15-01-2010, 08:12 AM
Ini jalur masih memungkinkan bisa di hidupkang kelihatannya kang semut karena masih banyak yang utuh secara pisik, cocok untuk kereta comuter dan barang.
(16-01-2010, 06:12 AM)Semutsdt Wrote: [ -> ]Pengukuran kembali jalur ini sudah 2kali kang eko dan sebenarnya lahannya masih utuh semua dan kurang dari 10% yg dah jadi bangunan permanen. Jadi jalur ini kalo di bangun gak terlalu ribet dengan masalah pembebasan lahan kalaupun ada bangunan itupun cuma bangunan dari kayu dan gedeg/bambuMudah2an dana segar dari jerman sebagian untuk menghidupkan jalur ini kang semut..

(16-01-2010, 10:55 AM)Semutsdt Wrote: [ -> ]Memangnya ada pinjaman buat ka kang eko buat apa kira kira itu ya hehehe baru tahu saya kang ekobaca di thread berita kereta kang semut.





(13-01-2010, 02:29 PM)Semutsdt Wrote: [ -> ]Penelusuran stasiun dawung akhirnya ketemu juga dengan bertanya sana sini kok dilalah yang saya mintai tanya ternyata bapak pensiunan pjka beliau adalah BAPAK SUKANDAM bukannya saya mengobral privasi seseorang tapi ini hanya sebagai gambaran pahit dari bekas stasiun maupun mantan pegawai stasiunnya pula disamping saya sudah mendapat ijin dari bapak sukandam untuk mempublikasikan rumah beliau yg dulu memang sebuah bangunan stasiun dawung. Dari cerita beliau saya baru tahu cerita sebenarnya yg selama ini pula saya juga mendapat info dari pegawai pjka yg lain. Bahwasannya jalur ini di tutup resmi oleh pemerintah di tahun 1990 wow baru tahu saya ternyata baru 20tahun yg lalu. dengan tarif dawung tuban rp 150 dan dawung babat rp350. Dan raibnya semua sarana maupun prasarana kereta api tersebut sekitar tahun 2004 80% telah lenyap tak berbekas akibat ulah para mafia besi yg di bantu oleh oknum pegawai Pt ka bahkan waktu pencurian tiang telepon kereta api itupun mereka menyaru sebagai pegawai telkom dengan seragam lengkap dengan tenangnya mereka mencabut tiang telepon ka tanpa ada perasaan takut maupun dosa. Itu sekelumit cerita dari bapak sukandam. Bahkan tanpa terasa mata ini berlinang mengenang jaya2nya kereta api babat tuban dulu dengan pegawainya yg kini telah menyisakan kenangan haru.




![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
(01-01-2010, 07:52 PM)Semutsdt Wrote: [ -> ]Dulu memang pernah ada mas jalur ke stasiun merak urak. ini salah satu cerita dari mantan pegawai DKA yg dulu adalah masinis ka BABAT-TUBAN. beliau telah wafat 15tahun yg lalu. Pada waktu itu memang belanda mau merencanakan jalur ka atau membikin jalur penyambung antara lasem tuban tapi ada hal yg tidak bisa dipikir nalar sehat. Pokoknya setiap akan dipasang rel selalu amblas tanahnya dan akhirnya disambung dng melewati jalur ke merak urak tapi tetep aja kek gitu dan akhirnya pembangunan tersebut cuman sampai merak urak dan itupun belum pernah dijadikan jalur reguler karena waktu uji coba trek tersebut ada hal2 mistik yg tak bisa dilalui kereta dan sampai disitu akhirnya merak urak jadi jalur mati yg paling muda umurnya. Soal kebenarannya hanya tuhan yg tahu.


(12-07-2010, 06:04 PM)Semutsdt Wrote: [ -> ]Menurut sumber dari pegawai purna pjka stasiun merak urak sekarang jadi koramil merak urak.
