Kalau kawan - kawan perhatikan semakin banyak rangkaian KRD dioperasikan untuk jarak dekat. Itu berarti semakin banyak jalur komuter. Tidak terkecuali untuk wilayah Jabodetabek yang dikuasai armada KRL dan juga wacana elektrifikasi rel Padalarang - Bandung - Cicalengka. Tidak peduli masih rel tunggal KRD pun semakin bermunculan. Memang sih KRD komuter lebih banyak di wilayah bentangan rel yang tergolong ganda.
Tapi apakah kawan - kawan menyadari, semakin banyak wacana pengaktifan KRD terlebih penggandaan rel akan banyak mengoperasikan jadwal perjalanan kekosongan yang biasanya dilalui rangkaian KA jarak jauh? Sebut saja itu bentangan rel antara stasiun Tegal - Semarang yang dilaluin Kaligung, komuter Surabaya, Kutoarjo - Palur dilaluin Prameks dan masih banyak lagi.
Kalau untuk penon aktifan beberapa stasiun kecil yang dahulu dijadiin persinggahan beberapa KA karena terjadi susul - menyusul dan persilangan seakan2 menjadi urung yah?[/font]
bagus kan itu, memperbanyak kereta komuter berarti mempermudah akses masyarakat dengan kereta api...
saya malah bermimpi, suatu hari nanti bisa melakukan perjalanan sambung-menyambung dari jakarta sampai surabaya dengan KRL (via lintas utara atau selatan) andai jalur KA di seluruh pelosok Jawa sudah dielektrifikasi semua

Kenapa ya,koq saya kurang sreg kalo ngeliat smua jalur dielektrifikasi semua? Keliatan agak serabutan.. gitu! Satu lagi, suara loko CC lebih enak didenger.. daripada suara KRL ato KRD

kalau ada KRD yg bisa sambung menyambung tarifnya jadi lebih murah ga?
tapi harus gotong" barang bawaan lebih sering.....
bagus tuh klo jd komuter semua,saya setujuh,trus d adain thru service ajah kyk Tokyo Metro
Mungkin publik tetep diberi pilihan2 transportasi via rel ini ...
Komuter juga ada keuntungan bagi masyarakat yg ingin melakukan perjalanan jarak pendek-menengah tanpa harus naik dari stasiun tertentu,dng banyaknya komuter kan jadi banyak stasiun2 kecil yg hidup.
Tapi kereta jarak jauh juga tetep beroperasi mengingat segi efektivitas perjalanan. Misal Jakarta-Surabaya kalo bisa ditempuh dalam 1 kali perjalanan kan lebih praktis

tanpa harus bongkar muat dan ketinggalan kereta

Masyarakat juga makin banyak yg beralih ke moda transportasi massal ini setelah transportasi jalan raya performa dan pelayanan nya jauh dari memuaskan.
-Bwad komuter lebi praktis make KRDE/KRDI, karena tetep bisa menggunakan rel yg ada tanpa harus membangun LAA-
baguslah...jadi INKA selalu hidup untuk membuat KRDE/KRDI/KRLI....

Bagus lah ya, kereta komuter mengurangi kepadatan jalan raya untuk orang yang pergi ke kantor.
Polanya juga tidak saling mengganggu. Kereta komuter ramai di hari Senin-Jumat. Kereta Jarak jauh ramai di hari Sabtu Minggu dan liburan.
ini perkembangan bagus,
tapi harus dilakukan juga sinkronisasi jadwal baik dg KA jarak jauhnya maupun dg komuter tetangga (seperti Kaligung bisnis yg disinkronkan dg Pandanwangi)
ya mungkin bagus juga kalo di setiap jalur2 pendek ada komuternya....
tapi kalo jarak jauh kaya'e te2p nyaman pake kereta loko CC.......
Iya kalo jarak jauh jangan pake komuter tapi kalo jarak deket memang enak pake komuet.
Sekarang Jogja Solo aja ga afdol kalo ga pake Pramex.
kayaknya semrawut gitu y?....... yah bagus se, tapi kalo di daerah yang kurang sreg di kasih komuter gimana? seperti komuter su-mo, saya sangat setuju dengan adanya sepur gress itu, tapi saya perhatikan kok tiaphari penumpangnya masih sepi alias sedikit.... masyarakat lebih memilih tetep naik rapih dhoho,...............????
maybe Su MO masih proses.......kan orang butuh waktu buat beralih kjebiasaan.....
back on topik
emg sih komuter makin byk tp KA jarak jauh bakal ttp eksis coz itu rival dr pswt trbng.
sy mah malez perjalanan jkt-sby gonta2ti komuter, ribet tau.
Wadaw masa Sby Jkt pake Komuter?
Mau berapa hari?
