Sy termasuk yg suka "ngebul" spt lokomotif .
Umum-nya Sy merokok lihat-lihat situasi n kondisi dulu, yaitu tempat n situasi di mana pun selain di KA.
Nah untuk merokok di KA n yg berhubungan dng KA, "usaha" yg Sy lakukan u mengurangi ketidaknyamanan bagi yg bukan perokok adalah:
1. Di Stasiun, merokok di tempat yg tidak dilarang merokok, Sy mampir ke warung makan, kedai kopi dsb, sambil menunggu kedatangan KA... gambarannya spt di mall yg ada tempat bagi yg ingin merokok, biasanya gabung dng tempat makan n minum....(memang dilematis klu bukan perokok datang jg ke tempat tsb).
2. Di Peron, merokok di area yg diijinkan, spt yg ada di St. Gambir (GMR), di St. Bandung (BD) dsb.
3. Di KA. K1, Sy merokok di bordes, atau di kereta makan + kopi (di KM disediakan asbak + bisa ngeceng prami)... di KRL K1 atau di KRL Ekonomi AC, tentunya tdk merokok sama sekali, tahan deh (ternyata bisa jg ya u tdk merokok).
4. Di KA. K2, Sy merokok utamanya di bordes juga... nah klu penumpang-nya lowong Sy merokok di dalam K2, nyari tempat duduk yg memang sepi penumpang di sekitarnya atau di sebelah penumpang yg merokok juga, jendela Sy buka (buka atau putar pake engkol ke atas?) + kopi.
5. Di KA/KRL K3, klu suasana penumpangnya full berdesakan, berhimpitan, bergelantungan... gak deh gak merokok, nah klu penumpangnya longgar, kasus-nya mirip spt di K2 di atas.
Semoga "usaha" yg Sy lakukan di atas ttg merokok, bisa mengurangi ketidaknyamanan bagi orang2 (calon penumpang n penumpang KA/KRL) yg bukan perokok.
Mohon maaf apabila "usaha" tsb. ternyata tetap mengganggu kenyamanan.