Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Rute Baru Kereta Uap Ambarawa
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Berarti sudah di perbaiki crane simbahnya..dengan cap.6 ton kemungkinan untuk standby di dipo ABR jaga2 kalau ada kereta anjlok..karena berada di jalur hidup tapi terputus....nice inpoh mas Endro...Top BangetTop Banget
(06-10-2010, 05:25 AM)eko winarno Wrote: [ -> ]Berarti sudah di perbaiki crane simbahnya..dengan cap.6 ton kemungkinan untuk standby di dipo ABR jaga2 kalau ada kereta anjlok..karena berada di jalur hidup tapi terputus....nice inpoh mas Endro...Top BangetTop Banget

Artikelnya:
"Sumber Berita"

PRESERVASI RAILWAY-CRANE SERI UH-995

[Image: siuh995c.jpg]
UH-995, saudara crane BRATASENA

Railway-Crane seri UH-995 diperkirakan datang di Indonesia pada dekade 1890-an sebanyak 2 unit ditempatkan di dipo lokomotif Semarang Poncol dan dipo lokomotif Sidotopo. Kedua railway-crane tersebut saat ini sudah tidak bisa dipergunakan lagi dan hanya tersisa 1 unit yaitu di dipo lokomotif Semarang Poncol sejak tahun 1990-an.

Pusat Pelestarian Benda Dan Bangunan PT Kereta Api Indonesia (Persero) segera mengambil tindakan untuk melakukan konservasi / preservasi terhadap benda tersebut karena merupakan barang langka dan hanya satu-satunya yang tertinggal di Indonesia. Langkah pertama adalah memindahkan benda tersebut ke Museum Ambarawa dalam upaya penyelamatan dari kerusakan yang lebih parah akibat cuaca dan ulah manusia.

Langkah selanjutnya adalah melakukan perbaikan agar mampu dioperasikan kembali baik sebagai benda pamer “live-museum” atau dipergunakan sebagai peralatan bantu di dipo lokomotif uap Ambarawa karena selama ini dipo tersebut tidak memiliki perangkat railway-crane yang memadai untuk mendukung pemeliharaan lokomotif uap B25 02 dan B25 03 jika harus dilakukan perawatan besar.

Pada prinsipnya konservasi / preservasi terhadap benda ini tidak sulit karena terdiri dari peralatan mekanik (manual) tanpa menggunakan mesin. Hanya beberapa suku cadang masih harus dibuat karena tidak ada lagi di pasaran. Beberapa modifikasi yang pernah dilakukan semasa operasi akan dikembalikan lagi pada konstruksi dan struktur aslinya.

Beberapa modifikasi yang pernah dilakukan adalah pada alat penyambung (tolak tarik) yang semula menggunakan ganco telah diganti menjadi otomatik. Gandar yang semula menggunakan “plat-bearing” telah diganti menjadi “roller-bearing”. Kedua jenis teknologi suku cadang tersebut kebetulan masih ada saat ini walau bukan asli milik asli crane UH-995 namun struktur dan konstruksinya sama.

Dengan di-konservasi-nya railway-crane UH-995 ini, maka Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki koleksi rail-crane selain negara Inggris dan Jepang yang memiliki koleksi railway-crane lebih lengkap.

Railway-crane UH-995 ini memiliki sejarah dan cerita yang cukup panjang selama pengabdiannya sejak dekade 1890-an terutama untuk mengatasi kecelakaan-kecelakaan kereta api di lintas utara. Sejak masa penggabungan NISM dan SJS, lalu diambil alih oleh SS, selanjutnya diakuisisi oleh SS, kemudian DKA, PNKA dan PJKA.

Berbeda dengan saudaranya “Si Bongkok” (railway-crane tenaga mesin uap merk FIGEE) yang sekarang berada di Balai Yasa Manggarai. Jika “Si Bongkok” menyimpan cerita-cerita misteri selama pengoperasiannya, maka UH-995 tidak memiliki cerita misteri namun pengabdiannya tidak berbeda jauh dengan pengabdian “Si Bongkok”.

Salah satu hal yang membuat UH-995 ini tidak terpakai lagi adalah karena daya angkatnya yang masih rendah yaitu di bawah 10 ton. Dengan semakin banyaknya pengoperasian lok diesel (72 – 98 ton) dan kereta ukuran besar (32 – 40 ton) serta non-aktifnya gerbong-gerbong bergandar 2 (10 – 15 ton) dan maraknya penggunaan gerbong gandar 4 (20 – 30 ton), maka peran UH-995 di lapangan menjadi semakin berkurang dan hanya dipergunakan sewaktu-waktu untuk mendukung kegiatan di dipo lokomotif Semarang Poncol.

Bahan metal yang digunakan pada railway-crane ini sangat luar biasa karena hampir selama 20 tahun berada di luar pada cuaca panas dan hujan serta udara laut yang mengandung garam ternyata tidak membuat peralatan ini menjadi hancur. Bahan-bahan metal masih terlihat utuh dan kokoh sehingga meningkatkan keyakinan dan harapan bahwa peralatan ini dapat digunakan kembali sebagaimana awalnya.

Sumber

@Narendro Anindito
D 30023 dari Dipo CU
dulu biasa dinas langsiran ketel BBM dari Stasiun Cepu ke Dipo Pertamina
Jadi inget waktu ikut training Migas di Cepu. Pas naik rig lihat loko tsb narik ketelan bolak balik dari Depo Pertamina Cepu - Stasiun Cepu.

