Hari ini KA impor dari Jepang sudah sampai Tanjung Priok... Berikut ini beritanya
Thursday, 29 April 2010 16:02 humaska
Sepuluh kereta rel listrik (KRL) eks Jepang pesanan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Commuter Jabotabek (PT. KCJ) tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kesepuluh kereta yang telah berusia 20 tahun tersebut, Rabu (21/4) siang, diturunkan dari Kapal MV Kurobe V 0l merupakan KRL seri 7000.
Prosesi pengiriman 10 unit KRL telah dilakukan pada 3 April 2010 dengan Kapal MV Kurobe V 01 dari Pelabuhan Yokohama dan tiba di Pelabuhan Tanjungpriok pada 21 April 2010. Menurut Direktur Utama PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Commuter Jabodetabek, Bambang Wibiyanto, pengapalan tersebut merupakan pengiriman pertama dari tiga pengiriman yang direncanakan pada tahap I.
“Pengapalan pertama sebanyak 10 unit, pengapalan kedua pada bulan Mei mendatang juga 10 unit, dan pengapalan ketiga pada Juni mendatang sebanyak 20 unit,†kata Bambang kepada wartawan di dermaga 305 Pelabuhan Tanjung Priok saat penurunan KRL.
KRL eks Jepang tersebut, ujar Bambang, masih sangat layak dipakai di Jabodetabek. Pengoperasian KRL yang bisa dipacu hingga kecepatan 110 km per jam ini diharapkan bisa memperpendek headway atau jarak antar-KRL.
“Tujuan penambahan KRL ini adalah menggantikan armada yang sudah kurang andal, sehingga terhadap KRL yang kurang andal itu bisa dilakukan perbaikan dan perawatan,†katanya.
Spesifikasi umum mengenai KRL seri 7000 antara lain, panjang badan 20 meter, lebar 3 meter dengan body aluminium. KRL ini menggunakan listrik DC 1500V dilengkapi dengan Air Conditioner (AC). Kapasitas tempat duduk per kereta sebanyak 50 tempat duduk. Jumlah pintu setiap sisi sebanyak 4 pintu dan kecepatan maksimum kereta mencapai 110 km/jam.
Hadir dalam prosesi penurunan KRL Seri 7000 di Pelabuhan Tanjungpriok Bambang Wibiyanto (Dirut PT KCJ), Bambang Adi Pratikno (Direktur Teknik PT KCJ) dan Makmur Syaheran (Corporate Sekertary PT KCJ).
“Kereta-kereta yang didatangkan tersebut akan mengisi rute-rute KRL yang tingkat kepadatannya sangat tinggi seperti Bogor-Jakarta dan lintas Serpong dengan tujuan agar kenyamanan penumpang dapat ditingkatkan. Penambahan jumlah sarana akan dilakukan sejalan dengan kesiapan prasarana terutama kapasitas Gardu Listrik dan pasokan listrik dari PLN.†jelas Bambang Wibiyanto. (humaska)
Source:
http://www.kereta-api.com/index.php?opti...&Itemid=80