Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Soalan penumpang merokok dalam kereta
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21
(04-04-2010, 10:01 AM)BB 30501 Wrote: [ -> ]ikut nimbrung ya. . . .

kaLo di k3 sih banyak yg mrokok bisa dimakLumi. . . .tapi kaLo di k2 mestinya dibuat aturan "diLarang merokok" juga. . . . .jadi seperti di k1. .kaLo ada yg ingin merokok ya di bordes. . .di k2 kan penumpang menvari kenyamanan cz bayarnya Lebih mahaL. . . .

ane juga perokok. . .kaLo waktu di k3 sih gak masaLah. . . .tapi waktu di k2 apaLagi di k1. . . .kaLo mau merokok ya di bordes

Walaupun di K3 kalo ada ibu2, anak2, bayi2, nenek2 ya kalo ngrokok jangan sampai mengganggu mereka. Oke?? Bye Bye
(05-02-2009, 01:09 PM)hedwigus Wrote: [ -> ]Begitu juga di Stasion Gambir. Padalah telah diberi area merokok di peron Utara, tetapi tetap saja pada merokok disembarang tempat. PKD yang melihat hanya diam saja. Dulu saat perda anti rokok baru dimulai, sering diumumkan peringatan untuk mematikan rokok di tempat larangan merokok, tetapi sekarang sepertinya sudah tidak terdengar lagi.
Untung ada fatwa haram untuk merokok.

[Image: No_Smoking.jpg]

hmm...di senen juga sama, udah ada tanda dilarang merokok eh malahan yang duduk2 di bawah seenak udelnya ngasep berame2!
trus juga sempet liat pas ada rombongan yang mau naik kereta n ada anak balitanya, eh si bapaknya n kakeknya malah enak2an ngasep, ga ngerasa kali ya mereka klo asepnya juga ganggu anak/cucunya sendiri!

(12-03-2010, 09:43 AM)Semutsdt Wrote: [ -> ]Walaupun saya perokok berat saya setuju kalo di semua gerbong kereta di larang udud Xie Xie kecuali di bordes dan pintu kereta. Ngakak soalnya selama ini belum ada ruangan khusus buat perokok kayak saya Xie Xie makanya saya selalu milih naik k3 duduk di pintu walaupun tiket saya bertempat duduk. Walaupun sby jkt saya rela untuk duduk di pas pintu kereta karena rokok adalah kekasih ke 2 saya Ngakak OOT saya merokok 2bungkus sehari tapi sehat sehat aja sampe sekarang. Maaf lho kalau ada kata kata yg menyinggung perasaan teman2 dimari.

[quote='antimon40' pid='146343' dateline='1270358325']
gw paling ga suka naik k3, salah satu alasannya karena ini, banyak penumpang yang merokok, bahkan di tempat duduknya masing2 tanpa punya kesadaran dengan tetangga sebelah2nya.
juga pas naik k2, kadang masih ada juga yang ngasep di tempat duduknya, walopun ga sebanyak yang di k3.
makanya gw lbh pilih k1 yang udah dijamin gada yg ngasep di tempat duduk, tapi ada efek lain pas naik k1, dingin bangetSedih walopun udah pake jaket n selimut...
Sy termasuk yg suka "ngebul" spt lokomotif .
Umum-nya Sy merokok lihat-lihat situasi n kondisi dulu, yaitu tempat n situasi di mana pun selain di KA.

Nah untuk merokok di KA n yg berhubungan dng KA, "usaha" yg Sy lakukan u mengurangi ketidaknyamanan bagi yg bukan perokok adalah:

1. Di Stasiun, merokok di tempat yg tidak dilarang merokok, Sy mampir ke warung makan, kedai kopi dsb, sambil menunggu kedatangan KA... gambarannya spt di mall yg ada tempat bagi yg ingin merokok, biasanya gabung dng tempat makan n minum....(memang dilematis klu bukan perokok datang jg ke tempat tsb).

2. Di Peron, merokok di area yg diijinkan, spt yg ada di St. Gambir (GMR), di St. Bandung (BD) dsb.

3. Di KA. K1, Sy merokok di bordes, atau di kereta makan + kopi (di KM disediakan asbak + bisa ngeceng prami)... di KRL K1 atau di KRL Ekonomi AC, tentunya tdk merokok sama sekali, tahan deh (ternyata bisa jg ya u tdk merokok).

4. Di KA. K2, Sy merokok utamanya di bordes juga... nah klu penumpang-nya lowong Sy merokok di dalam K2, nyari tempat duduk yg memang sepi penumpang di sekitarnya atau di sebelah penumpang yg merokok juga, jendela Sy buka (buka atau putar pake engkol ke atas?) + kopi.

5. Di KA/KRL K3, klu suasana penumpangnya full berdesakan, berhimpitan, bergelantungan... gak deh gak merokok, nah klu penumpangnya longgar, kasus-nya mirip spt di K2 di atas.

Semoga "usaha" yg Sy lakukan di atas ttg merokok, bisa mengurangi ketidaknyamanan bagi orang2 (calon penumpang n penumpang KA/KRL) yg bukan perokok.

Mohon maaf apabila "usaha" tsb. ternyata tetap mengganggu kenyamanan.Sedih
Quote:Penegakan Larangan Merokok Dalam Gerbong Diawali Teguran.

suarasurabaya.net - Meski sudah diberlakukan, larangan merokok didalam gerbong saat perjalanan kereta api, sampai Sabtu (7/1/2012) ternyata masih banyak ditemui petugas. Pelaksanaan penegakan larangan tersebut nantinya diawali dengan teguran.

