Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Seandainya di Papua ada Jalur Kereta Api
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8
Setuju ja klo dbangun disana lebih menghemat biaya transportasi penduduk yg pake pesawat terbang.lg pula juga pemandangannya yg bagus krn byknya pegunungan klo bisa lewatin bawah puncak gunung es.NgilerNgilerkeren habis kali ya
Dengan demikian akan mendongrak pendapatan perkapita penduduk disana. Karena dengan adanya kereta api mereka akan mudah untuk mendistribusikan hasil buminya ke luar kota dengan biaya yang lebih murah dari biasanya.
saran emank bagus si & pasti indah jadinya
cuma...
(maap dulu nih pada smuanya sblomnya, bukannya mo membuat patah arang lebih dulu, ane hanya mo membagikan sdikit pengalaman)
tmen2 asrama SMA ane banyak anak2 papua & smpet tau gmana sih keadaan sosial d tanah mreka d sana, karna d sana kan sbenernya sukunya itu kcil2 tapi jumlah 1 pulau papua itu aja ada 115 ++nya.

karna d berita aja kan qta bisa liat d sana perang suku sampe gmana dengan perkara yg ada aja buat d ributin lha.
stelah memplajari, masyarakat daerah timika, mimika, jayapura & merauke yg paling qta sering liat itu adalah daerah2 maju bisa d bilang, yg mengakibatkan penduduk daerah sana pun uda ramah dengan teknologi & orang2 d luar mreka yg masuk k sana.

tapi berbeda dengan msayarakat yg masih d pedalaman yg masi fanatik terhadap smua yg baru termasuk teknologi yg buat kita skarang ini sederhana speti telpon ato tv. Pernah gencar juga kan berita wartawan tv swasta masuk k suku pedalaman itu buat meliput acara jelajah alam & alhasil ga pernah d temuin lagi jejak rombongan itu.

yg mo ane bilang si itu baru teknologi yg portable, kuatir klo d bangun sarana KA d sana yg kontexnya membelah antar suku & antar gunung, bukan OPM yg perlu d kuatirin, tapi justru masyarakat pedalaman origin itu sndiri yg mungkin akan merasa terusik & akhirnya terjadi sabotase, dll.
karna yg bisa qta saksiin d brita itu perang suku d papua cuma masyarakat yg uda d kota doank, sdangkan anak2 dari sana sndiripun mengakui, masi mending apa yg qta bisa liat d tv itu cuma seolah muncul 1 bulan skali doank, aslinya d dalem suku pegunungan perang itu ampir sminggu bisa 3x nya, cuma karna masalah orang dari suku laen masuk k daerah mreka awalnya sampe berakhir pada nyawa ganti nyawa. apa lagi klo KA penumpang ada d sana yg tmen2 isa tpikirkan sndiri lha gmana klo jadi sarana angkutan masal, jangankan uda jadi, saat pembuatannya pun bisa memakan banyak korban karna lahan mreka terusik, orang asing yg menurut mreka mengganggu mreka & klo mo minta ijin pada suku pedalaman itu 1/1 pun bisa lama banget baru slesai, klo qta maen atas nama negara aja pun namanya mreka orang yg menurut kata2 masi primitif, apa bisa slesai bgitu aja?

itu alesan knapa tmen2 ane pun bilang sndiri awalnya mo d buat jalan raya aspal yg isa jadi short cut dari merauke & timika k jayapura, tapi akhirnya batal karna sengketa dengan orang dalem yg kekeuh mreka ga mo lepas tanah mreka.

itu mungkin tantangan terberat yg perlu d pikirin juga buat qta smua untuk d pikirkan pemecahannya sbagai saran membantu perealisasian jalur KA d papua yg sbenernya sangat d butuhkan.

maaf skali lagi jika ada yg tersinggung sama apa yg ane post ini, namun ini bdasarkan pengalaman narasumber penduduk papua asli scara langsung Xie Xie
tapi apa ya mau pemerinta mewujudkan.. mereka lebih milih Royal Crown Rp 1.3 Milyar daripada meningkatkan pelayanan buat masyarakat
(22-02-2010, 05:51 PM)Charles Wrote: [ -> ]
(22-02-2010, 12:31 PM)dedy vh Wrote: [ -> ]wah kalau menurut saya sih sebelum akan di bangun rel kereta di beberapa daerah perlu ada survey yang mendalam tenteng layak tidaknya rel kereta api di daerah tersebut.apakah minat masyarakat di daerah tersebut bagus dan dapat mengembalikan biaya yang sudah di investasikan.namun saya sebagai railfans sangat setuju jika nantinya pulau pulau besar di indonesia akan terhubungkan dengan jalinan jalan rel sehingga dapat meningkatkan dagang \ jalur distribusi bahan pokok sehingga pemerataan pendapatan baik pusat maupun daerah

Survey lokasi tentu mutlak dilakukan untuk mengetahui medan yang dapat dilalui oleh KA dengan risiko yang seminim mungkin. Soal biaya pembangunan dapat disesuaikan dengan panjang jalur dan sasaran utama pengangkutan KA di jalur tsb.

