Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Pemerintah Stop Impor KRL Bekas Tahun 2012
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3 4 5 6
Quote:Pemerintah Stop Impor Kereta Bekas
Selasa, 06 April 2010 | 15:57 WIB


TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah akan menghentikan impor kereta rel listrik (KRL) bekas pada 2012. Kementerian Koordinator Perekonomian ingin memperkuat PT Industri Kereta Api sebagai pembuat kereta nasional. "Nanti tidak boleh lagi impor kereta bekas, sesuai kewenangannya Kementerian Perindustrian," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Tundjung Inderawan di Jakarta, Selasa (6/3).

Tundjung mengatakan, jika peraturan itu ditetapkan maka pemerintah akan memesan kereta dari PT INKA. Pemerintah kemudian akan menambah kemampuan produksi, teknologi, dan modal PT INKA. Selama ini pemerintah memilih impor kereta bekas karena waktunya lebih cepat ketimbang memesan dari produsen kereta nasional. “Dari segi pembiayaan juga lebih murah dibandingkan pesan baru di PT INKA,” ujarnya.

Direktur Keselamatan dan Teknik Sarana Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko menambahkan, impor kereta bekas juga terdesak oleh kebutuhan. Jumlah penumpang yang harus diangkut sangat banyak sehingga pemerintah harus menyediakan kereta lebih cepat. Namun perlahan pemerintah akan menghentikan impor kereta bekas dan memesan kereta baru dari INKA atau pihak asing yang berkonsorsium dengan perusahaan nasional.

Nantinya, ia menambahkan, kereta-kereta lama akan diremajakan (retrofit) sehingga mutunya bisa ditingkatkan. Tundjung mengungkapkan saat ini sedang menginventarisasi KRL yang beroperasi. "Kemungkinan lebih dari Rp 1 triliun, setelah itu akan kami carikan dana pinjaman lunak untuk peremajaannya,” kata Tundjung.

Direktorat Perkeretaapian telah merancang program retrofit yakni rehabilitasi kereta listrik kelas ekonomi yang rusak sehingga bisa digunakan kembali. Program ini termasuk mengubah pasokan listrik KRL dari searah menjadi bolak-balik sehingga lebih hemat listrik. Kereta yang tak berpenyejuk udara juga dimodifikasi sehingga nantinya seluruh KRL menjadi kereta berpendingin ruangan.

DESY PAKPAHAN

Code:
http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2010/04/06/brk,20100406-238348,id.html

ini berita bagu bagi INKA, karen pemerintah mulai tertarik untuk melakukan investasi di INKA juga agar INKA tetap hidup..

ada komentar lain?Xie Xie
Berita bagus tuh. Jadi biar anak bangsa ini bisa berinovasi lebih jauh lagi. Siapa tau nanti ada KRL buatan anak negeri yang lebih canggih dari produk import.
(07-04-2010, 03:12 PM)azu Wrote: [ -> ]
Quote:Pemerintah Stop Impor Kereta Bekas
Selasa, 06 April 2010 | 15:57 WIB


TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah akan menghentikan impor kereta rel listrik (KRL) bekas pada 2012. Kementerian Koordinator Perekonomian ingin memperkuat PT Industri Kereta Api sebagai pembuat kereta nasional. "Nanti tidak boleh lagi impor kereta bekas, sesuai kewenangannya Kementerian Perindustrian," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Tundjung Inderawan di Jakarta, Selasa (6/3).

Tundjung mengatakan, jika peraturan itu ditetapkan maka pemerintah akan memesan kereta dari PT INKA. Pemerintah kemudian akan menambah kemampuan produksi, teknologi, dan modal PT INKA. Selama ini pemerintah memilih impor kereta bekas karena waktunya lebih cepat ketimbang memesan dari produsen kereta nasional. “Dari segi pembiayaan juga lebih murah dibandingkan pesan baru di PT INKA,” ujarnya.

Direktur Keselamatan dan Teknik Sarana Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko menambahkan, impor kereta bekas juga terdesak oleh kebutuhan. Jumlah penumpang yang harus diangkut sangat banyak sehingga pemerintah harus menyediakan kereta lebih cepat. Namun perlahan pemerintah akan menghentikan impor kereta bekas dan memesan kereta baru dari INKA atau pihak asing yang berkonsorsium dengan perusahaan nasional.

Nantinya, ia menambahkan, kereta-kereta lama akan diremajakan (retrofit) sehingga mutunya bisa ditingkatkan. Tundjung mengungkapkan saat ini sedang menginventarisasi KRL yang beroperasi. "Kemungkinan lebih dari Rp 1 triliun, setelah itu akan kami carikan dana pinjaman lunak untuk peremajaannya,” kata Tundjung.