“Kepada penumpang yang berada didalam gerbong kemudian kami lihat sedang merokok, maka yang akan dilakukan oleh petugas kami adalah melakukan teguran,” terang Sri Winarto Manajer Humasda PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops VIII Surabaya.

Ditemui dikantornya, Sabtu (7/1/2012), Sri Winarto menambahkan bahwa pemberlakuan ketentuan larangan merokok didalam gerbong dalam perjalanan kereta api ke seluruh tujuan dimaksudkan untuk memberikan rasa nyaman bagi penumpang.

Meski pada awalnya sempat memunculkan pro dan kontra dengan ketentuan tersebut, tetapi ada akhirnya ketentuan itu harus diberlakukan sebagai satu diantara upaya untuk menciptakan rasa nyaman bagi seluruh penumpang kereta api.

“Bayangkan kalau kami sudah melengkapi gerbong dengan fasilitas AC, tetapi ternyata penumpang masih merokok didalam gerbong, percuma toh? Oleh karena itu, pemberlakuan ketentuan larangan merokok harus segera dijalankan,” lanjut Sri Winarto.

Ditanya tentang ketentuan menurunkan penumpang yang kedapatan merokok dalam gerbong saat perjalanan kereta api, Sri Winarto menegaskan bahwa nantinya memang ketentuan tersebut akan diberlakukan.

“Tetapi pada tahap awal, sekaligus untuk melakukan sosialisasi ketentuan larangan merokok tersebut, maka kami akan melakukan teguran bagi penumpang yang kedapatan merokok. Teguran itu sifatnya langsung,” ujar Sri Winarto pada suarasurabaya.net, Sabtu (7/1/2012).

Tetapi kedepan nanti, tambah Sri Winarto, jika penumpang membandel atau menolak untuk mematikan rokoknya, maka petugas tidak segan-segan akan menurunkan penumpang di stasiun kereta api terdekat.
sekarang hampir di semua bordes K-1 dikasih stiker untuk tidak merokok....Bethe berhubung saya ini perokok.. palagi kalo nyantai bis makan.... yaaaa saya seh kalo males jaoh2 ke KM.. ya tetep aja seh ngerokok di bordes.....

tapi jujur aja ya... rasanya aga jengah aja... soalnya kalo ada petugas yg lewat koq rasanya jadi riweuhBethe dan ane ngerokoknya di sambungan bordes... dan abunya dibuang ke bawah sambungan.... jujur aja yaaa... jadi ga nyaman banget buat ngebul, meski di bordesBethe

pernah seh kepikiran buat iseng... "cuman dalam ide aja seh", tuh striker mo ane kasih tulisan W biar stikernya berbunyi NOw SMOKING Ngikik
Ada Ide..!
bagemana kalo aling2 difungsiin ae sebagai smoking area ae,

kereta paling depan dan paling belakang daripada nganggur bin kosong
dibikin kereta khususon para perokok n 1 kereta bisa menampung 150 rokokmania + ada Anak Band juga (kalo boleh sih Ngakak),
dan distasiun jg bisa jadi pemandangan unik coz bisa liat orang keluar dari tuh kereta diiringi oleh kebul tebal, kayak pelem mapia turun dari van smbil bawa pestol Ngakak Abis

semoga aja tak ada dusta diantara para rokokmania dan rokokphobia dengan juga diberinya fasilitas untuk smokingarea, toh mereka juga pengguna jasa yg juga bayar.

(br bayangin kalo aturan ini diberlakukan dari aling2 paling belakang mpei lokomotif, kasian masinis yg rokokmania jg, bisa2 si masinis diusir ma satpamsepur)Eh iya lupa...
la wong kendaraan saja harus lulus uji emisi, standard EURO3 sebentar lagi mungkin harus sudah EURO4 , la kalo manusianya masih bikin polusi kan aneh , apalagi di kereta api yang mengusung semangat hemat energi dan bebas(minim) polusi, sampek muncul ABA Go-Green segala. lokomotif nya saja walaupun di indonesia belum ada juga sudah ada teknologi hybrid, jadi sudah cocok kalau kebijakan ini diterapkan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) termasuk di Kereta Makan yg tidak ada tempat khusus merokoknya. restoran saja memisahkan ruang merokok dan tidak, tapi yang namanya buang kotoran atau polusi memang harus ditempat tertentu macam toilet....., atau biar gak ganggu orang lain yg sama-sama bayar tiket juga, asapnya bisa ditelan saja jadi aman.
Ngakak
kalo mau merokok ya di toilet aja, biar nggak ganggu orang lain dan bisa menikmati sendiri asap nya
[Image: img2752z.jpg]
sy perokok. pengalaman yg sudah2 (waktu naik bima dan gumarang) biasanya kalo "kebelet" semoking, ya ke bordes, nempel ke pintu kereta, trs buka dikit aja pintunya biar asap bisa keluar dan ada angin masuk. Selain itu juga biar abu rokok bisa sy buang ke luar sembari semoking. udh kelar ya tinggal buang keluar. pintu selalu sy buka coz berusaha menghargai OTC yg udh susah payah jaga kebersihan.

alternatif lain ya di dlm wc. udh kelar tinggal siram aja abu2 rokok di lantai. beres

peringatan:
bagi para perokok yg merokok di dlm toilet kereta, pastikan sebelum masuk dan mengunci pintu untuk merokok di dalam toilet, sekali lagi pastikan bahwa pintu toilet tidak macet dan mudah dibuka. supaya anda terhindar terjebak di dalam toilet seperti sy
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21