Semboyan35, Indonesian Railfans

Full Version: Liputan Perjalanan
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
Warteg Wrote:TawangJaya gak berhenti Normal di Gambringan ya .........?

Untuk KA Tawang Jaya hanya sampai Semarang Poncol , yang berhenti di normal di Gambringan ya KA Feeder Tawang Jaya relasi Semarang Poncol - Bojonegoro , tetapi sekarang sudah tidak di sambung ke rangkaian Tawang Jaya lagi , penumpang pindah kereta,

(05-Sep-2011 01:06 AM)BAMBANG EKO Wrote: [ -> ]
Warteg Wrote:TawangJaya gak berhenti Normal di Gambringan ya .........?

Untuk KA Tawang Jaya hanya sampai Semarang Poncol , yang berhenti di normal di Gambringan ya KA Feeder Tawang Jaya relasi Semarang Poncol - Bojonegoro , tetapi sekarang sudah tidak di sambung ke rangkaian Tawang Jaya lagi , penumpang pindah kereta,

Ya maksud saya itu Feeder TawangJaya, kan dulu kabarnya sampai ke CU juga Tersenyuum
KertaJaya gak berhenti normal di Gambringan ya ? Gembira






Jalur KA menuju stasiun Ngrombo yang sehari2 nya dilintasi KA ABA , Kertajaya , Gumarang . Sembrani , Rajawali . Parcel . ONS , Feeder TJ , Blora Jaya dan beberapa KA Barang


Jalur rel yang sudah diganti bantalan beton ini menuju Stasiun Gundih yang jaraknya sekitar 10 Km dari Gambringan , sayang sekali belum digunakan maksimal , hanya untuk lintas rangkaian KA Barang .


Pandangan dari arah barat stasiun Gambringan di mana kedua jalur KA dari Gundih dan Ngrombo bertemu tepat di depan sinyal masuk Stasiun Gambringan


Dari arah Gundih masuk ke Gambringan , bantalan beton dengan tipe R 42 yang beberapa waktu silam sempat dilintasi oleh KRDI Joglosemar atau Banyubiru relasi Semarang Poncol - Yogyakarta ini kini sunyi tiada henti,


Pandangan dari arah barat . Sinyal Masuk Stasiun Gambringan , yang dekat dari arah Ngrombo - dan yang jauh dari arah Gundih , Sinyal Mekanik dan Elektrik .




Akhirnya kedua Jalur Rel ini pun bersatu dalam kebersamaan , saling bersama-sama memasuki areal stasiun Gambringan.


Kedua rel ini , yang ramai dan yang sepi seiring sejalan seirama memasuki area stasiun Gambringan yang ketinggian 40 m dpl


yang kanan ke Gundih , yang kiri ke Ngrombo s/d Semarang





setelah penantian yang melelahkan , akhirnya muncul KA Feeder Tawang Jaya relasi Bojonegoro - Semarang Poncol yang terlihat membawa 4 K3 plus 1 Bagasi dihela lok CC 201




berdasarkan informasi di stasiun Gambringan , KA Feeder Tawang Jaya ini sekarang sudah tidak disambungkan lagi pada rangkaian KA Tawang Jaya yang stand by di stasiun Semarang Poncol , bahkan penumpang tujuan Pasarsenen dianjurkan untuk naik KRDI Blora Jaya yang berangkat lebih dulu untuk menghindari keterlambatan.


Backside KA Feeder


Pandangan dari arah barat stasiun Gambringan


sebagai panduan lokasi yang saya telusuri ada di dalam garis putus2 merah dan sekedar tambahan informasi semua foto2 di atas berada di zona 1.


Sepur 3 , dimana jalur yang digunakan untuk berjalan langsung beberapa KA Jarak jauh relasi Surabaya - Jakarta juga KA Rajawali relasi Semarang - Surabaya dengan taspat sekitar 70 Km / jam


Taspat 70 km / Jam dengan jelas terpasang di sepur lempeng stasiun KA Gambringan


Emplasemen stasiun Gambringan sepertinya terlihat sudah di rehab menjadi lebih tinggi sehingga dapat digunakan oleh para penumpang KA Lokal relasi Bojonegoro - Semarang Poncol yang merupakan satu-satunya KA Penumpang yang berhenti normal di sini untuk naik - turun menjadi lebih mudah.


salah satu asset yang sudah sepuh


KA Rajawali melintas dengan angkuh , seolah tidak ada waktu untuk singgah , mana sempat.......




