Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Soalan Mesin KRDI & KRD MCW 301-302
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8
(01-06-2010, 10:17 AM)eling Wrote: [ -> ]
(01-06-2010, 05:03 AM)Logawa_exp Wrote: [ -> ][spoiler]
hmmm..kalo engine ( mesin ) itu sendiri ada beberapa type yaitu :
1. Inline
2. V Line

1. Inline tuh posisi piston tegak, untuk tipe mesin dengan 2 atau 4 silinder rata2 masih Inline type
2. V line tuh posisi piston saling membentuk sudut sehingga kalo diliaht dari samping seperti huruf V ( jangan asumsi yang lain loh ya Ngikik ) biasanya engine dengan 4 silinder lebih memakai kombinasi ini. Cummins QSK 45 ( enginenya Pramex ) merupakan type V-line

selain kedua tipe diatas, ada tipe horisontal engine, yaitu engine yang memiliki dimensi panjang dan lebarnya lebih besar dari tingginya. selain itu posisi Filter oli dan bahan bakar serta deep-stick olinya juga ada disamping kanan-kirinya. Mesin Cummins NT855 yang dipakai oleh KRD Shinko dan Cummins N14-ER yang dipakai KRDI merupakan type Horisontal. Mesin yang dipakai oleh KRDE Arek Surokerto juga termasuk Horizontal Engine...

untuk KRD shinko ( MCW ), kontrol mesinnya masih pneumatik sehingga fungsi elektrik belum begitu vital, tapi beda untuk KRDI, kontrol mesin dan transmisi VOITHnya sudah secara eletrik yaitu untuk engine pake ECM ( Engine Control Module ) sedangkan transmisinya pake sistem VTDC ( Voith Turbo Drive Control ). ECM menempel di engine begitu juga salah satu komponen VTDC-nya ( VTDC merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen ). Oleh karena itu , meskipun KRDI termasuk KRDH, tetapi ia masih takut air, karena bisa konslet dan error ECM-nya..

mungkin ini bisa membantu, Playboy[/spoiler]
yang bikin KRDI turun gunung juga...xixixixi...
berarti ECM harus dibuatkan cassing yang anti air...
thanks sharing sessionnya...

wah harus pake Box dengan IP68 dunk!!! wakakaka...mahal kang boxnya...

(01-06-2010, 10:44 AM)Charles Wrote: [ -> ][spoiler]
(01-06-2010, 05:03 AM)Logawa_exp Wrote: [ -> ]hmmm..kalo engine ( mesin ) itu sendiri ada beberapa type yaitu :
1. Inline
2. V Line

1. Inline tuh posisi piston tegak, untuk tipe mesin dengan 2 atau 4 silinder rata2 masih Inline type
2. V line tuh posisi piston saling membentuk sudut sehingga kalo diliaht dari samping seperti huruf V ( jangan asumsi yang lain loh ya Ngikik ) biasanya engine dengan 4 silinder lebih memakai kombinasi ini. Cummins QSK 45 ( enginenya Pramex ) merupakan type V-line

selain kedua tipe diatas, ada tipe horisontal engine, yaitu engine yang memiliki dimensi panjang dan lebarnya lebih besar dari tingginya. selain itu posisi Filter oli dan bahan bakar serta deep-stick olinya juga ada disamping kanan-kirinya. Mesin Cummins NT855 yang dipakai oleh KRD Shinko dan Cummins N14-ER yang dipakai KRDI merupakan type Horisontal. Mesin yang dipakai oleh KRDE Arek Surokerto juga termasuk Horizontal Engine...

untuk KRD shinko ( MCW ), kontrol mesinnya masih pneumatik sehingga fungsi elektrik belum begitu vital, tapi beda untuk KRDI, kontrol mesin dan transmisi VOITHnya sudah secara eletrik yaitu untuk engine pake ECM ( Engine Control Module ) sedangkan transmisinya pake sistem VTDC ( Voith Turbo Drive Control ). ECM menempel di engine begitu juga salah satu komponen VTDC-nya ( VTDC merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen ). Oleh karena itu , meskipun KRDI termasuk KRDH, tetapi ia masih takut air, karena bisa konslet dan error ECM-nya..Ngikik

