Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: kisruh penataan parkir di stasiun gambir
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2
beberapa hari ini baca surat kabar adanya demo dari beberapa operator taksi dan pengemudi bajaj.mereka tidak setuju dengan kebijakan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dalam hal ini pengelola stasiun gambir yang hanya membatasi hanya beberapa operator taksi yang boleh beroperasi di stasin gambir.sedangkan saat ini taksi yang keluar dan masuk dan juga mangkal di stasiun ini jumlah nya sudah ratusan kendaraan termasuk juga si biang polusi yaitu bajaj.

nyatanya walaupun di demo oleh awak angkutan umum dan organda dki jakarta toh pengelola tetap dengan pendirianya ingin membatasi hanya bebarapa operator taksi yang boleh beroperasi distasiun gambir.bagaimana ya solusi yang terbaik yang dapat di terima oleh semua pihak dan tidak ada satupun yang di rugikan dengan kebijakan ini.

disatu sisi pengelola ingin meningkatkan pelayanan dan keyamanan para pengguna jasa kereta api dan sisi lain menyusahkan rakyat yang bergantung dengan adanya kesibukan di stasiun yang katanya akan di jadikan stasiun berstandar internasional.

bagaimana pandangan kalian sebagai railfans ?Xie Xie
Tak boleh ada kompromi demi kenyamanan total pengguna jasa KA. Masak hanya demi orang-orang ini, stasiun Gambir harus kelihatan kumuh? Masak kami para pengguna jasa KA tak boleh merasa nyaman?
benar kang bagus namun kan dengan banyaknya pilihan angkutan yang menuju ke gambir akan semakin memudahkan konsumen.kan banyak pilihan he he he
saya sih setuju komennya mas dedy, cz bbrpa hari lalu saya termasuk yg dirugikan oleh aturan ini. sy make taksi diluar 3 oprator yg uda lulus seleksi pt.ka, jd kudu nambah 2rb lg kalo mw masuk GMR, ketidak adilan ini yg menyebabkan terjadinya keributan, secara angkutan yg ga "resmi" (padahal dr zaman belanda mereka uda sama2 cari rezki di GMR) "dipalakin" 2rb setiap masuk GMR.
sebaiknya sih bebas aj bajaj, ojeg, taxi dll utk ngetem di GMR, yg penting pengelola ngatur supaya teratur. cz angkutan itu masuk GMR pasti karena ada penumpangnya, nah kalo dilarang masuk otomatis penumpang agak repot, selain itu terjadi pratik "semi" monopoli dalam angkutan umum di GMR.
kalo sy boleh usul sih dibuat seperti di bandara aj, angkutan resmi dapet stiker ato apalah agar calon penumpang tau angkutan yg sesuai rekomendasi, & angkutan "semi" resmi bisa bebas cari rezki disitu tanpa "dipalak" 2rb
Ngakak
padahal kalau naik taksi dari dalam gambir tetep aja bayar parkir 5rb LOLZ
it's very cheap.......but iam lie *lemparin batu*

pdhl d tawang ga semahal itu ah Ngakak
(13-03-2010, 09:47 AM)dedy vh Wrote: [ -> ]benar kang bagus namun kan dengan banyaknya pilihan angkutan yang menuju ke gambir akan semakin memudahkan konsumen.kan banyak pilihan he he he

Jika pilihan itu menguntungkan semua pihak itu bagus. Lha tapi kalau merugikan banyak pihak??
Isunya diantara mereka para awak kendaraan umum + ojek di Gambir suka nyambi merangkap Calo tiket, bener ga tuh bro ? Mohon cek & ricek
kadang juga mereka tuh memaksa menggunakan fasilitas mereka,
contohnya seorang tukang ojek dan taksi..
dan untuk operator taksi, di harapkan hanya taksi2 yg legal aja..
klo yg gak jelas operator taksinya kadang jadi calo dan memaksa kita menggunakan fasilitasnya
memang bener kang BONBON, mereka kadang menjadi calo..
mudah2an dengan adanya penataan ini calon para penumpang bisa nyaman..
mohon diralat jika salah..
Iya yah, yg di PSE aja ga gitu2 amat
Memang pas turun dari lantai atas, kita ditawari oleh orang orang berpakaian preman (bukan supri taxi resmi). Ini menurut saya agak sedikit mengganggu kenyamaan kita.

Saya sangat malu jika ada turis asing yang turun disini. Mereka pasti aneh liat perilaku kaya begini. Diluar negeri ngga ada tuh !!!!

Kalo tujuannya untuk me rapihkan kondisi stasiun ke hal yang lebih baik saya setuju.

Kabar terakhir adalah adanya pelemparan kaca distasiun ini. Mungkin dilakukan oleh oknum oknum yang tidak puas atas keputusan sepihak dari stasiun
Pages: 1 2