Merasa sudah cukup berada di lingkungan stasiun Gambringan , kakipun ku ayunkan ke raha barat daya selama 20 menit. Berhenti untuk ambil gambar . Lokasi ini berjarak 2 km dari stasiun Gambringan ke arah Gundih . terlihat rel yang dulunya type R 33 dengan bantalan kayu yang lapuk , kini terlihat tampan dan perkasa karena sudah diganti menjadi type R 42 dengan bantalan Beton


Perlintasa KA dengan jalan raya Purwodadi - Solo yang tidak terjaga



Kondisi jalur rek KA 3 Km dari Gambringan

Keterangan gambar di Zona 2



Banyak juga tikungan di petak Gambringan -Gundih




Di Zona 3 , sudah mulai terlihat banyak tikungan yang dilengkapi dengan Rel Paksa / Rel Gongsol untuk meningkatkan keselamatan perjalanan KA , karena memang daerah ini kerap dan sring terjadi Anjlok pada rangkaian KA BBM.


semakin jauh kaki melangkah semakin yakin dan tegar harapan terbilang



masih spot yang sama beda arah



Benar2 membanggakan melihat kondisi jalur rel ini , sekarang , bagaimana tidak , Sepuluh tahun yang lalu rei kecil type R 33 dengan bantalan kayu lapuk dengan jarak lebih jauh , kini semuanya sudah berubah menjadi Rel besar berbantalan beton , ,,,,,hmmm sayang , satu2nya KA Penumpang , KRDI Banyubiru alis Joglosemar kini tlah tidak jalan, andai saja,,,,,,,,,,,,,





masih seputar rel paksa di zona 3


Saat akses jalan sulit , huntingpun dari kejauhan , ikut jalur jalan raya Purwodadi - Solo.
Wah mentang2 liputan di jalur sepi , komentator dan pengunjung juga sepi pulak New_ngeledekNew_xiexie





Cukup banyak lintasan tak terjaga di petak Gundih - Gambringan ini , siapa sangka kalau di halaman rumah belakang pada pic ini terbentang jalur rel KA type R 42 berbantalan beton.



Ladang jagung turut menghiasi indahnya pemandangan di jalur tandus ini.




inilah buktinya kalau jalur ini boleh dibilang tandus btw pohon pun tak berdaun




Lagi2 perlintasan tak terjaga di zona 3 sekitar 4 km dari stasiun Gambringan




Salah satu sudut di lintas Gambringan - Gundih yang sepi , bahkan ternakpun boleh dan bisa melihat sepur




Lagi , perlintasan tak terjaga , andai saja mobil sedang posisi menanjak , tiba2 terdengar gemuruh kereta api , apa ndak deg- degan sang sopirnya ya ?



sisi lain di petak yang sama




Adakalanya posisi rel KA lebih rendah dari tanah sekitarnya sehingga tak terlihat dari jalan raya




masih di Zona 4






bagaikan sebuah lagu , aku jauh , engkau jauh
aku dekat engkau dekat
rel dan jalan raya



Masih lanjutan yang tadi
damai tapi gersang
damai karena nggak ada keributan , gersang karena nggak ada sepur yang lewat




masih di zona 4 ,sekitar 6 km dari Gambringan , bertemu lagi dengan kompetitor tak tertandingi , jalan raya Purwodadi - Gundih - Solo



liku dan kelok jalur darat senada dengan liukan rel KA, serupa tapi tak sama



Petak Gambringan Gundih ini sepertinya mirip dengan Petak Padalarang - Purwakarta tapi dalam ukuran mini , mikro
bedanya tandus dengan ijo royo2 , berjurang dan tidak ,


Ada kalanya rangkaian KA harus merayap di perbukitan tandus rawan longsor




ada kalanya bertemu dengan " Cisomang Mini " ala Gambringan - Gundih
Bagus banget mas...New_kado

Pantes.., dl pas naik SK ato Matar lewat jalur ini (saat jalur kedungjati - gundih di tutup sementara), jalannya ko' pelan banget,pdahal st. gambringan masih agak jauh, Mana di tengah kegelapan lg.
wah..,ga taunya kaya gn ternyata..

lanjut lg..


Tiada pohon yang rindang ,tempat berteduh diri ,
Mata airpun kering , tiada titik embun turun saat itu
kemarau yang panjang , hati gersang dan berdebu..............
Cahya mentari , terasa panas........