Kalo ditarik ke Museum, sekarang yang gantiin tugasnya apa ya?
(06-10-2010, 05:33 AM)sepur_lori Wrote: [ -> ]
(06-10-2010, 05:25 AM)eko winarno Wrote: [ -> ]Berarti sudah di perbaiki crane simbahnya..dengan cap.6 ton kemungkinan untuk standby di dipo ABR jaga2 kalau ada kereta anjlok..karena berada di jalur hidup tapi terputus....nice inpoh mas Endro...Top BangetTop Banget

Artikelnya:
"Sumber Berita"

PRESERVASI RAILWAY-CRANE SERI UH-995

[Image: siuh995c.jpg]
UH-995, saudara crane BRATASENA

Railway-Crane seri UH-995 diperkirakan datang di Indonesia pada dekade 1890-an sebanyak 2 unit ditempatkan di dipo lokomotif Semarang Poncol dan dipo lokomotif Sidotopo. Kedua railway-crane tersebut saat ini sudah tidak bisa dipergunakan lagi dan hanya tersisa 1 unit yaitu di dipo lokomotif Semarang Poncol sejak tahun 1990-an.

Pusat Pelestarian Benda Dan Bangunan PT Kereta Api Indonesia (Persero) segera mengambil tindakan untuk melakukan konservasi / preservasi terhadap benda tersebut karena merupakan barang langka dan hanya satu-satunya yang tertinggal di Indonesia. Langkah pertama adalah memindahkan benda tersebut ke Museum Ambarawa dalam upaya penyelamatan dari kerusakan yang lebih parah akibat cuaca dan ulah manusia.

Langkah selanjutnya adalah melakukan perbaikan agar mampu dioperasikan kembali baik sebagai benda pamer “live-museum” atau dipergunakan sebagai peralatan bantu di dipo lokomotif uap Ambarawa karena selama ini dipo tersebut tidak memiliki perangkat railway-crane yang memadai untuk mendukung pemeliharaan lokomotif uap B25 02 dan B25 03 jika harus dilakukan perawatan besar.

Pada prinsipnya konservasi / preservasi terhadap benda ini tidak sulit karena terdiri dari peralatan mekanik (manual) tanpa menggunakan mesin. Hanya beberapa suku cadang masih harus dibuat karena tidak ada lagi di pasaran. Beberapa modifikasi yang pernah dilakukan semasa operasi akan dikembalikan lagi pada konstruksi dan struktur aslinya.

Beberapa modifikasi yang pernah dilakukan adalah pada alat penyambung (tolak tarik) yang semula menggunakan ganco telah diganti menjadi otomatik. Gandar yang semula menggunakan “plat-bearing” telah diganti menjadi “roller-bearing”. Kedua jenis teknologi suku cadang tersebut kebetulan masih ada saat ini walau bukan asli milik asli crane UH-995 namun struktur dan konstruksinya sama.

Dengan di-konservasi-nya railway-crane UH-995 ini, maka Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki koleksi rail-crane selain negara Inggris dan Jepang yang memiliki koleksi railway-crane lebih lengkap.

Railway-crane UH-995 ini memiliki sejarah dan cerita yang cukup panjang selama pengabdiannya sejak dekade 1890-an terutama untuk mengatasi kecelakaan-kecelakaan kereta api di lintas utara. Sejak masa penggabungan NISM dan SJS, lalu diambil alih oleh SS, selanjutnya diakuisisi oleh SS, kemudian DKA, PNKA dan PJKA.

Berbeda dengan saudaranya “Si Bongkok” (railway-crane tenaga mesin uap merk FIGEE) yang sekarang berada di Balai Yasa Manggarai. Jika “Si Bongkok” menyimpan cerita-cerita misteri selama pengoperasiannya, maka UH-995 tidak memiliki cerita misteri namun pengabdiannya tidak berbeda jauh dengan pengabdian “Si Bongkok”.

Salah satu hal yang membuat UH-995 ini tidak terpakai lagi adalah karena daya angkatnya yang masih rendah yaitu di bawah 10 ton. Dengan semakin banyaknya pengoperasian lok diesel (72 – 98 ton) dan kereta ukuran besar (32 – 40 ton) serta non-aktifnya gerbong-gerbong bergandar 2 (10 – 15 ton) dan maraknya penggunaan gerbong gandar 4 (20 – 30 ton), maka peran UH-995 di lapangan menjadi semakin berkurang dan hanya dipergunakan sewaktu-waktu untuk mendukung kegiatan di dipo lokomotif Semarang Poncol.

Bahan metal yang digunakan pada railway-crane ini sangat luar biasa karena hampir selama 20 tahun berada di luar pada cuaca panas dan hujan serta udara laut yang mengandung garam ternyata tidak membuat peralatan ini menjadi hancur. Bahan-bahan metal masih terlihat utuh dan kokoh sehingga meningkatkan keyakinan dan harapan bahwa peralatan ini dapat digunakan kembali sebagaimana awalnya.

Sumber



Ini ide yang bagus untuk menyongsong wisata Ambarawa sebagai sentral steam locos Indonesia plus diesel jadul karena menghidupkan loko uap perlu biaya besar.
saya tadi lihat lok D30023 di tanjakan watugong. bikin macet thu..
pandoE_29 Wrote:06-Oct-2010, 05:47 PMsaya tadi lihat lok D30023 di tanjakan watugong. bikin macet thu..

Maksudnya di Watugong desa Mbanyumanik / sebelum Ungaran , Semarang ? atau sedang di angkut ke ABR ?
Ambarawa makin rame aja nih Tersenyuum
Wah, KA Uap Ambarawa akan makin maju nih
ms bambang. mw ke ABR klo dr semarang kn lwtnya situ..aplgi ntar pas nyampe psar projo ABR, tmbh macet bgt ntr...
emg thu mw d'operasiin bt ambarawa - tuntang?? maklum saya g terlalu ngikuti perkembangan ambarawa - tuntang,,
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12