Direktorat Perkeretaapian telah merancang program retrofit yakni rehabilitasi kereta listrik kelas ekonomi yang rusak sehingga bisa digunakan kembali. Program ini termasuk mengubah pasokan listrik KRL dari searah menjadi bolak-balik sehingga lebih hemat listrik. Kereta yang tak berpenyejuk udara juga dimodifikasi sehingga nantinya seluruh KRL menjadi kereta berpendingin ruangan.

DESY PAKPAHAN

Code:
http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2010/04/06/brk,20100406-238348,id.html

ini berita bagu bagi INKA, karen pemerintah mulai tertarik untuk melakukan investasi di INKA juga agar INKA tetap hidup..

ada komentar lain?Xie Xie

Memang bagus untuk INKA, tetapi saat ini kita masih kekurangan armada cukup banyak untuk menampung keseluruhan penumpang di Jabotabek, oleh karena itu kabarnya setelah TM 6000 akan didatangkan Tokyu 9000 sebagai KRL impor penutup, dan sesudahnya tak ada lagi impor KRL bekas dari Jepang yang mana kebutuhan armada KRL akan dipenuhi sendiri oleh INKA.

BTW, mengubah LAA jenis arus searah (DC) menjadi arus bolak-balik (AC) cukup sulit dilakukan mengingat seluruh KRL di Jabotabek menggunakan sistem arus DC, tidak terkecuali KRL impor eks Jepang. Oleh karena itu sepertinya ke depannya lintas Jabotabek tetap akan menggunakan sistem arus DC, karena perubahan arus DC ke AC membutuhkan penambahan rangkaian rectifier/penyearah pada transformator yang menuju motor traksi listrik.

CMIIW.
Berita bagus, soalnya agar sebuah bangsa makin mandiri ya memang seharusnya memakai produk dalam negeri. Tapi memang untuk saat ini yg paling penting penumpang keangkut semua (urgent), ninggu INKA bikin KRL jelas akan kelamaan sehingga keran impor KRL bekas dibuka. Lagipula klo saya tidak salah kan memang dari dulu impor KRL bekas dikatakan memang hanya sampai 2011/ 2012, sehabis itu pemerintah akan memberdayakan INKA.

Quote:Memang bagus untuk INKA, tetapi saat ini kita masih kekurangan armada cukup banyak untuk menampung keseluruhan penumpang di Jabotabek, oleh karena itu kabarnya setelah TM 6000 akan didatangkan Tokyu 9000 sebagai KRL impor penutup, dan sesudahnya tak ada lagi impor KRL bekas dari Jepang yang mana kebutuhan armada KRL akan dipenuhi sendiri oleh INKA.

Mas Charles ini sudah pasti sehabis TM 7000, terus TM 05 & 6000 Tokyu 9000 masuk Indonesia??

Ehh, OOT yaXie Xie
harus di dukung dengan industri hulu dari pemerintah.. palinggak siapkan payung hukum nya
keputusan yang tepat, gimana mau maju teknologi perkeretaapian indonesia kalo terus impor krl

moga aja kapasitas produksi PT INKA dapat mengimbangi kebutuhan armada krl di masa mendatang
Tapi di 2012 INKA msh ada nggak, jgn2 sebelum di tahun tsb INKA udah colaps duluan
Inget impor KRL Bekas, inget juga Impor Gula oleh cukong2 didukung pejabat RI, yg akhirnya Pabrik Gula di Indonesia banyak yang tutup

“Dari segi pembiayaan juga lebih murah dibandingkan pesan baru di PT INKA,”
Dimane2 jg barang baru kilometer nol, body kinclong mahal pak mana ada yg murah Big Grin
(07-04-2010, 07:42 PM)we supratman Wrote: [ -> ]harus di dukung dengan industri hulu dari pemerintah.. palinggak siapkan payung hukum nya

setujuh!kalau begitu kan tenaga dalam negri(PT INKA)bisa berkaryaPlayboy
(08-04-2010, 04:44 PM)argo sindoro Wrote: [ -> ]
(07-04-2010, 07:42 PM)we supratman Wrote: [ -> ]harus di dukung dengan industri hulu dari pemerintah.. palinggak siapkan payung hukum nya

setujuh!kalau begitu kan tenaga dalam negri(PT INKA)bisa berkaryaPlayboy

Payung hukum belum cukup untuk melindungi PT. INKA, jadi PT. INKA perlu melakukan intensifikasi (peningkatan standar mutu) dan melakukan terobosan dalam hal teknologi kelistrikan serta penyediaan fasilitas khusus untuk penumpang (courtesy seat untuk penyandang cacat dll) agar mutu produksi PT. INKA tidak kalah dengan mutu KRL eks Jepang.
mudah2an PT.INKA mampu menerima tantangan ini dan mulai meningkatkan kualitas hasil produksinya..
Pages: 1 2 3 4 5 6