Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Pengalaman Ketinggalan Kereta,..
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Kalo saya pernah ketinggalan Gumarang waktu mau ke Bojonegoro. Gara-garanya jalan dari depok ke senen macet banget.
Alhasil oleh pihak stasiun senen diperbantukan sampai Semarang dengan diangkut menggunakan Senja Utama Semarang.
Setelah sampai semarang nyambung lagi KA Fider ke Bojonegoro.
Tetapi akibat dari terlambatnya KA Senja Utama saya nyasris ketinggalan KA feeder.
Untungnya, kereta feeder tersebut ngaret, jadi pas sampe Poncol dari Tawang, masih kebagian kereta.
Ajaibnya, walaupun beli paling terakhir, tapi saya masih kebagian duduk. Padahal biasanya kereta itu penuh sesak.
@ aiysoygeboy > Ma'af baru dibales... stl hampir 1 tahun lamanya... ^,^ Seinget aku sih waktu itu beli yg baru lagi alias iya dobel tiket... Kalo gak salah inget wkt itu aku blm tau kalau mau ganti klas atau pun jurusan yg harganya lebih mahal atau murah bisa cuma nambahin atau ngurangin bbrp Rupiah aja dg karcis yg dah kita pegang (asal blom dilubangin).

Trus yg di tahun 2000 aku blom cerita yah? Waktu mau ke Yogya naik Taksaka pagi. Pintu selatan Gambir itu pintu masuk kala itu. Yg utara pintu keluar. Aku kira dari 2 pintu kita bisa bebas keluar - masuk. Jadwal dah semakin mendekat jam 7 pagi (kala itu Taksaka brangkat 7.10 kalo gak salah inget). Kami yg di lt. 1 (plg bwh lt. 1, bkn lt. dasar) blom masuk ke araea emplasemen. Panik gak ketulungan krn aku yg nyari anggota keluarga yg terpencar mau ke peron di lt. 3. Jam udah nunjukkin jam 7 1/4an. Untung aja si Taksaka telat berangkat, malah diduluin Argo Dwipangga (KA ini dah bukan "Dwipangga" lagi namanya). Bayangin kalau sampe tepat waktu, berapa anggota keluarga yg telat berangkat alias batal ke Yogya yah???[Image: overstappen.png]
@ pecintabordes > Bisa tolong diperjelas mas kala itu dari Depok berangkat jam brapa, lewat ruas jalan mana aja, sampe Ps. Senen jam brapa (Gumarang brangkat dr Senen?). Biar mungkin aku bisa menganalisa kenapa separah itu perjalanan ke arah Ps. Senen. Biar temen2 yg punya pengalaman hampir sama bisa jadi tahu.
Tadi pas mengantar orang tua saya, ada kejadian cukup unik. Semestinya mereka berangkat naik KA Turangga. Tapi pas tiketnya dilihat porter, rupanya itu tekt Argo Wilis!!!
Wah, otomatis tiket itu sudah hangus. Usut-punya-usut, rupanya saat Ibu saya membeli tiket, tidak dilihat kalau di tiket itu tertulis tiket Argo Wilis. Ibu saya berasumsi begitu karena di formulir pemesanan yang ditulis Ibu saya adalah KA Turangga. Tapi sama petugasnya, ditulis Argo Wilis, dan itu tidak di dobule check...

Memang PT KA selalu punya celah untuk mengecewakan pengguna jasanya...
Aku pernah ketinggalan kereta 2 kali, hampir ketinggalan kereta 1 kali

2 kali ketinggalan kereta dengan nama kereta yang sama: RAPIH DHOHO


Waktu kelas 3 SMA dulu aku tidur di rumah temanku di BL, dan jarak antara rumah temanku dengan sta. BL sekitar 1 km. Aku sendiri sih yakin kalo nanti ga bakal ketinggalan kereta. Jam 03.00 kami berangkat dari rumah temanku, tapi ada 1 temanku yang (maaf) buang hajat dulu, jadi kami benar2 berangkat jam 03.30. Ternyata barang bawaan temanku berat sekali, jadi perjalanan menjadi moloooorrr banget. Walhasil, ketika kami masuk sta. BL dari belakang (sub dipo lok), terlihat sinyal keluar arah KD sudah dibuka. Aku masih sempat nggandhol untuk naik ke kereta. Namun apa daya, temanku yang ingin naik KA Rapih Dhoho salah satu barangnya masih dibawa oleh temanku yang ada di belakangku. Jadi, batallah kami naik Rapih Dhoho yang waktu itu berangkat pukul 04.10....Sedih

1 bulan kemudian, saat aku di KD, aku berencana pulang ke SB memakai KA Rapih Dhoho yang jam 11.25. Sebenarnya dari rumah temanku aku sudah mencak2 agar cepat berangkat, namun temanku bilang, " Santai aja, paling2 molor..." Dan dugaanku tepat. KA Rapih Dhoho tidak molor. Kurang sedikit lagi sta. KD, pintu PJL sudah menutup... Lemaslah saya untuk menunggu Rapih Dhoho yang jam 2....Sedih

Yang terakhir ini hampir aja telat naik Komuter gara2 ngga ada angkot...


