10-04-2010, 03:34 PM
(10-04-2010, 02:37 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ]ya benar, pak pudjiono pasti senang sekali.
Atau loko uap C13XX sudah selesai di upgread ya..

(10-04-2010, 02:37 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ]ya benar, pak pudjiono pasti senang sekali.

(09-04-2010, 08:57 PM)animaX Wrote: [ -> ]kalau Tuntang-Bedono mantebkalau memungkinkan tambah gerbongnya biar harganya bisa murah.
(10-04-2010, 05:05 PM)sepur_lori Wrote: [ -> ]apa nggak keliru C 15xx mas? setau saya g ada tuh loko C 13xx di Ambarawa. tapi nanti kalau terlaksana, ya mustinya pake B 2502 dulu.
(11-04-2010, 09:17 AM)Purushottama Wrote: [ -> ]wah hebat... tambah panjng aja.. tpi oot dikit, kyenya ada wacana yang ditambah ambarawa-bedono-gemawang gemana tu

![[Image: rack.gif]](http://www.internationalsteam.co.uk/ambarawa/rack.gif)
(11-04-2010, 11:48 AM)sepur_lori Wrote: [ -> ]wah kalau mau diterusin ke gemawang, musti diperbaiki dulu tuh gigi2 di tengah rel itu, kan dari bedono-gemawang-secang itu turunnya terjal sekali
gambar oleh
Quote:Pariwisata
Lokomotif Museum "Dihidupkan"
Senin, 7 Juni 2010 | 16:34 WIB
SEMARANG, KOMPAS - PT Kereta Api berupaya mengaktifkan kembali Lokomotif B 5112 buatan Hanomag, Jerman, tahun 1900 untuk melayani rute kereta wisata Ambarawa-Tuntang di Kabupaten Semarang. Hal itu diharapkan menambah daya tarik wisata sekaligus melestarikan cagar budaya.
Lokomotif B 5112 saat ini masih berada di halaman Museum Kereta Api Ambarawa sebagai salah satu koleksi yang dipajang. Adapun PT KA selama ini mengoperasikan dua lokomotif tua B 2502 dan B 2503 buatan Jerman tahun 1902 untuk rute wisata Ambarawa-Bedono sepanjang 10 kilometer.
Sementara rute Ambarawa-Tuntang sepanjang 7,5 kilometer sedang diperbaiki. Bantalan rel diganti dari semula kayu menjadi besi baja, sedangkan rel sepanjang 1 kilometer di Stasiun Tuntang menuju Pintu Air Jelok yang tertimbun tanah atau hilang diperbaiki dengan menggunakan sebagian rel di Stasiun Ambarawa dan Bedono.
"Kami diminta bagian Konservasi dan Heritage PT KA untuk mencari lokomotif yang masih bisa dihidupkan kembali. Setelah didata, yang paling memungkinkan itu B 5112 karena ketel uapnya relatif masih baik," kata Kepala Subdepo Traksi Ambarawa Pudjijono di Ambarawa, Minggu (6/6).
Meski begitu, pihaknya tetap harus memeriksa kualitas ketel uap itu, termasuk ketahanannya. Lokomotif B 5112 ini dinilai tangguh dan cocok untuk menjelajahi rute datar karena memiliki dua gandar atau roda penggerak yang berukuran besar. Pelaksanaan perbaikan masih menunggu instruksi lebih lanjut kantor pusat PT KA.
Kepala Stasiun Ambarawa Eko S Mulyanto, terpisah, mengatakan, setelah perbaikan rute Ambarawa-Tuntang rampung Agustus-September, diharapkan lokomotif B 5112 sudah bisa digunakan. Lokomotif wisata Ambarawa-Tuntang tidak berhenti di Stasiun Tuntang, tetapi sampai ke pintu air PLTA Jelok. "Jadi lebih lengkap fasilitas dan pemandangan bagi wisatawan yang menikmati rute ini," ujarnya.
Sementara itu, perbaikan rute Ambarawa-Tuntang sudah sepekan ini mencapai rel Stasiun Tuntang menuju pintu air PLTA Jelok. Menurut Lukman, pengawas pekerjaan di ruas tersebut, kesulitan bakal dihadapi personelnya untuk pengerjaan 400 meter rel setelah pintu air karena rel sudah hilang. Rute ini tidak lagi dijalani setelah 1970-an.
"Kami mendukung saja karena memang ini tanah milik PT Kereta Api. Namun, kami berharap keretanya dijalankan dengan perlahan di sini demi keamanan warga," ujar Zamzuri (46) yang tinggal persis di depan rel tersebut sejak 1980-an. (GAL)
http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/06...dihidupkan.