Terkadang sang " Cisomang " pun tertutup dengan pemukiman penduduk ,tapi masih bisa diintip kok.New_xiexie
Sangat disayangkan Banyubiru dinonaktifkan Sad





Masih di zona 4. KM 7 dari Gambringanatau 2 km sebelum Gundih

Pic . Jembatan KA Gundih yang mengapit Depo Lokomotip Gundih



Gundih.
Sebuah setasiun yang terletak di Purwodadi atau Kabupaten Grobogan juga menjadi saksi sejarah Kereta api lintas Semarang - Tanggung sampai dengan Solo diluncurkan




Suasara di depan Depo KA Gundih yang cukup............ Sepuh dan bersejarah


Cahya'35 Wrote:Bagus banget mas...New_kado

Pantes.., dl pas naik SK ato Matar lewat jalur ini (saat jalur kedungjati - gundih di tutup sementara), jalannya ko' pelan banget,pdahal st. gambringan masih agak jauh, Mana di tengah kegelapan lg.
wah..,ga taunya kaya gn ternyata..

lanjut lg..



Kalau ngebut , eyang yang sudah sangat sepuh ini bisa marah Lho.......


Gimana nggak pelan , lha wong taspatnya saja ............







Kondisi Wessel dari arah Gambringan menuju Gundih ini sepertinya sudah sepuh dan mohon pensiun , sehingga agar " beliau " tidak cepat lelah dan mudah terkejut maka harus diberlakukan taspat 10 km / jam



Kondisi Eyang sepuh yang ingin mendapat usapan kasih sayang para cucu agar bisa bugar kembali
Warteg Wrote:Sangat disayangkan Banyubiru dinonaktifkan Sad

KRDI Banyubiru dinonaktifkan karena mesinya rusak dan sampai sekarang belum selesai perbaikan.
saat saya nanya para pedagang pecel di stasiun Gambringan , katanya sih okupansinya bagus kok tapi setelah saya bertanya kepada para Punggawa PT. Kereta Api Indonesia (Persero) apakah ada wacana lagi KA Banyubiru akan dioperasikan kembali . beliau tersenyum dan bilang itu urusan para Petinggi Pusat . Weleh....weleh....weleh.....



Kondisi bagian atap Depo Lokomotip Gundih ini sungguh memprihatinkan




Bagian lantainya sepertinya dulu ada ruang untuk memeriksa Lokomotip dari bawah


Kondisi bangunan Depo Lokomotip ini sebenernya sih kekar , dinding tembok tebal tetapi atapnya rapuh , sehingga harus ekstra waspada dan hati2. Saksi bisu jaman keemasan perkeretaapian di masa lampau.





bayangkan saja tebal dinding / temboknya saja segini.



Masih terlihat gagah tetapi sudah sngat sepuh




Desain lay out Depo Lokomotip ini membelakangi Sungai Lusi ,sungai terbesar di Purwodadi , kekungkinan agar lebih maksimal dalam perawatan kebersihan , diapi oleh dua jembatan dengan bentang lebih dari 20 meter.
yang kiri jembatan KA dari arah Semarang > Brumbung > Kedungjati s/d Gundih , sedangkan yang kanan dari arah Gambringan . Pas di Zona 6 pada peta keterangan terdahulu.




Nggak ada jenuhnya berada di tempat ini walaupun kata para sesepuh termasuk daerah wingit / angker karenanya tidak boleh berbicara sembarangan / asbun dan harus uluk salam terlebih dahulu agar siapapun yang bersemayam di tempat ini tidak terusik dan tak terganggu dalam istirahat kekalnya.




Nggak ada jenuhnya berada di tempat ini walaupun kata para sesepuh termasuk daerah wingit / angker karenanya tidak boleh berbicara sembarangan / asbun dan harus uluk salam terlebih dahulu agar siapapun yang bersemayam di tempat ini tidak terusik dan tak terganggu dalam istirahat kekalnya.