Sori kepanjangan....
(08-01-2011, 12:20 PM)ignatius Wrote: [ -> ]Aku pernah ketinggalan kereta 2 kali, hampir ketinggalan kereta 1 kali

2 kali ketinggalan kereta dengan nama kereta yang sama: RAPIH DHOHO


Waktu kelas 3 SMA dulu aku tidur di rumah temanku di BL, dan jarak antara rumah temanku dengan sta. BL sekitar 1 km. Aku sendiri sih yakin kalo nanti ga bakal ketinggalan kereta. Jam 03.00 kami berangkat dari rumah temanku, tapi ada 1 temanku yang (maaf) buang hajat dulu, jadi kami benar2 berangkat jam 03.30. Ternyata barang bawaan temanku berat sekali, jadi perjalanan menjadi moloooorrr banget. Walhasil, ketika kami masuk sta. BL dari belakang (sub dipo lok), terlihat sinyal keluar arah KD sudah dibuka. Aku masih sempat nggandhol untuk naik ke kereta. Namun apa daya, temanku yang ingin naik KA Rapih Dhoho salah satu barangnya masih dibawa oleh temanku yang ada di belakangku. Jadi, batallah kami naik Rapih Dhoho yang waktu itu berangkat pukul 04.10....Sedih

1 bulan kemudian, saat aku di KD, aku berencana pulang ke SB memakai KA Rapih Dhoho yang jam 11.25. Sebenarnya dari rumah temanku aku sudah mencak2 agar cepat berangkat, namun temanku bilang, " Santai aja, paling2 molor..." Dan dugaanku tepat. KA Rapih Dhoho tidak molor. Kurang sedikit lagi sta. KD, pintu PJL sudah menutup... Lemaslah saya untuk menunggu Rapih Dhoho yang jam 2....Sedih

Yang terakhir ini hampir aja telat naik Komuter gara2 ngga ada angkot...


Sori kepanjangan....

kalo saya jadi anda sh temenya tak jedukin aja, hahaha
dulu paling sering ketinggalan Parahyangan GMR-BD.
tp ya sbg RF gak mslh.
nunggu Parahyangan yg selanjutnya sambil liat2 KA yg keluar masuk di GMR.
(08-01-2011, 12:33 PM)shinkanseinz Wrote: [ -> ]
(08-01-2011, 12:20 PM)ignatius Wrote: [ -> ]Aku pernah ketinggalan kereta 2 kali, hampir ketinggalan kereta 1 kali

2 kali ketinggalan kereta dengan nama kereta yang sama: RAPIH DHOHO


Waktu kelas 3 SMA dulu aku tidur di rumah temanku di BL, dan jarak antara rumah temanku dengan sta. BL sekitar 1 km. Aku sendiri sih yakin kalo nanti ga bakal ketinggalan kereta. Jam 03.00 kami berangkat dari rumah temanku, tapi ada 1 temanku yang (maaf) buang hajat dulu, jadi kami benar2 berangkat jam 03.30. Ternyata barang bawaan temanku berat sekali, jadi perjalanan menjadi moloooorrr banget. Walhasil, ketika kami masuk sta. BL dari belakang (sub dipo lok), terlihat sinyal keluar arah KD sudah dibuka. Aku masih sempat nggandhol untuk naik ke kereta. Namun apa daya, temanku yang ingin naik KA Rapih Dhoho salah satu barangnya masih dibawa oleh temanku yang ada di belakangku. Jadi, batallah kami naik Rapih Dhoho yang waktu itu berangkat pukul 04.10....Sedih

1 bulan kemudian, saat aku di KD, aku berencana pulang ke SB memakai KA Rapih Dhoho yang jam 11.25. Sebenarnya dari rumah temanku aku sudah mencak2 agar cepat berangkat, namun temanku bilang, " Santai aja, paling2 molor..." Dan dugaanku tepat. KA Rapih Dhoho tidak molor. Kurang sedikit lagi sta. KD, pintu PJL sudah menutup... Lemaslah saya untuk menunggu Rapih Dhoho yang jam 2....Sedih

Yang terakhir ini hampir aja telat naik Komuter gara2 ngga ada angkot...


