkan bisa paralel berjalan, sehingga bisa lebih cepat. Secepatnya," kata Menteri.
Quote:KA Bandara Hanya Untuk Penumpang Pesawat (Click to View)
JAKARTA--MICOM: Proyek pembangunan rel kereta api dari Manggarai menuju Bandara Soekarno Hatta Cengkareng hanya diperuntukkan bagi calon penumpang pesawat, yakni penumpang yang langsung ke Bandara.
"Itu kan express line, jadi khusus untuk yang ke Bandara Soekarno Hatta," ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan di Jakarta, Kamis (10/11).
Menurut Tundjung, jalur kereta atas bawah (dedicated-elivated track) akan dibangun pada rute Manggarai melalui Angke, kemudian Pluit hingga ke Bandara Soekarno Hatta dengan jarak sekitar 33 kilometer.
"Dari Angke ke Soetta itu sekitar 22 kilometer dan dari Manggarai ke Angke sekitar 11 kilometer. Jadi sekitar 33 kilometer," ujarnya.
Sebelum proyek ini terealisasi, pemerintah telah membangun jalur KA commuter line Bandara Soetta melalui jalur eksisting Manggarai-Duri-Tanah Tinggi-Tangerang.
"Sebelum (express line) itu terealisir, pemerintah ingin ada solusi jangka pendek yakni dengan commuter. Nah, yang sekarang kita jalankan adalah dari Duri ke Tangerang dan sepenuhnya dibiayai pemerintah," katanya.
Sementara untuk jalur commuter line dari Tanah Tinggi menuju Bandara Soetta, Tundjung mengungkapkan akan dibiayai PT. Kereta Api Indonesia (Persero). "PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sudah ditunjuk berdasarkan Keppres untuk membentuk rel dari Tanah Tinggi menuju bandara," katanya.
Jalur KA commuter line Bandara Soetta diharapkan bisa selesai pada 2013.
"Diharapkan 2012-2013 commuter bisa selesai dan bersama express line nantinya diharapkan bisa menjadi solusi strategis transportasi untuk mengatasi kemacetan dan menjawab tuntutan masyarakat akan adanya angkutan massal yang lancar, aman, nyaman, ramah lingkungan serta kepastian waktu tempuh," pungkasnya.
Quote:
JAKARTA - Proyek Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta bakal ditender ulang. Kementerian Perhubungan menugaskan PT Sarana Multi Infrastruktur (persero) untuk memfasilitasi dan mengawal proses proyek sampai beroperasi. Rencananya, proyek akan dikaji ulang, termasuk nilai investasi dan detil pelaksanaan (trase).
"Ini merupakan proyek prioritas nasional, jadi saya ingin melihat aksi di lapangan tidak hanya asistensi, studi, atau kajian-kajian saja," kata Menteri Perhubungan EE Mangindaan di Jakarta, Kamis (10/11).
Dia mengakui hal itu tentu butuh waktu lagi, karena proyek diulang. Mulai penyusunan pra-studi kelayakan, penyiapan dokumen lelang, pelaksanaan pengadaan badan usaha, dan dukungan tercapainya perolehan pembiayaan (financial close). "Kita tugasi PT SMI untuk memfasilitasi penyiapan proyek, jangan kelamaan studi dan asistensinya," ujarnya.
Menurut Mangindaan, proyek KA Bandara Soekarno-Hatta sepanjang 34 kilometer itu sudah digagas sejak 2005. Sebelum SMI ditugaskan untuk mengawal proyek tersebut, PT Railink sempat melakukan studi meski tidak sepenuhnya dilakukan.
"Kita tidak bisa menunggu lama. Studi lama mungkin bisa dijadikan patokan. Di antaranya, di update lagi, sehingga cukup satu sampai dua tahun kereta bandara sudah bisa beroperasi," harap dia.
Harapan Mangindaan, ternyata tidak sepenuhnya bakal tercapai. Pasalnya, Direktur Utama SMI Emma Sri Martini mengaku pekerjaan konstruksi diprediksi baru dimulai pada 2014. Selama 1-2 tahun ini hanya akan proses studi kelayakan, konsultasi, kajian ulang, amdal, detil trase dan estimasi investasi.
"Minggu depan ini sampai akhir 2012 kami akan lakukan kajian ulang dan lainnya sampai 2013 akan mulai proses tender dan 2014 mulai pekerjaan konstruksi," tutur Emma.
Dia mengakui butuh waktu lama lagi karena proyek dilakukan dari nol. "Saya tidak bilang studi kemarin gugur. Tapi tentu akan berubah disesuaikan dengan keadaan sekarang dan rel tidak menggunakan eksisting, melainkan elevasi (melayang)," kata Emma.
Rute KA Bandara mulai Manggarai-Angke-Pluit-Soekarno-Hatta. Sayang, Emma tidak menyebutkan berapa pembengkakan nilai investasinya. Diketahui, sejak 2005, nilai investasi proyek prestisius itu berubah 3 kali. Pertama, diestimasi senilai Rp 2,02 triliun. Kemudian berubah menjadi Rp 4 triliun. Dan, estimasi terakhir (2008), senilai Rp 10 triliun.
Emma menambahkan, mereka yang akan ikut tender bisa dari mana saja. "Tender terbuka internasional, global, perusahaan asing atau lokal," kata Emma.
Tidak menutup kemungkinan PT Railink juga bisa ikut tender lagi. Pembangunan megaproyek itu dikukuhkan dalam Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS).
Sementara itu, Dirjen Kereta Api Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan mengaku nilai investasi tentu lebih besar karena estimasi dan studi yang dilakukan adalah terbaru. "Banyak faktor yang bakal membuat biaya bertambah yakni inflasi, pembebasan lahan, detil-detil, semua tergantung studi dari SMI, kita tunggu saja," kata Tundjung.
Tetapi, dia juga mengaku ada kemungkinan bisa lebih kecil nilai investasinya. Tundjung mengungkapkan rel yang akan digunakan bisa beberapa menggunakan rute lama yakni di antara Manggarai-Angke-Pluit-Soekarno-Hatta dan sebagiannya rel baru (elevasi).
Yang pasti, lanjutnya, tidak akan digabungkan dengan loopline Jakarta karena KA bandara menuntut ketepatan waktu, keamanan, dan kenyamanan. "Nantinya rute Komuter Selatan yakni Duri-Kalideres-Tangerang akan bertemu dengan KA Bandara Manggarai," tuturnya.
Tundjung mengungkapkan, ada tantangan cukup berat nantinya. Yaitu, ketika melewati rute komersial seperti di Angke dan Pluit. "Itu kawasan komersial, akan sulit dalam pembebasan lahannya. Tapi kita akan cari solusi terbaik. Kita akan review," pungkas dia.