(18-05-2010, 07:13 PM)Logawa_exp Wrote: [ -> ]wah kalo wifi di Argo Lawu, ane lum tahu...
tapi kalo di gajayana,ane pernah coba, tapi ga bisa connect internet..
momods skalian, numpang OOT buat njawab:
masalahnya suda berada d rangkaian yg bnerkah akang?
karna gajayana yg uda ada wi fi nya kan baru 1 rangkaian & d kasi tanda '*'
yg artinya syarat & ketentuan berlaku & berkaitan dengan pihak reskanya
yukz ah, uda
kjadian cukup melatih jantung terjadi pada KA 7 hari senen (17 mei 2010) saat KA 7 terpaksa BLB d sta CN sekitar jam 1.42 siank karna ada perbaikan rem block & per boggie d spoor 3, rupanya terjadi human error & hampir mengakibatkan PLH (ato kjadian sperti ini termasuk hanya rinja? harap d koreksi klo salah sebut sbagai PLH)
sekitar stelah 5-8mnit perbaikan masi d lakukan & mengingat keadaan PPKA sta CN mungkin saat itu sangat crowded dengan banyak jadwal KA yg terhambat masuk slama beberapa hari itu & juga dengan harus menaruh fokus perhatian pandangan & pendengarang karna adanya perbaikan spoor 1, PPKA rupanya melakukan human error yg cukup fatal d susul dengan kelalian mass & stocker KA 7 sendiri.
sesaat PPKA memberi pengumuman pada mass & stocker KA 7 yg berbunyi "Jalur 3 kereta api argo lawu setelah selesai perbaikan PUK dipersiapkan berangkat kembali, dari jalur 3 argo lawu dari SLO tujuan GMR persiapan berangkat"
sementara dinas PUK saat itu masi melaksanakan perbaikan d sela2 boggie KA & kesalahan PPKA terjadi saat memberikan aspek signal hijau, sementara blum ada konfirmasi dari PUK, diiringi dengan pengumuman yg berbunyi "jalur 3 mass KA 7 masi belum d berangkatkan, menunggu selesai dinas PUK"
Entah apa yg terdengar d kabin lok KA 7, tiba2 mass KA 7 memberikan Semboyan 35 & petugas PPKA pun mengulangi pengumuman terakhir dengan lebih keras, namun mass KA 7 tetap menthrotle lok CC 204 08nya, sampai petugas PUK yg masi berada d sela2 boggie rel (sekitar 5 orang d bawah K1 yg berbeda) ada yg kaget & loncat, ada yg sampai teriak. Namun tampaknya mass KA 7 masi blum sadar meskipun sampai petugas PPKA mengulang pengumuman itu 2x lagi dengan suara yg menghentak. Setelah rangkaian beranjak sekitar 1 kereta, petugas PPKA merubah aspek signal secara mendadak menjadi merah kembali & hampir mengejar KA 7 dengan bendera merah (lupa itu semboyan berapa) KA baru berhenti.
Semua petugas PUK yg ada marah & mass pun kena omel & semua pedagang asongan serta penumpang KA 17 & 117 yg hari itu terlambat yg mengetahui apa yg terjadi smua tercengang kaget. Satu kesalahan fatal yg bisa merenggut nyawa bagi mass & stocker karna membunyikan Semboyan 35 & menjalankan loknya tanpa memastikan & melongok sama skli apakah s40 & 41 sudah ada d berikan d belakangnya. Sementara bagi PPKA sendiri terlalu cepat memberikan aspek signal hijau sebelum saatnya, yaitu sebelum dinas PUK selesai