Sori kepanjangan....

kalo saya jadi anda sh temenya tak jedukin aja, hahaha

sekedar cerita aja, emang waktu itu aku mau nangis di tempat waktu ketinggalan kereta, dan karena KA Penataran udah mau berangkat, jadi aku urungkan niat buat ngasi 'pelajaran' buat temenku....
(cz sebetulnya aku mau ke SB pake Rapih Dhoho, sekalian nganterin temenku ke KD, tapi gara2 itu tadi, temenku malah naik bis, dan aku naek KA Penataran ama temenku yg laen...)

BTT yuk....
Ada satu cerita perihal ketinggalan KA yang saya alami, yang menunjukkan ketidak dewasaan seorang railfans, biarpun yang bersangkutan sudah berumur 40an dan sudah punya anak.

Ceritanya suatu hari di akhir minggu saya berniat untuk mengunjungi seorang tokoh KA model terkenal yang punya layout besar di Bekasi. Karena saya tidak tahu tempatnya, saya meminta bantuan seorang railfans senior (Yang tidak dewasa itu) untuk membantu menunjukkan jalan.
Awalnya dia setuju untuk mengasih tahu jalan, tapi tidak memberi tahu dulu dimana kita akan ketemuan.

Waktu itu saya berangkat dari Bandung naik KA PArahyangan pagi (yang berangkat sekitar jam 6-7 dari Bandung), dan sampai ke Bekasi sekitar jam 10an. Sebelum memasuki Bekasi, saya menelepon yang bersangkutan, ketemuan dimana. Diluar dugaan saya, dia meminta saya untuk ketemuan di Ciputat saja.
Karena saya tidak tahu Ciputat (yang letaknya ternyata jauh sekali), akhirnya saya menuruti petunjuknya orang itu. Saya juga dengan gegabah menuruti petunjuknya untuk mencegat bis dari halte bis yang jauh sekali dari stasiun Gambir (sehingga saya berjalan di bawah gerimis mengelilingi areal Monas).
Perjalanan bis lama sekali, karena macet di hari minggu di sekitar jalan Thamrin, Jenderal Sudirman, hingga blok M.

Padahal di kantong saya sudah ada tiket KA Parahyangan balik pukul 3/4 sore dari Jakarta.

Setelah 3 jam perjalanan dari Monas ke Ciputat, saya menunggu kawan saya ini di sebuah perempatan di daerah Ciputat (sesuai arahan dia). Saya menunggu lama sekali di bawah terik sinar matahari. Sejam lebih begitu. Heran
Tadinya saya pikir dia akan datang dengan menggunakan mobil, tapi ternyata datang naik angkot!

Dan saat ketemu, dia bilang kalau dia kepikiran untuk mentraktir saya menginap di rumahnya, sambil melihat koleksi KA model di rumahnya. Waktu itu sudah pukul 1 siang, dan saya menolak halus. Sewaktu saya bilang kalau sudah mengantongi tiket balik, dia terkejut dan berkata "Wah, saya pikir mau menginap segala?" Waduh, orang ini kayaknya tidak bisa menghargai orang lain, pikir saya.

Kamipun naik angkot dari Ciputat ke Bekasi, melewati banyak areal macet dan jalan rusak. Saya melihat jam, sudah jam 1.30 dan kuatir kalau nanti ketinggalan kereta. Dia malah berkata "Santai aja, kereta biasanya kan suka telat? Lagian ngapain juga loe beli tiket balik?" Dalam hati saya agak tersinggung dengan ucapannya. Red Bull Apa dia nggak tahu kalau KA sekarang makin sering on time, dan pembelian tiket balik di Gambir terkenal susah sekali?

Setelah berjam-jam naik angkot, dan bolak-balik pindah kendaraan, akhirnya kita sampai juga ke rumah sang pemilik KA model itu. Jam sudah menunjukkan jam 2 lebih.

Saya cukup terkesan dengan segala suguhan KA model, dan cemilan yang banyak sekali. Saya sebenarnya pingin lebih lama dirumah bapak yang punya KA model itu (Sekalian uji coba loko saya). Tapi sayang seribu sayang, waktu tinggal 15 menit lagi sebelum KA saya berangkat.

Akhirnya saya pamit kepada semua, dan langsung naik ojek. Saya pikir dari rumahnya ke stasiun Bekasi dekat. Rupanya tidak! Ada durasi 45 menit perjalanan!

Otomatis akhirnya saya terlambat naik KA Parahyangan, dan terpaksa naik KA Argo Gede yang datang setelah itu. MAsih untung pak kondektur tak menagih saya...

Pelajaran dari kejadian ini adalah, di Jakarta masih ada saja orang-orang yang merasa dirinya sok benar dan tak punya empati dengan orang lain. Sehingga akibat dari ulahnya railfans tua kekanak-kanakan itu, saya jadi terlambat naik KA.