Kalau menghubungkan seluruh pulau dengan jaringan rel tentu membutuhkan biaya yang melebihi biaya pembangunan HSST/monorel, karena tidak semua pulau cocok untuk dibangun jaringan rel KA karena perbedaan topografi dan kontur lintasan.

CMIIW.

Kalo pake bekas jalur yang jaman dulu gimana? Kan dulu pernah ada Xie Xie
Belum potensial menurut saya, apalagi medan di sana adalah pegunungan, kalo mau bikin jembatan n terowongan pasti biayanya sangat besar karena jumlah jembatan n terowongan yang perl dibangun cukup banyak. CMIIW
(03-03-2010, 04:04 PM)Muhammad Dhafin Khomsah Wrote: [ -> ]Kalo pake bekas jalur yang jaman dulu gimana? Kan dulu pernah ada Xie Xie

klo menghidupkan lagi jalur yg uda ada dulu mungkin masi bisa, tapi cuma sepatah2 bgitu doank.
klo menurut ane si klo d bntuknya macem divre bgitu mungkin masi bisa d usahakan si, klo membelah dari utara k slatan masi berat banget dengan serba serbi kendalanya, jadi system komuter bgitu & dari pusat tambang k pantai ato tambang k kota2 terdekat yg masi bisa d gapai masi isa d klola dengan baik Big Grin
KA di Papua paling juga cuma bisa menjangkau katakanlah radius 50km dari kota utama. Untuk Merauke mungkin bisa lebih jauh, secara terletak di dataran rendah, hanya tanahnya sangat berlumpur, jadi perlu konstruksi khusus. Dan di Merauke TIDAK ada batu sedikit pun, bayangkan mau nyari batu ballast di mana ? Paling di tetangganya yang full batu kayak Kab. Fakfak, dan dibawa via LCT (nanti ada bargas milik KAI kalo jadi kereta api ke sana).
Daerah lain, boleh dikata cuma bisa 50 km saja kenapa ? Biasanya begitu keluar dari radius tersebut akan ketemu bukit & gunung yg aje gile terjalnya. kelandaian (atau malah kecuraman ?) yang bisa dipertahankan paling 16%. Mana ada KA nempuh tanjakan 12-16%. Di tempat lain ada yg sampe 20-25% malah ! Jalan darat (untuk mobil) saja, perbandingan jalan yang paved dan non paved nya masih 20%-80%. Itu juga membangunnya sampai harus bongkar ratusan juta m3 galian tanah , yang tentunya biayanya ga sedikit. Dengan biaya idr 50m misalnya di Jawa sudah bisa bikin jalan dengan permukaan beton sepanjang 35 Km. Di Papua ? cuma dapet jalan tanah 15 Km, belum lama supply BBM nya empot-empotan, belum malarianya, bongkar muat di pelabuhan kecil yang harus dibangun dan disiapkan sendiri sama kontraktornya dll. Kalo mau, kontrakkan aja pembangunan jalan KA ke Freeport, hanya saja sudah pasti kedaulatan kita lagi-lagi tergadai !
(04-03-2010, 08:39 AM)morkies Wrote: [ -> ]KA di Papua paling juga cuma bisa menjangkau katakanlah radius 50km dari kota utama. Untuk Merauke mungkin bisa lebih jauh, secara terletak di dataran rendah, hanya tanahnya sangat berlumpur, jadi perlu konstruksi khusus. Dan di Merauke TIDAK ada batu sedikit pun, bayangkan mau nyari batu ballast di mana ? Paling di tetangganya yang full batu kayak Kab. Fakfak, dan dibawa via LCT (nanti ada bargas milik KAI kalo jadi kereta api ke sana).
Daerah lain, boleh dikata cuma bisa 50 km saja kenapa ? Biasanya begitu keluar dari radius tersebut akan ketemu bukit & gunung yg aje gile terjalnya. kelandaian (atau malah kecuraman ?) yang bisa dipertahankan paling 16%. Mana ada KA nempuh tanjakan 12-16%. Di tempat lain ada yg sampe 20-25% malah ! Jalan darat (untuk mobil) saja, perbandingan jalan yang paved dan non paved nya masih 20%-80%. Itu juga membangunnya sampai harus bongkar ratusan juta m3 galian tanah , yang tentunya biayanya ga sedikit. Dengan biaya idr 50m misalnya di Jawa sudah bisa bikin jalan dengan permukaan beton sepanjang 35 Km. Di Papua ? cuma dapet jalan tanah 15 Km, belum lama supply BBM nya empot-empotan, belum malarianya, bongkar muat di pelabuhan kecil yang harus dibangun dan disiapkan sendiri sama kontraktornya dll. Kalo mau, kontrakkan aja pembangunan jalan KA ke Freeport, hanya saja sudah pasti kedaulatan kita lagi-lagi tergadai !

Kalo masalah tergadai sekarangpun sama.
Tapi apa salahnya kalo setiap perusahaan yang besar kita tawarin untuk menggunakan jalur kereta api.
Pertama, apa alasan perlu dibangunnya jalur KA di Papua? saya masih terganjal pertanyaan ini. Bingung
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8