Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Kereta Uap di TMII Akan Diminta Pemkot Solo
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3 4 5 6
Quote:Kereta Uap di TMII Akan Diminta Pemkot Solo

Solo, CyberNews. Upaya pemkot Surakarta untuk mengubah image Solo masa depan menjadi Solo masa lalu terus bergulir. Setelah berhasil mendatangkan kereta uap (Sepur Kluthuk Jaladara) dari Ambarawa, kini giliran kereta uap yang beroperasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta yang dibidik.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Surakarta Purnomo Subagyo, Kota Bengawan ini akan dijadikan seperti Solo tempo dulu. "Salah satunya dengan mengoperasikan kereta kuno karena rel tengah kota sudah ada," kata Purnomo kepada wartawan, Kamis (20/5).

Rencananya, kata dia, untuk melengkapi sepur kluthuk Jaladara yang sudah lebih dulu beroperasi, pihaknya akan meminta kereta uap di TMII. Hal itu dilakukan karena kereta wisata tersebut, sebelum dibawa ke Jakarta pernah melenggang di Solo. "Jadi, wacana kami akan meminta kereta di Taman Mini (TMII, Red) itu untuk dioperasikan di sini (Solo, Red) lagi," imbuhnya.

Menurut Purnomo, informasi itu berasal dari penelitian yang dilakukan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bersama para ahli beberapa tahun lalu. "Seandainya berhasil, menjadikan Solo tempo dulu akan semakin mudah. Dulu kan alat transportasi seperti kereta melewati tengah kota," tandasnya.

Lantas, kapan kereta itu akan diminta dan didatangkan? Purnomo menegaskan, pemkot masih menunggu pengaktifan rel tengah kota yang sedang dibahas. Untuk saat ini, lanjut dia, rel tengah kota yang aktif baru dari stasiun Purwosari ke stasiun kota (Sangkrah).

"Rencananya ada pengaktifan rel lagi, yaitu dari Sangkrah sampai Jebres. Namun, masih dikaji apakah rel yang dipakai adalah yang melalui dekat tanggul Sangkrah atau sisi tengah. Seandainya itu sudah berhasil, maka kereta dari Taman Mini bisa diminta. Tentunya, itu harus mengoperasikan sepur Jaladara dulu sampai Jebres," paparnya.

Dengan demikian, ujar Purnomo, diharapkan image masa depan Solo menjadi seperti tempo dulu bisa terbentuk. Selain itu, keadaan semacam ini bisa mengangkat branding Kota Bengawan ini menjadi kota yang unik. "Tujuan akhir yang kami inginkan yaitu Solo mampu menyedot wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri," ungkapnya.

Di sisi lain, pemkot berupaya menjadikan Surakarta memiliki ciri khas yang tidak dimiliki kota lain. "Salah satunya ya dengan kereta uap yang unik itu dan berjalan di tengah kota," tuturnya.

( Arif M Iqbal /CN13 )

http://suaramerdeka.com/v1/index.php/rea...emkot-Solo

wihhh C1218 sudah di dapat masih kurang, nanti yang di Cibubur juga mau diambil juga pak? Ceria
ya tuh yg di TMII daripada nggak kerawat mending di aktifkan saja
1. Apa bisa jalan tuh loko uapnya ?
2. Apa nanti ngga kram jalannya. Lha wong dah lama ngga bergerak ?
(21-05-2010, 09:39 AM)Agus Riyanto Wrote: [ -> ]1. Apa bisa jalan tuh loko uapnya ?
2. Apa nanti ngga kram jalannya. Lha wong dah lama ngga bergerak ?

mungkin diperbaiki dulu. Biasanya pakai uangnya pemerintah pusat Ngakak
(21-05-2010, 09:59 AM)animaX Wrote: [ -> ]
(21-05-2010, 09:39 AM)Agus Riyanto Wrote: [ -> ]1. Apa bisa jalan tuh loko uapnya ?
2. Apa nanti ngga kram jalannya. Lha wong dah lama ngga bergerak ?

mungkin diperbaiki dulu. Biasanya pakai uangnya pemerintah pusat Ngakak

Perbaikan lok uapnya itu pakai APBD ya? Lantas lok uap mana saja yang akan dikirim ke SLO dan berapa unit jumlahnya?
(21-05-2010, 10:15 AM)Charles Wrote: [ -> ]Perbaikan lok uapnya itu pakai APBD ya? Lantas lok uap mana saja yang akan dikirim ke SLO dan berapa unit jumlahnya?

Kalau perbaikan lok uap pakai APBD sepertinya sulit.. kemungkinan terbesar minta dana ke Direktorat Jendral Sejarah & Purbakala (Departemen Kebudayaan & Pariwisata) atau Kementrian Perhubungan Bingung

Seperti perbaikan jalur rel Solo-Wonogiri yang menanggung pemerintah pusat, dan rencana pengaktifan jalur Sangkrah-Jebres juga pemerintah pusat.
(21-05-2010, 10:26 AM)animaX Wrote: [ -> ]
(21-05-2010, 10:15 AM)Charles Wrote: [ -> ]Perbaikan lok uapnya itu pakai APBD ya? Lantas lok uap mana saja yang akan dikirim ke SLO dan berapa unit jumlahnya?

Kalau perbaikan lok uap pakai APBD sepertinya sulit.. kemungkinan terbesar minta dana ke Direktorat Jendral Sejarah & Purbakala (Departemen Kebudayaan & Pariwisata) atau Kementrian Perhubungan Bingung

Seperti perbaikan jalur rel Solo-Wonogiri yang menanggung pemerintah pusat, dan rencana pengaktifan jalur Sangkrah-Jebres juga pemerintah pusat.

Wow, chabar baru nie Top Banget kalau boleh tau nie ntar lok uap kelas apa yg diminta? apakah B 22, C 12, C 19 atau C 25? Bingung

Mengenang masa lalu Spoor Kloethoek Soerakarta
[Image: java10001.jpg]

C 2010 menarik sepur Wonogirinan di Jalan Slamet Rijadi, Juli 1975 (sumber: http://www.internationalsteam.co.uk/trains/java108.htm)
^
^ Belum tahu... Pak Jokowi kemarin juga mengincar yang ada di Cibubur.
wah bagus tuh, bisa nambah jumlah lok uap yang jalan..
tapi apa spare part-nya masih ada?? trus apa boilernya masih bisa dugunakan??Bingung
Mending yang di-Cibubur aja.. kasihan tuh mangkrak dan berkarat
Pages: 1 2 3 4 5 6