Met kenal aja sebelumnya, saya pendatang baru diS35. Singkat cerita
3harian penuh di tahun 1990 waktu saya masih sekolah kelas 3Smp saya pernah mblusukan sendiri di jalur babat-tuban sejauh 25km.
Saya waktu itu mempunyai pikiran kenapa aset yg sebegitu besarnya dibiarkan mangkrak ama pjka/pemerintah. Padahal belanda mbangun rel tsb bny rakyat yg dikorbankan.
Mengapa pemerintah gak isa meneruskan aset peninggalan belanda padahal kita hanya tinggal mewarisi tanpa pernah membangun..
Ditrek mau masuk kota tuban saya akhirnya berhenti dibawah tiang sinyal didepan tiang sinyal terdpt jembatan yg masih kokoh ditempat itu akhirnya saya menangis. Saya waktu itu berpikiran bagaimana anak2 tuban dimasa mendatang mereka tidak akan pernah tahu bahwa kota mereka pernah dilalui oleh ular besi. Padahal trek babat-tuban-lasem-rembang-pati-kudus-demak-smg ini merupakan trek strategis dimana posisi rel bersebelahan dng jalan deandles(jalur pantura). Apabila sekarang masih aktif mungkin kita akan melihat rangkaian kereta barang berjalan dari jkt-smg-sby sehari semalam 20 kali bahkan lebih. Karena trek tersebut trek paling strategis dari nilai ekonomi dibanding trek lainnya dipulau jawa. Tapi sayang itu semua tinggal memori jayalah keretaku karna jasamulah ladang rejeki tuhan banyak bertaburan di dalam tubuhmu mulai dari asongan,pengamen,sampai pencopet semua mengais rejeki ditubuhmu
jayalah keretaku,jayalah keretaku doa dan asaku mengiringimu disetiap putaran rodamu
Salam
sebenarnya masih banyak mas jalur kereta api yang hilang tidak hanya bubat-tuban sebagai dikota saya yogyakarta masih ada bekas peninggalan jalur antara kota jogja dengan kota bantul trus jogja - semarang itu semua terkalahkan karena adanya jalan raya yang nota bene juga mempengaruhi daya minat masyarakat untuk naik kereta api lagi sehingga lambat laun kereta api ditinggalan. Karena dulu pemerinrtah hanya melihat jangka pendeknya tidak melihat jangka panjangnya yang sekarang ini yang kita rasakan jalan semakin sempit dan polusi udara. Seandainya kita bisa kembali ke masa lampau alanglah senang sekali kita bisa merasakan jalur2 kereta api yang hilang. Ya... semoga jalur jalur KA yang mati dapat dihidupkan kembali ya semoga.....
berikut beberapa foto stasiun kota tuak Tuban yang telah ditinggalkan kereta api

buat yang ngasih saya foto ini, trimakasih banyak
ruang tunggu
tempat sampah
brangkas
pintu masuk
letak persisnya di sebelah mana tuh mas tasiunnya ???
(03-Jun-2009 17:12 PM)coret Wrote: [ -> ]letak persisnya di sebelah mana tuh mas tasiunnya ???
di jalan Basuki Rahmad mas, dari Sidodadi sedkit ke barat, terus ke selatan, ada gapura yang tulisanya PJKA, lurus saja, disitulah letak stasiunya, diantara rumah-rumah penduduk
lanjutan fotonya
tempat penjualan tiket
nama stasiun
jalur utama
emplasemen timur
emplasemen barat
jalur itu dulu nyambung ke jatirogo ato tidak ya??
ada yang punya info??
(05-Jun-2009 15:40 PM)coret Wrote: [ -> ]jalur itu dulu nyambung ke jatirogo ato tidak ya??
ada yang punya info??
Jalur Babat-Tuban rasanya tidak tembus ke Jatirogo, dengan demikian tidak ada jalur Tuban ke Lasem/Rembang. Jalur Babat-Tuban berhenti di Merak. Kalau ke Rembang, jalurnya Babat-Bojonegoro-Ponco-Jatirogo-Lasem-Rembang dst, yang beda jalur dengan Babat-Tuban.
Ada tanggapan?
Salam.
sya tambahin ye pic nya..
semuanya adl jalur babat-tuban yg melintasi sungai bengawan solo
(klik untuk memperbesar)
jembatan bengawan solo. udah jadi jembatan motor buat warga yg lewat ke desa sebelah..
Image hosted by kapanlagi.com
tampak dari arah barat
Image hosted by kapanlagi.com
Image hosted by kapanlagi.com
dari bawah jembatan
Image hosted by kapanlagi.com
dari bawah jembatan juga..
coba perhatikeun.. masih ada bekas dudukan relnya
Image hosted by kapanlagi.com
(06-Jun-2009 00:52 AM)grokmusic Wrote: [ -> ] (05-Jun-2009 15:40 PM)coret Wrote: [ -> ]jalur itu dulu nyambung ke jatirogo ato tidak ya??
ada yang punya info??
Jalur Babat-Tuban rasanya tidak tembus ke Jatirogo, dengan demikian tidak ada jalur Tuban ke Lasem/Rembang. Jalur Babat-Tuban berhenti di Merak. Kalau ke Rembang, jalurnya Babat-Bojonegoro-Ponco-Jatirogo-Lasem-Rembang dst, yang beda jalur dengan Babat-Tuban.
Ada tanggapan?
Salam.
Sepertinya memang tidak tembus kemana-mana, tapi sampai sekarang saya belum berhasil menemukan stasiun merakurak, mohon kalu ada rekan2 yang punya info lokasi tepatnya dimana, nanti saya akan coba telurusi.

