[i]Saat merayap di lintas Bekasi - Jakarta KA ini selalu dan pasti melewati jembatan layang Kranji yang legendaris karena pernah memakan korban yang tidak sedikit saat belum dilayangkan , ada saja kejadian KA menabrak mobil dan membawa korban jiwa , kini bagian bawahnya dimanfaatkan untuk penempatan furniture , tapi entah milik siapa.
Angai saja PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mempunyai tangan-tangan trampil tentu lahan ini dapat dijadikan tambang emas dari sektor lain , semoga
KA Pattas Purwakarta - Jakarta ini memang lain dari KA Odong2 yang lain , setelah setasiun Kranji berjalan langsung kini giliran setasiun Klender Baru yang dikenal denganPondok Kopi pun tidak disinggahi
Setasiun Buaran yang terletak diantara Petak Klender - Cakung ini oleh KRL CA Ekonomi dan KA Odong2 yang lain pasti berhenti sejenak namun KA Pattas ini ternyata berjalan langsung tanpa berhenti
Sepanjang lintasan antara Bekasi - Jatinegara ini juga tidak luput dari masalah sampah yang dibuang oleh masyarakat di pinggir jalur Kereta Api yang sungguh sangat mengganggu .

Kalau saja kita perhatikan selama melintas di antara setasiun Bekasi- Jatinegara KA ini pasti akan bersilang sedikitnya dengan 4 Kereta yang berlawanan arah , entah KA Komuter , KA Barang atau KA Penumpang yang lain
Saat KA berjalan pada lintasan yang menikung bila kita rasakan sungguh sangat elok dan bagus pemandangannya jika dilihat dari pintu bagaikan ular besi yang merayap .Pemandangan seperti ini akan kita dapatkan saat KA melintas di areal stasiun Cipinang
Saat-saat KA Pattas ekonomi memasuki areal stasiun Jatinegara yang meruoakan Gerbang pintu masuk ke Ibu kota Jakarta dari arah timur yang selalu disinggahi oleh semua KA yang datang kecuali KA Barang dan KA Ekspress AC Bekasi - Kota

Stasiun KA Jatinegara yang meruoakan Pintu Gerbang Timur kota Jakarta ini dikategorikan sebagai KSB ( Kepala Stasiun Besar ) dan mempunyai harta kekayaan berupa asset yang jadul diantaranya banyak mempunyai Spoor Badug.
Dapat kita lihat sudah masuk KA Gayabaru Malam Selatan yang sedang menurunkan penumpang yang naik dari beberapa kota di jalur Selatan seperti ,Mojokerto , Jombang , Madiun , Solo . Klaten . Yogya dll
Dan kalau kita lihat di sebelah kanan ( Utara ) KA Pattas ini terlihat sedang stabling beberapa rangkaian MTT ( Multi Tie Temper ) yang beristirahat karena malam harinya harus bertugas memadatkan ballast di beberapa tempat perbaikan jalur kereta api

.
Terlihat pula di spoor 4 ada kereta ( Gerbong Kontainer ) yang berhenti sendiri menunggu ajakan untuk digandeng , termasuk momen langka , ada Gerbong kontainer stabling di Jng.
Kalau saja kita coba hitung stasiun Jatinegara mempunyai 6 jalur aktip dan 3 spoor badug yang tak pernah libur dari KA yang melintasinya , terlihat gerbong mangkrak tipe YYW stabling di spoor badug

Saat melihat petak stasiun dari Tambun kearah timur kita akan menemukan pamandangan yang lega dan longgar , maka di lintas ini pasti berbeda karena adanya LAA yang menambah ruwetnya pemandangan
Pemandangan seperti ini pun pasti akan banyak kita jumpai adanya lokomotip yang melintas tanpa membawa rangkaian kereta ,karena memang akan masuk Dipo dulu untuk perawatan dan pemeriksaan juga istirahat sejenak setelah berlari ratusan kilometer jauhnya .Capek deh...
Terlihat di spoor 3 telah diberangkatkan KA Matarmaja " New Image " menuju stasiun Pasar Senen setelah lelah berlari di koridor Malang - Jakarta semalam suntuk .
Jalur dengan wesel jadul ini menuju pintu masuk Dipo Induk Lokomotip Jatinegara keknya masih menggunakan rel type R 33 dengan kondisi aus yang sudah waktunya diperhatikan dan diremajakan.
Di sini dapat kita lihat " Eyang Kuning " sedang berada diperaduan enggan di ganggu dan sedang " bertapa " diantara rimbunya daun pepohonan di sekitarnya
