22-Jan-2010, 14:36 PM
Mohon bantuannya bagi teman-teman untuk mengenyahkan orang yang masih nekat untuk duduk baik itu lesehan maupun pakai bangku lipat, apalagi kalau di jam-jam sibuk.
Ah, sebenarnya duduk melebihi kapasitas pun juga seharusnya dibudayakan malu (dari seat yang normalnya 7/8 orang, kemudian dijejali sampai 10 orang). Budayakan berdiri ketimbang membuat nyaman diri sendiri saat anda naik KRL.
Quote:Menggunakan kursi lipat dan 'lesehan' di atas kertas koran (selanjutnya disebut 'KUliers' dan 'Lesehaners') di dalam KRL saat ini sudah menjadi pemandangan biasa yang kerap kita lihat di dalam kereta Komuter Jabodetabek.
Awalnya, kebiasaan tersebut dahulu kala muncul di KRL Eskpres yang relatif lebih lowong dibanding KRL EKonomi AC dan Ekonomi biasa. Tetapi saat ini, duduk di atas kursi lipat dan lesehan di lantai KRL sudah 'mewabah' di KRL EKonomi AC dan bahkan Ekonomi non AC .
Sekarang ini saja, naik KRL ekspres kondisinya sering penuh sesak dijejali penumpang karena beberapa sebab, sehingga kenyamanan di dalam KRL ekspres pun menjadi berkurang dan sudah mulai muncul keluhan-keluhan terhadap keberadaan Para 'Kuliers' dan 'Lesehaners' tersebut karena memakan 'space' para penumpang lainnya.
Keluhan semakin menggema saat para 'Kuliers' dan 'Lesehananers' melakukan aksinya di KRL Ekonomi AC dan Ekonomi biasa. Apalagi aksinya tidak memandang waktu dan kondisi KRL yang dinaiki. Di saat KRL sedang penuh masih sering kita lihat adanya 'Kuliers' dan 'Lesehaners' yang duduk manis di lantai KRL. Penumpang lainnya yang merasa terganggu sampai harus mengingatkan mereka agar berdiri.
Menjadi 'Kuliers' dan 'Lesehaners' memang sah-sah saja, karena tidak ada larangan untuk melakukannya. Kalau pun dilarang total, dikhawatirkan akan berdampak sistemik juga terhadap para pedagang kursi lipat. Tetapi sebaiknya semuanya itu diikuti dengan kelapangan dada untuk melihat situasi dan kondisi di dalam KRL sebelum memutuskan untuk menjadi 'Kuliers' dan 'Lesehaners'. Jika kondisinya tidak memungkinkan karena KRL sedang penuh, kenapa harus dipaksakan untuk menjadi 'Kuliers' dan 'Lesehaners' sehingga mengganggu para Penumpang lainnya yang akan masuk , ataupun yang sekedar ingin berdiri tenang di dalam KRL.
Tidak sebandingnya kapasitas angkut armada KRL dengan jumlah penumpang memang dituding sebagai penyebab utama ketidaknyamanan dalam ber-KRL, tetapi seyogyanya kondisi ini tidak diperburuk lagi dengan kebiasaan-kebiasaan para penumpangnya sendiri yang ternyata juga dapat merugikan penumpang lainnya, salah satunya kebiasaan menggunakan kursi lipat dan lesehan di lantai KRL di saat KRL sedang tidak kosong.
(KRLmania.com)
http://krlmania.com/sinyal/read.php?id=1726
Ah, sebenarnya duduk melebihi kapasitas pun juga seharusnya dibudayakan malu (dari seat yang normalnya 7/8 orang, kemudian dijejali sampai 10 orang). Budayakan berdiri ketimbang membuat nyaman diri sendiri saat anda naik KRL.