Quote:Transportasi
14 TITIK REL MATI AKAN DIAKTIFKAN
Surabaya, Kompas - Pengalihan moda transportasi dari kendaraan yang melalui jalan raya ke kereta api harus menyiapkan infrastruktur yang memadai. Pihak-pihak terkait, yakni dinas perhubungan dan PT KA, tengah mengonservasi rel mati yang kini banyak dimanfaatkan untuk permukiman liar.
Kepala Subdinas Penyusunan Program Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi di Surabaya pada Kamis (9/3) mengatakan, terdapat 14 titik yang relnya tidak beroperasi. Untuk mengembangkan moda transportasi KA, rel-rel mati tersebut akan difungsikan kembali.
Rel mati tersebut di antaranya terdapat di Bojonegoro-Jatirogo, Madiun-Ponorogo, Mojokerto-Mojosari-Porong, Ploso-Mojokerto-Krian, Malang-Turen-Dampit, Malang-Pakis-Tumpang, Babad-Jombang, Babad- Tuban, dan Bangkalan-Kamal-Pamekasan. Khusus di Madura akan ditambah rel baru, yakni Pamekasan-Sumenep-Pelabuhan Kalianget.
"Saat ini kami melakukan studi kelayakan mengenai konservasi rel mati. Dananya akan mendapat bantuan dari pemerintah pusat. PT KA akan menangani masalah teknisnya," tuturnya.
Selain mengaktifkan rel mati, optimalisasi rel-rel yang masih aktif juga dilakukan, seperti sepanjang Surabaya - Banyuwangi
sumber: http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0603.../50505.htm
mohon kalau ada rekan-rekan yang punya info, tentang benar atau tidaknya berita ini, salam
nambahin foto lagi
dari jauh
lebih jauh

(23-Jun-2009 13:52 PM)fajar yoga w Wrote: [ -> ]memang bener, kalau tidak percaya buka http://www.dephub.go.id

BUAT PEMERINTAH ... ditunggu realisasinya, mudah2an bukan OMDO, sudah gak sabar nih, para RF menanti kembalinya kejayaan Kereta Api Indonesia dengan hidupnya jalur yang sudah lama mati ... suri, Majulah Kereta Api Indonesia ...
(23-Jun-2009 15:02 PM)Eko Budy Santoso Wrote: [ -> ] (23-Jun-2009 13:52 PM)fajar yoga w Wrote: [ -> ]memang bener, kalau tidak percaya buka http://www.dephub.go.id

BUAT PEMERINTAH ... ditunggu realisasinya, mudah2an bukan OMDO, sudah gak sabar nih, para RF menanti kembalinya kejayaan Kereta Api Indonesia dengan hidupnya jalur yang sudah lama mati ... suri, Majulah Kereta Api Indonesia ...
semoga memang benar-benar terealisasi, jadi tidak sabar menanti Kereta Api lewat di pinggir jalan raya pantura
hidup Kereta Api Indonesia...
(23-Feb-2009 14:12 PM)Semutsdt Wrote: [ -> ]Met kenal aja sebelumnya, saya pendatang baru diS35. Singkat cerita
3harian penuh di tahun 1990 waktu saya masih sekolah kelas 3Smp saya pernah mblusukan sendiri di jalur babat-tuban sejauh 25km.
Saya waktu itu mempunyai pikiran kenapa aset yg sebegitu besarnya dibiarkan mangkrak ama pjka/pemerintah. Padahal belanda mbangun rel tsb bny rakyat yg dikorbankan.
Mengapa pemerintah gak isa meneruskan aset peninggalan belanda padahal kita hanya tinggal mewarisi tanpa pernah membangun..
Ditrek mau masuk kota tuban saya akhirnya berhenti dibawah tiang sinyal didepan tiang sinyal terdpt jembatan yg masih kokoh ditempat itu akhirnya saya menangis. Saya waktu itu berpikiran bagaimana anak2 tuban dimasa mendatang mereka tidak akan pernah tahu bahwa kota mereka pernah dilalui oleh ular besi. Padahal trek babat-tuban-lasem-rembang-pati-kudus-demak-smg ini merupakan trek strategis dimana posisi rel bersebelahan dng jalan deandles(jalur pantura). Apabila sekarang masih aktif mungkin kita akan melihat rangkaian kereta barang berjalan dari jkt-smg-sby sehari semalam 20 kali bahkan lebih. Karena trek tersebut trek paling strategis dari nilai ekonomi dibanding trek lainnya dipulau jawa. Tapi sayang itu semua tinggal memori jayalah keretaku karna jasamulah ladang rejeki tuhan banyak bertaburan di dalam tubuhmu mulai dari asongan,pengamen,sampai pencopet semua mengais rejeki ditubuhmu
jayalah keretaku,jayalah keretaku doa dan asaku mengiringimu disetiap putaran rodamu
sewaktu aku masih kecil aku perah lihat bb301geret krd baru keluar dari jembatan
sangat menyedihkan liat foto foto di atas. kenapa hanya menjaga dan melestarikan saja tidak sanggup bangsa kita ini.gimana kalau suruh membangaun dari 0 .bangsa yang besar adalah bangsa yang melestarikan aset aset yang ikut menjadi saksi perjalanan berdirinya suatu bangsa .