22-Aug-2011, 10:15 AM
23-Aug-2011, 19:22 PM
Hmm saya kurang tau dengan daerah Jabotabek sih... kawasan Bambu Apus tuh di daerah mana ya? Dekat nya dengan stasion mana?
24-Aug-2011, 10:38 AM
(23-Aug-2011 19:22 PM)RA@Bandung Wrote: [ -> ]Hmm saya kurang tau dengan daerah Jabotabek sih... kawasan Bambu Apus tuh di daerah mana ya? Dekat nya dengan stasion mana?
Bambu Apus itu daerah Cipayung, lebih deket ke tol tapi jauh ke stasiun
24-Aug-2011, 10:51 AM
wah, berarti pak akbar faisal sudah tidak naik krl lagi ya? tapi yang penting tetap memperjuangkan aspirasi masyarakat pengguna krl di dpr.
"Out of Topic"
kalo bambu apus itu taman mini terus kearah timur lewat tol jorr. nggak jauh dari tmii paling cuma 5km. tepatnya km 34-35 tol jorr.
kalau kita mengarah ke barat sekitar 7 km, maka akan memotong rel krl koridor bogor di tanjung barat.
"Out of Topic"
kalo bambu apus itu taman mini terus kearah timur lewat tol jorr. nggak jauh dari tmii paling cuma 5km. tepatnya km 34-35 tol jorr.
kalau kita mengarah ke barat sekitar 7 km, maka akan memotong rel krl koridor bogor di tanjung barat.
24-Aug-2011, 11:21 AM
makanya pemilu besok, pilih om hedwig.... mau ya om, jadi wakil RF hehehe.........
siapa tahu bisa ngajak anggota DPR buat naek krl... hehehe..... in our dream only kali ye..... orang mereka pertama dilantik aja yang dipusingin kendaraan dinas.... perlu banyak orang2 yang idealis untuk mengajak mereka naek public transport....
siapa tahu bisa ngajak anggota DPR buat naek krl... hehehe..... in our dream only kali ye..... orang mereka pertama dilantik aja yang dipusingin kendaraan dinas.... perlu banyak orang2 yang idealis untuk mengajak mereka naek public transport....
24-Aug-2011, 12:16 PM
mudah2an bang Akbar pindah bukan karena KRL Ekspress di hapus jadi CL trus ngambek pindah ke Bambu Apus
hehehehehe....
hehehehehe....24-Aug-2011, 13:45 PM
(24-Aug-2011 12:16 PM)bonbon Wrote: [ -> ]mudah2an bang Akbar pindah bukan karena KRL Ekspress di hapus jadi CL trus ngambek pindah ke Bambu Apushehehehehe....
momen pindahnya kok ya pas banget dengan tamatnya ekspress ......

mudah2an tetap peduli dengan transportasi massal ........
14-Oct-2011, 00:48 AM
apakah dengan CL sistem KRL jabotabek menjadi tertib
terutama : KRL CL ke bogor sore hari
terutama : KRL CL ke bogor sore hari

14-Oct-2011, 20:28 PM
Wah salut juga masih ada politisi yang mau peduli untuk naik KA, daripada ke kantor pake tiut-tiut voorijder.
14-Oct-2011, 23:12 PM
nih beneran apa cuma pencitraan belaka? 