Kalau misalnya ada yang kurang berkenan, saya mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya.
saya pernah ketinggalan kereta terakhir ke MRI dari BOO..
cuma telat 5 menit, mesti keluarin ongkos 5X lipat
(08-01-2011, 02:50 PM)bagus70 Wrote: [ -> ]Ada satu cerita perihal ketinggalan KA yang saya alami, yang menunjukkan ketidak dewasaan seorang railfans, biarpun yang bersangkutan sudah berumur 40an dan sudah punya anak.

Ceritanya suatu hari di akhir minggu saya berniat untuk mengunjungi seorang tokoh KA model terkenal yang punya layout besar di Bekasi. Karena saya tidak tahu tempatnya, saya meminta bantuan seorang railfans senior (Yang tidak dewasa itu) untuk membantu menunjukkan jalan.
Awalnya dia setuju untuk mengasih tahu jalan, tapi tidak memberi tahu dulu dimana kita akan ketemuan.

Waktu itu saya berangkat dari Bandung naik KA PArahyangan pagi (yang berangkat sekitar jam 6-7 dari Bandung), dan sampai ke Bekasi sekitar jam 10an. Sebelum memasuki Bekasi, saya menelepon yang bersangkutan, ketemuan dimana. Diluar dugaan saya, dia meminta saya untuk ketemuan di Ciputat saja.
Karena saya tidak tahu Ciputat (yang letaknya ternyata jauh sekali), akhirnya saya menuruti petunjuknya orang itu. Saya juga dengan gegabah menuruti petunjuknya untuk mencegat bis dari halte bis yang jauh sekali dari stasiun Gambir (sehingga saya berjalan di bawah gerimis mengelilingi areal Monas).
Perjalanan bis lama sekali, karena macet di hari minggu di sekitar jalan Thamrin, Jenderal Sudirman, hingga blok M.

Padahal di kantong saya sudah ada tiket KA Parahyangan balik pukul 3/4 sore dari Jakarta.

Setelah 3 jam perjalanan dari Monas ke Ciputat, saya menunggu kawan saya ini di sebuah perempatan di daerah Ciputat (sesuai arahan dia). Saya menunggu lama sekali di bawah terik sinar matahari. Sejam lebih begitu. Heran
Tadinya saya pikir dia akan datang dengan menggunakan mobil, tapi ternyata datang naik angkot!

Dan saat ketemu, dia bilang kalau dia kepikiran untuk mentraktir saya menginap di rumahnya, sambil melihat koleksi KA model di rumahnya. Waktu itu sudah pukul 1 siang, dan saya menolak halus. Sewaktu saya bilang kalau sudah mengantongi tiket balik, dia terkejut dan berkata "Wah, saya pikir mau menginap segala?" Waduh, orang ini kayaknya tidak bisa menghargai orang lain, pikir saya.

Kamipun naik angkot dari Ciputat ke Bekasi, melewati banyak areal macet dan jalan rusak. Saya melihat jam, sudah jam 1.30 dan kuatir kalau nanti ketinggalan kereta. Dia malah berkata "Santai aja, kereta biasanya kan suka telat? Lagian ngapain juga loe beli tiket balik?" Dalam hati saya agak tersinggung dengan ucapannya. Red Bull Apa dia nggak tahu kalau KA sekarang makin sering on time, dan pembelian tiket balik di Gambir terkenal susah sekali?

Setelah berjam-jam naik angkot, dan bolak-balik pindah kendaraan, akhirnya kita sampai juga ke rumah sang pemilik KA model itu. Jam sudah menunjukkan jam 2 lebih.

Saya cukup terkesan dengan segala suguhan KA model, dan cemilan yang banyak sekali. Saya sebenarnya pingin lebih lama dirumah bapak yang punya KA model itu (Sekalian uji coba loko saya). Tapi sayang seribu sayang, waktu tinggal 15 menit lagi sebelum KA saya berangkat.

Akhirnya saya pamit kepada semua, dan langsung naik ojek. Saya pikir dari rumahnya ke stasiun Bekasi dekat. Rupanya tidak! Ada durasi 45 menit perjalanan!

Otomatis akhirnya saya terlambat naik KA Parahyangan, dan terpaksa naik KA Argo Gede yang datang setelah itu. MAsih untung pak kondektur tak menagih saya...

Pelajaran dari kejadian ini adalah, di Jakarta masih ada saja orang-orang yang merasa dirinya sok benar dan tak punya empati dengan orang lain. Sehingga akibat dari ulahnya railfans tua kekanak-kanakan itu, saya jadi terlambat naik KA.

Kalau misalnya ada yang kurang berkenan, saya mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya.

kayaknya saya pernah membaca cerita ini sebelumnya deh
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20