Karena di sini belum ada thread-nya. Saya buat ya.
Double-Decker Car atau Bi-Level Passanger Car atau Kereta Bertingkat. Ada yg punya pengalaman naik ini ndak...? Ada yg punya spesifikasi body-nya...? (Panjang, lebar, tinggi, berat. dan teman2nya)
Bi-Level pada umumnya
Bi-Level spesial, hanya sebagian ruang kecil yang ditingkat dua. Biasa dinamai 'Zephyr'
Di dalam kereta Bi-Level, tingkat dua
Di dalam kereta Zephyr
Kapan INKA bisa buat kereta kayak gini...?
Ketika lihat kereta jenis ini, saya jadi ingat salah satu tokoh Indonesia. Siapa hayo...?
Ini seperti yang ada d film source code yang keluar baru-baru ini. Keretanya kalo gak salah lintas negara bagian deh di USA. Coba nanti dibantu cari data-datanya.
Indonesia TIDAK AKAN membuat kereta jenis ini.
Kenapa?
Coba kita telaah :
- Lebar Spoor. Pengaruh lebar spoor di Indonesia masih terlalu sempit untuk kereta yang 'menjulang'. Harus dipikirkan (dengan perhitungan fisika dan matematika) untuk keseimbangan poros horizontal dan vertikal sehingga pada saat berbelok kereta tidak terguling
- Radius tikungan. Karena spoor yang kecil maka radius tikungan sempit sehingga berpengaruh kepada disain kereta (ketinggian dan lebar ruang bebas kereta dan gerbong)
- Jembatan dan terowongan. Karena lebar spoor dan ruang bebas rangkaian kereta sudah diadjustment dengan kondisi awal (default) maka jika kita membuat double decker car harus membongkar terowongan dan/atau membuat track baru (yang notabene : mahal).
Demikian background KENAPA Indonesia TIDAK BISA membuat kereta double decker/tingkat, walaupun pemandangan sepanjang rel di Indonesia lebih bisa maksimal dinikmati dengan kereta ini.
Demikian.
(28-03-2010, 09:17 AM)Ryzky_Widi Wrote: [ -> ]Ketika lihat kereta jenis ini, saya jadi ingat salah satu tokoh Indonesia. Siapa hayo...?
P E T R U K
kalau dulu visa saya ke USA di setujui bisa naik double car gini, USA visanya susah

kalo gak salah, bi-level khusus komuter juga ada ya di amrik? yang bentuk gerbongnya kayak trapesium.
Indonesia, pakai model ini? Harus banyak perbaruan di sarana dan prasarana. Ga tau perlu berapa tahun.
(16-06-2011, 03:20 PM)ady_mcady Wrote: [ -> ]kalo gak salah, bi-level khusus komuter juga ada ya di amrik? yang bentuk gerbongnya kayak trapesium.
Iya, betul2. Gerbongnya buatan bombardier, namanya Bombardier bi-level coach. Yang pake Canada sama Amrik.
Ada varian gerbong jenis ini yang disebutnya Bombardier bi-level cab. Kalo cab car ada ruang kendalinya (lokonya bisa dikendaliin dari cab car, tapi gerbongnya nggak ada mesinnya)
nih fotonya (foto yg paling atas):
Uploaded with
ImageShack.us
Uploaded with
ImageShack.us
utk gambar yg diatas, gerbong yg di kiri itu bombardier bi-level coach. yang di kanan buatan kawasaki, tapi lupa apa namanya.
(16-06-2011, 09:35 AM)Gege Wrote: [ -> ]Indonesia TIDAK AKAN membuat kereta jenis ini.
Kenapa?
Coba kita telaah :
- Lebar Spoor. Pengaruh lebar spoor di Indonesia masih terlalu sempit untuk kereta yang 'menjulang'. Harus dipikirkan (dengan perhitungan fisika dan matematika) untuk keseimbangan poros horizontal dan vertikal sehingga pada saat berbelok kereta tidak terguling
- Radius tikungan. Karena spoor yang kecil maka radius tikungan sempit sehingga berpengaruh kepada disain kereta (ketinggian dan lebar ruang bebas kereta dan gerbong)
- Jembatan dan terowongan. Karena lebar spoor dan ruang bebas rangkaian kereta sudah diadjustment dengan kondisi awal (default) maka jika kita membuat double decker car harus membongkar terowongan dan/atau membuat track baru (yang notabene : mahal).
Demikian background KENAPA Indonesia TIDAK BISA membuat kereta double decker/tingkat, walaupun pemandangan sepanjang rel di Indonesia lebih bisa maksimal dinikmati dengan kereta ini.
Demikian.
(28-03-2010, 09:17 AM)Ryzky_Widi Wrote: [ -> ]Ketika lihat kereta jenis ini, saya jadi ingat salah satu tokoh Indonesia. Siapa hayo...?
P E T R U K
Om Bravo Gege itu betul. 1067 mm gauge itu nggak aman kalo dilewati gerbong 2 tingkat. Karena gerbongnya lebih tinggi, titik massa gerbongnya juga lebih tinggi dari titik massa gerbong biasa. Jadinya kereta double deck itu lebih nggak stabil dibanding kereta single deck. Jalur relnya harus diperlebar supaya gerbongnya jadi lebih stabil.
Pake rel 1435 mm aja masih goyang" kalo lewat wesel.
Mudah"an PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bisa mengimplementasi gerbong double deck di masa depan. Kapasitas gerbong double deck itu kan > 150% kapasitas gerbong biasa, jadinya lebih hemat.

[/quote]
Quote:Om Bravo Gege itu betul. 1067 mm gauge itu nggak aman kalo dilewati gerbong 2 tingkat. Karena gerbongnya lebih tinggi, titik massa gerbongnya juga lebih tinggi dari titik massa gerbong biasa. Jadinya kereta double deck itu lebih nggak stabil dibanding kereta single deck. Jalur relnya harus diperlebar supaya gerbongnya jadi lebih stabil.
Pake rel 1435 mm aja masih goyang" kalo lewat wesel. 
Mudah"an PT. Kereta Api (Persero) bisa mengimplementasi gerbong double deck di masa depan. Kapasitas gerbong double deck itu kan > 150% kapasitas gerbong biasa, jadinya lebih hemat. 
*******
Tapi ada double decker yang untuk gauge 1067.
Coba telusuri:
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/co..._atami.jpg
JR East 215 mempunyai dimensi:
panjang 4,2 meter
lebar 2,8 meter
clearance 20 cm
Saya kira yang begini bisa untuk semua jalur yang tanpa terowongan.
Seperti
JAKK-SMT-SBI
JAKK-SMT-SK-MN-KTS-KD-BL
Tentu dengan beberapa modifikasi.
Salam kami
Nurcahyo
******
Sip...
Ada info baru dari Mas Nurcahyo..
Trims mas untuk share linksnya...
Asli cocok banget buat Indonesia terutama buat Event yang namanya MUDIK