15-Oct-2011, 14:54 PM
anggota dpr itu sudah disediakan rumah dinas di dekat kalibata malah ada stasiun pedurenan kalibatanya...
mustinya ...bisa naik krl dari sini sampai ke sta palmerah..
cuma entah mengapa atau gengsi..tak banyak yg tinggal di komp dpr ini....setiap habis pemilu...rumah2 ini dikosongkan dari penghuni lama lalu di renovasi per rumah malah kemarin lebih dari 1 M?????
mustinya ...bisa naik krl dari sini sampai ke sta palmerah..
cuma entah mengapa atau gengsi..tak banyak yg tinggal di komp dpr ini....setiap habis pemilu...rumah2 ini dikosongkan dari penghuni lama lalu di renovasi per rumah malah kemarin lebih dari 1 M?????
20-Oct-2011, 12:58 PM
kalaupun ada, itu biasanya hanya untuk pencitraan diri
apalagi pas mau pemilu legislatif
........
apalagi pas mau pemilu legislatif
........
07-Jan-2012, 17:37 PM
"Out of Topic"
Bambang Mulai Tinggalkan Angkutan Kereta Api (Click to View)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rosyid, tukang ojek langganan yang mengantar Bambang ke stasiun Depok, mengaku sedih kehilangan salah satu pelanggan setianya. Rosyid memang setia mengantarkan wakil ketua KPK itu menuju Stasiun Depok atau tempat lainnya. "Terakhir, Senin (2/1/2012) lalu, saya antar Pak Bambang ke stasiun," kata Rosyid ketika ditemui di rumahnya, tidak begitu jauh dari kediaman Bambang.
Bapak dua anak itu tidak menyangka pelanggannya itu menggunakan plotokoler mulai pekan ini. Ia mengaku tidak pernah mendapatkan rencana protokoler dari Bambang sebelumnya. "Saat hari Selasa (3/1/2012), pagi-pagi saya keluarin motor saya, menunggu Pak Bambang, tapi ternyata ada mobil di depan rumahnya, terus keluar lelaki yang mengenalkan diri sebagai sopir Pak Bambang mulai sekarang," kata Rosyid yang mengaku sedang meriang.
Rosyid mendapatkan informasi sopir itu merupakan petugas kepolisian. Sang sopir berasal dari Bekasi yang juga sedang mencari rumah kontrakan di sekitar kediaman Bambang Widjojanto. "Mungkin, kalau Pak Bambang tetap naik kereta, susah pengamanannya. Kan harus banyak pengawalnya. Tapi saya tetap mengantarkan anaknya kalau pergi sekolah atau les," imbuh Rosyid.
Rosyid menceritakan perilaku Bambang berubah saat namanya terpilih sebagai Ketua KPK. Bambang yang dikenal sebagai sosok yang senang bercanda dan sering mengobrol menjadi lebih pendiam. "Setelah terpilih jadi pendiam, biasanya suka becanda sama orang. Sekarang bicara seperlunya," kata Rosyid.
Pria yang menjadi tukang ojek lebih dari 10 tahun itu mengatakan di hari terakhir ia mengantarkan Bambang ke stasiun, tidak ada pembicaraan panjang di antara keduanya. Rosyid juga mengaku agak sunkan ketika menyodorkan kuitansi perbaikan atap masjid An-Nur. Bambang memang menjadi penyumbang terbesar masjid tersebut. "Saya langsung kasih kuitansi itu, terus dia cuma jawab iya, sedikit sekali bicaranya," ujar Rosyid.
Karena penasaran dengan sikap Bambang, Rosyid pun menanyakan hal tersebut kepada anak Bambang, Bayuni Izzat Nabilah saat mengantar menuju les. "Abi (Bambang, sebutan nama ayah) tidak berubah, masih sering ngobrol om kalau di rumah," kata Rosyid menirukan ucapan Izzat.
Rosyid akhirnya tidak berpikir negatif mengenai perubahan sikap pelanggannya itu. Ia menduga Bambang kini memiliki tanggung jawab besar sebagai pimpinan KPK. Bambang, kata Rosyid, juga sering pulang larut malam.
"Coba lihat, semua masyarakat menaruh harapan ke KPK. Sekarang kasusnya besar-besar dari Nunun (Nurbaetie) sampai Nazaruddin. Itu yang harus dituntaskan," tukas Rosyid.
Bapak dua anak itu tidak menyangka pelanggannya itu menggunakan plotokoler mulai pekan ini. Ia mengaku tidak pernah mendapatkan rencana protokoler dari Bambang sebelumnya. "Saat hari Selasa (3/1/2012), pagi-pagi saya keluarin motor saya, menunggu Pak Bambang, tapi ternyata ada mobil di depan rumahnya, terus keluar lelaki yang mengenalkan diri sebagai sopir Pak Bambang mulai sekarang," kata Rosyid yang mengaku sedang meriang.
Rosyid mendapatkan informasi sopir itu merupakan petugas kepolisian. Sang sopir berasal dari Bekasi yang juga sedang mencari rumah kontrakan di sekitar kediaman Bambang Widjojanto. "Mungkin, kalau Pak Bambang tetap naik kereta, susah pengamanannya. Kan harus banyak pengawalnya. Tapi saya tetap mengantarkan anaknya kalau pergi sekolah atau les," imbuh Rosyid.
Rosyid menceritakan perilaku Bambang berubah saat namanya terpilih sebagai Ketua KPK. Bambang yang dikenal sebagai sosok yang senang bercanda dan sering mengobrol menjadi lebih pendiam. "Setelah terpilih jadi pendiam, biasanya suka becanda sama orang. Sekarang bicara seperlunya," kata Rosyid.
Pria yang menjadi tukang ojek lebih dari 10 tahun itu mengatakan di hari terakhir ia mengantarkan Bambang ke stasiun, tidak ada pembicaraan panjang di antara keduanya. Rosyid juga mengaku agak sunkan ketika menyodorkan kuitansi perbaikan atap masjid An-Nur. Bambang memang menjadi penyumbang terbesar masjid tersebut. "Saya langsung kasih kuitansi itu, terus dia cuma jawab iya, sedikit sekali bicaranya," ujar Rosyid.
Karena penasaran dengan sikap Bambang, Rosyid pun menanyakan hal tersebut kepada anak Bambang, Bayuni Izzat Nabilah saat mengantar menuju les. "Abi (Bambang, sebutan nama ayah) tidak berubah, masih sering ngobrol om kalau di rumah," kata Rosyid menirukan ucapan Izzat.
Rosyid akhirnya tidak berpikir negatif mengenai perubahan sikap pelanggannya itu. Ia menduga Bambang kini memiliki tanggung jawab besar sebagai pimpinan KPK. Bambang, kata Rosyid, juga sering pulang larut malam.
"Coba lihat, semua masyarakat menaruh harapan ke KPK. Sekarang kasusnya besar-besar dari Nunun (Nurbaetie) sampai Nazaruddin. Itu yang harus dituntaskan," tukas Rosyid.
21-Jan-2012, 16:49 PM
Pertanyaan ane simple aja, Kok baru sekarang-sekarang yah naik KRL dulu-dulu naik apa? dan aneh nya kenapa pas saat-saat moment Loop Line mereka-mereka pada berboyong-boyong naik KRL? ada udang di balik bawaan. 100% ane udah gak percaya sama pemerintah Indonesia!!! mau tingkat kecil sampai yang paling tertinggi, Ane cuma membela ribuaan rakyat yang pada naik ekonomi sampai2 mempertaruhkan nyawa, Gak penting banget ya mereka mau naik KRL and mau Naik apa kek, CEKIDOT lah di TKP