Jembatan KA sangat terawat btw terlihat ngejreng , bersih dan mengkilat , bukti bahwa para Abdi Dalen juga insan perkeretaapian Indonesia komit kepada tugasnya. Jujur bicara berada pada posisi ini lutut terasa gemeteran.
wah bagus nie mas,.,New_tepuktanganNew_tepuktangan
tempat simbahku jg ada di dkt jalur ini malah mepet bgt...dekat rmh mkn rahayu di tengah2 sta gundih sama sta.gambrengan..(tempat anjloknya ka bbm)
ayo mas laporannya di klanjutin smp solo kan nti dari gundih msh ada beberapa stasiun sama halte..(halte monggot, sta goprak, sta sumber lawang, sta salem, sta kalioso)
saya tgu kelanjutannya New_nunggu


Sungai ini di saat musim kemarau memang tak sebrapa airnya , tetapi di musim hujan air meluap sampai jauh , bahkan bisa menghanyutkan pilar jembatan KA di sebelahnya.



Kondisi bantalan rel Kayu di jembatan ternyata ada juga yang lapuk , tetapi dilengkapi dengan klem penjepit agar lebih maksimal dalam menopang berat rangkaian Kereta Api yang melintas di atasnya.


satria banyubiru Wrote:wah bagus nie mas,.,New_tepuktanganNew_tepuktangan
tempat simbahku jg ada di dkt jalur ini malah mepet bgt...dekat rmh mkn rahayu di tengah2 sta gundih sama sta.gambrengan..(tempat anjloknya ka bbm)
ayo mas laporannya di klanjutin smp solo kan nti dari gundih msh ada beberapa stasiun sama halte..(halte monggot, sta goprak, sta sumber lawang, sta salem, sta kalioso)
saya tgu kelanjutannya New_nunggu

Lho kan untuk lintas , Tanggung - Kedungjati - Telawa - Karangsono - Gundih - Goprak - s/d Solo Balapan sudah saya sampaikan . Mohon Buka Trit saya " Mengenang Almarhum KA Pandanaran" di lintas utara .

Yuk kita tengok kondisi jembatan yang disebelahnya



Di malam hari Jembatan KA yang beberapa bulan yang lalu jebol dan hanyut , kini telah berdiri dengan gagahnya . Malam hari di lintasi KA Bangunkarta , KA Matarmaja , KA Brantas dan KA Senja Kediri mungkin plus KA barang dan pada siang harinya melintas KRD Pandanwangi.




Rasa penasaran mengalahkan segalanya . saya telusuri kondisi Jembatan KA yng baru selesai dibangun kembali ini dari bawah . Ya Allah Mohon Lindungan dan Ijinmu . Ya penghuni yang bersemayam di sini , mohon untuk memberikan sedikit waktu kepada cucu untuk pencerahan.



Kondisi Penyangga Jembatan yang biasa disebut Andes ini sepertinya masih baru , uniknya lagi diantara logam terselip bungkusan dari koran . Demi untuk menjaga hal2 yang tidak penulis inginkan , diputuskan untuk tidak meraih bungkusan tersebut walau rasa penasaran menghantui,
(10-Sep-2011 00:15 AM)BAMBANG EKO Wrote: [ -> ]

Kondisi Penyangga Jembatan yang biasa disebut Andes ini sepertinya masih baru , uniknya lagi diantara logam terselip bungkusan dari koran . Demi untuk menjaga hal2 yang tidak penulis inginkan , diputuskan untuk tidak meraih bungkusan tersebut walau rasa penasaran menghantui,
Mungkin itu sesajen pakdhe, kan katanya daerah itu angkerNew_ngeledekNew_ngeledeks
Warteg Wrote:10-Sep-2011, 12:16 AM

(Kemarin 11:15 PM)BAMBANG EKO Wrote: [ -> ]

Kondisi Penyangga Jembatan yang biasa disebut Andes ini sepertinya masih baru , uniknya lagi diantara logam terselip bungkusan dari koran . Demi untuk menjaga hal2 yang tidak penulis inginkan , diputuskan untuk tidak meraih bungkusan tersebut walau rasa penasaran menghantui,

Mungkin itu sesajen pakdhe, kan katanya daerah itu angkerNew_ngeledekNew_ngeledeks

Mungkin panjenegan benar
Lha pas lihat di sisi selatan . Jantung serasa copot , darah berhenti mengalir , napas seaakan berhenti sesaat melihat " penampakan " makhluk " Halus yang berambut panjang " . Halus kulitnya . halus wajahnya dsb dsb.
siapa sangka direrimbunan sunga bawah jembatan ada banyak makhluk yang halus2 , penampakan di pagi hari pula.
weleh.... weleh.....

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26
Reference URL's