Menurut saya lintas Blitar - Malang vv ini merupakan jalur yg eksotis. Lintas ini berkelok2, melewati jembatan yg lumayan tinggi, terowongan, dll.
Kalo ada yang punya dokumentasinya..yuk kumpulin disini.
Matarmaja siap berangkat dari Sta.Blitar menuju Malang di pagi hari.
klik untuk memperbesar gambar
Ayo siapa menyusul?

Mantap tuh apalagi kayaknya baru di jalur ini ,KA lewat terowongan bawah waduk Karangkates...
pic sih gak punya.
tapi seingat saya ada beberapa titik yang mangtabs buat hunting.CMIIW
1.rel meliuk-liuk di tengah sawah antara garum~talun (lupa nama tempatnya)
3.hutan kecil sebelum kesamben.
2.jembatan lahor(karangkates)
3.2x terowongan bendungan sutami (karangaktes)
4.masih banyak lagi gak apal nama daerahnya.
hayo siapa mau nambahin.
(15-08-2009, 08:45 AM)sulovyo Wrote: [ -> ]pic sih gak punya.
tapi seingat saya ada beberapa titik yang mangtabs buat hunting.CMIIW
1.rel meliuk-liuk di tengah sawah antara garum~talun (lupa nama tempatnya)
2.jembatan lahor(karangkates)
3.2x terowongan bendungan sutami (karangaktes)
hayo siapa mau nambahin.
Videonya ada
dimarih (supaya ga double post).
Monggo dinikmati. :ewink:
. wah kalo hunting di BL dari pagi jam 4 an sampek ka 32 berangkat , maknyus tuh ...
. gw sering gitu , kalo berangkat pagi dari rumah , di blitar dpt loko penatarn + dhoho ma lok klb ada di dipo , abis itu dhoho ma penataran berangkat , jam 6 an ka 142 datang , trus biasanya silang ma penataran yg dari ML trus ganti posisi loko , nunggu KA 32 , ka 32 berangkat , ka penataran yg tadi berangkat ke SBY , trus kalo beruntung dapet klb kricak yg ada di BL
Iya bener tuh.... Kayaknya perlu di-Blusuk

Masalahnya, jembatan yang tinggi-tinggi tuh nampaknya jauh dari jalan raya sehingga perlu trekking
Salam,
nggak kok kang.
jembatan lahor di karangkates tuh deket sama jalan raya.+/- 50-an meter.
dulu pas motoran sama temen dari malang ke blitar sempat ngaso bentar di tikungan dekat jembatan karangkates.eh tahu-tahu ada penataran lewat mangtabs.tapi sayang ga bawa kamera.
kalao dari kereta juga masih bisa lihat bis lewat di deket2 situ.jadi itu jembatan masih deket sama jalan raya.
Hallo,
Saya ini sampai tahun 1972 tinggal di Malang. Sampai waktu itu Kereta yang ke Blitar selalu pakai lok uap: Yang dipakai Lok serie D52 atau serie F. Kalau saya tanyak sama masinis kenapa lok uap yang ke Blitar dia jawabnya karena rel nya yang ke Blitar ndak kuat untuk diesel.
'
Ini yang saya jadi bingung. Memangnya lok diesel yang ada waktu itu ( CC200) lebih berat dari pada lok uap? Kok rasanya malah lebih berat lok uap wong lok nya gede gitu.
Jadi Pertanýaan saya yang pertama, apa memang betul waktu itu relnya ndak kuat untuk diesel CC200. Berapa berat Lok diesel dan berapa berat lok Uap serie F dan serie D52?
Dan bagaimana sekarang, apa relnya diganti? Saya lihat sekarang kan lok2 Diesel semua lewat jalur Blitar.
Terima kasih.
Saya coba jawab yang soal lok uap deh. Ya betul lok diesel lebih berat daripada lok uap, kenapa? Karena lok diesel terdiri dari besi-besi yang solid, tentu tekanan gandarnya sangat besar. Berbeda dengan lok uap, lok uap memang terlihat besar, tapi ga terdiri dari besi solid, dalemannya kosong karena untuk uap. Karena itu tekanan gndarnya kecil.
Berat lok diesel seri CC sekitar 80 ton,sedangkan lok uap hanya sekitar 45 ton.
saya coba jawab,
lok wap d52 itu berat servisnya 73.8 ton untuk yang batubara, dan 74.2 ton yang minyak. yang lok f10 ada yang 78.68 ton dan 76.7 ton. jadi dari segi berat, ya berat juga hampir sama dengan lok2 diesel cc bahkan lebih berat dari lok bb.
masalahnya, lok d52 itu konfigurasi rodanya 2-8-2 alias punya 6 gandar. jadi beban tiap gandar menjadi sekitar 12 ton. lok f10 juga sama, rodanya 2-12-2T atau 7 gandar sehingga beban tiap gandar menjadi sekitar 11 ton.
bandingkan dengan lok cc yang 84 ton punya 6 gandar, beban tiap gandar adalah 14 ton.
jadi yang menentukan itu adalah jumlah gandarnya. barangkali dulu beban gandar yang mampu ditopang oleh rel, jembatan, di malang-blitar hanya 12 ton? sehingga lok2 cc diesel tidak bisa lewat.