09-12-2009, 12:26 AM
Pertemuan tiga pihak antara PTKA Daop 1, KCJ, dan pelanggan (dan ada orang KRLmania dan GM-MarKA) berlangsung sangat seru. Sejumlah topik hangat dibicarakan.
Utamanya, kasus gangguan LAA dan persinyalan yang sedang "hot".
Karena malem, simpelnya sejumlah poin yang saya dapat:
1. Sekarang naek ekspres dari Tanah Abang sampai Depok hanya perlu bayar Rp9.000 setelah desakan meriah dari KRLmania yang merasa bayar 11 ribu sampai Depok itu tidak adil.
2. Good News: Tokyo Metro 7000 ni youkoso! Welcome to the Jabodetabek no Tsukin Dentetsu!
Mulai tiap bulan sejak Januari 2010, akan didatangkan 1 rangkaian per bulannya sampai bulan April 2010, berarti 40 kereta akan segera menambah armada KRL AC di Jakarta.
3. Selama ini, LAA di Jabotabek telah over-kapasitas. Selain itu, prasarana juga tidak memadai. Maka, bertahap mulai 2010 sampai 2014, akan dilakukan upgrade kualitas LAA di Jabotabek, sehingga akan cukup memadai untuk operasional.
Masalah LAA adalah faktor utama terjadinya AC hangat di Jabotabek. Voltase rendah, dan ampere yang tinggi menyebabkan komponen KRL lebih cepat rusak.
4. sistem e-ticketing mulai 2010. Demo sudah ada di stasiun Juanda. PTKA dan KCJ akan segera melakukan sosialisasi e-ticketing ini.
Berita bagusnya, tiket elektronik tidak hanya dipakai di KCJ, namun juga akan diterapkan di PTKA Daop 1.
5. Aih. Untuk mencegah nada "miring" mengenai pembelian KRL bekas asal Jepang, ada bocoran dari orang BY MRI.
KRL AC baru kerjasama Bombardier-INKA baru akan siap prototipenya pada tahun 2013 (dan INKA sendiri belum memberi kepastian apakah mereka siap produksi atau tidak).
Sementara, jumlah armada yang beroperasi saat ini di bawah jumlah seharusnya (SO). Jangankan memenuhi ketentuan SO, untuk operasional sehari-hari saja kurang.
Sehingga, mau tidak mau, hal ini segera diatasi dengan impor KRL.
KCJ menantang siapa saja (termasuk KRLmania), kalau sanggup melobi perusahaan Jepang untuk menjual KRLnya, maka KCJ akan memenuhi hal itu. Berikan speknya ke KCJ, bila memenuhi syarat, langsung dinego.
6. (masih berupa isu), tidak seharusnya ada layanan ekspres di KCJ. Namun, selama naek KRL ekonomi Jakarta-Tangerang masih Rp 1000, dan pemerintah lepas tangan, maka selama itu pula KRL ekspres akan tetap ada.
Maybe means, kalau KCJ sudah memungkinkan untung hanya dari KRL Ekonomi AC, maka KRL ekspres (se)harus(nya) dihapuskan.
Sekian report dari saya. Mungkin, yang lain yg datang juga di acara ini bisa menambahkan kalo ada yg kurang?
No Statement is HOAX. And, this is the statement.
edit: kesalahan menulis judul.
Utamanya, kasus gangguan LAA dan persinyalan yang sedang "hot".
Karena malem, simpelnya sejumlah poin yang saya dapat:
1. Sekarang naek ekspres dari Tanah Abang sampai Depok hanya perlu bayar Rp9.000 setelah desakan meriah dari KRLmania yang merasa bayar 11 ribu sampai Depok itu tidak adil.
2. Good News: Tokyo Metro 7000 ni youkoso! Welcome to the Jabodetabek no Tsukin Dentetsu!
Mulai tiap bulan sejak Januari 2010, akan didatangkan 1 rangkaian per bulannya sampai bulan April 2010, berarti 40 kereta akan segera menambah armada KRL AC di Jakarta.
3. Selama ini, LAA di Jabotabek telah over-kapasitas. Selain itu, prasarana juga tidak memadai. Maka, bertahap mulai 2010 sampai 2014, akan dilakukan upgrade kualitas LAA di Jabotabek, sehingga akan cukup memadai untuk operasional.
Masalah LAA adalah faktor utama terjadinya AC hangat di Jabotabek. Voltase rendah, dan ampere yang tinggi menyebabkan komponen KRL lebih cepat rusak.
4. sistem e-ticketing mulai 2010. Demo sudah ada di stasiun Juanda. PTKA dan KCJ akan segera melakukan sosialisasi e-ticketing ini.
Berita bagusnya, tiket elektronik tidak hanya dipakai di KCJ, namun juga akan diterapkan di PTKA Daop 1.
5. Aih. Untuk mencegah nada "miring" mengenai pembelian KRL bekas asal Jepang, ada bocoran dari orang BY MRI.
KRL AC baru kerjasama Bombardier-INKA baru akan siap prototipenya pada tahun 2013 (dan INKA sendiri belum memberi kepastian apakah mereka siap produksi atau tidak).
Sementara, jumlah armada yang beroperasi saat ini di bawah jumlah seharusnya (SO). Jangankan memenuhi ketentuan SO, untuk operasional sehari-hari saja kurang.
Sehingga, mau tidak mau, hal ini segera diatasi dengan impor KRL.
KCJ menantang siapa saja (termasuk KRLmania), kalau sanggup melobi perusahaan Jepang untuk menjual KRLnya, maka KCJ akan memenuhi hal itu. Berikan speknya ke KCJ, bila memenuhi syarat, langsung dinego.
6. (masih berupa isu), tidak seharusnya ada layanan ekspres di KCJ. Namun, selama naek KRL ekonomi Jakarta-Tangerang masih Rp 1000, dan pemerintah lepas tangan, maka selama itu pula KRL ekspres akan tetap ada.
Maybe means, kalau KCJ sudah memungkinkan untung hanya dari KRL Ekonomi AC, maka KRL ekspres (se)harus(nya) dihapuskan.
Sekian report dari saya. Mungkin, yang lain yg datang juga di acara ini bisa menambahkan kalo ada yg kurang?
No Statement is HOAX. And, this is the statement.
edit: kesalahan menulis judul.