mungkin ini bisa membantu,
[/spoiler]
Kalau boleh tahu, letak Engine Control Module (ECM)-nya itu di sebelah mana dari mesin dan berapa ketinggiannya dari permukaan bawah roda?
Untuk sistem pneumatik di MCW 302 itu sendiri berpakah tekanan katup pneumatisnya, bagaimana skema katupnya, dan di manakah letak sistem kelistrikan untuk lampu semboyan dan penerangan penumpang?
Letak ECM menempel di mesin, ketinggiannya kira2 30-40an cm dari rel...
waduh kalo MCW302 ane ngga tau, ane tahunya KRDI doank..hehehe
(01-06-2010, 06:58 PM)Logawa_exp Wrote: [ -> ][spoiler]
(01-06-2010, 10:17 AM)eling Wrote: [ -> ]
(01-06-2010, 05:03 AM)Logawa_exp Wrote: [ -> ][spoiler]
hmmm..kalo engine ( mesin ) itu sendiri ada beberapa type yaitu :
1. Inline
2. V Line

1. Inline tuh posisi piston tegak, untuk tipe mesin dengan 2 atau 4 silinder rata2 masih Inline type
2. V line tuh posisi piston saling membentuk sudut sehingga kalo diliaht dari samping seperti huruf V ( jangan asumsi yang lain loh ya Ngikik ) biasanya engine dengan 4 silinder lebih memakai kombinasi ini. Cummins QSK 45 ( enginenya Pramex ) merupakan type V-line

selain kedua tipe diatas, ada tipe horisontal engine, yaitu engine yang memiliki dimensi panjang dan lebarnya lebih besar dari tingginya. selain itu posisi Filter oli dan bahan bakar serta deep-stick olinya juga ada disamping kanan-kirinya. Mesin Cummins NT855 yang dipakai oleh KRD Shinko dan Cummins N14-ER yang dipakai KRDI merupakan type Horisontal. Mesin yang dipakai oleh KRDE Arek Surokerto juga termasuk Horizontal Engine...

untuk KRD shinko ( MCW ), kontrol mesinnya masih pneumatik sehingga fungsi elektrik belum begitu vital, tapi beda untuk KRDI, kontrol mesin dan transmisi VOITHnya sudah secara eletrik yaitu untuk engine pake ECM ( Engine Control Module ) sedangkan transmisinya pake sistem VTDC ( Voith Turbo Drive Control ). ECM menempel di engine begitu juga salah satu komponen VTDC-nya ( VTDC merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen ). Oleh karena itu , meskipun KRDI termasuk KRDH, tetapi ia masih takut air, karena bisa konslet dan error ECM-nya..

mungkin ini bisa membantu, Playboy[/spoiler]
yang bikin KRDI turun gunung juga...xixixixi...
berarti ECM harus dibuatkan cassing yang anti air...
thanks sharing sessionnya...

wah harus pake Box dengan IP68 dunk!!! wakakaka...mahal kang boxnya...

(01-06-2010, 10:44 AM)Charles Wrote: [ -> ][spoiler]
(01-06-2010, 05:03 AM)Logawa_exp Wrote: [ -> ]hmmm..kalo engine ( mesin ) itu sendiri ada beberapa type yaitu :
1. Inline
2. V Line

1. Inline tuh posisi piston tegak, untuk tipe mesin dengan 2 atau 4 silinder rata2 masih Inline type
2. V line tuh posisi piston saling membentuk sudut sehingga kalo diliaht dari samping seperti huruf V ( jangan asumsi yang lain loh ya Ngikik ) biasanya engine dengan 4 silinder lebih memakai kombinasi ini. Cummins QSK 45 ( enginenya Pramex ) merupakan type V-line

selain kedua tipe diatas, ada tipe horisontal engine, yaitu engine yang memiliki dimensi panjang dan lebarnya lebih besar dari tingginya. selain itu posisi Filter oli dan bahan bakar serta deep-stick olinya juga ada disamping kanan-kirinya. Mesin Cummins NT855 yang dipakai oleh KRD Shinko dan Cummins N14-ER yang dipakai KRDI merupakan type Horisontal. Mesin yang dipakai oleh KRDE Arek Surokerto juga termasuk Horizontal Engine...

untuk KRD shinko ( MCW ), kontrol mesinnya masih pneumatik sehingga fungsi elektrik belum begitu vital, tapi beda untuk KRDI, kontrol mesin dan transmisi VOITHnya sudah secara eletrik yaitu untuk engine pake ECM ( Engine Control Module ) sedangkan transmisinya pake sistem VTDC ( Voith Turbo Drive Control ). ECM menempel di engine begitu juga salah satu komponen VTDC-nya ( VTDC merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen ). Oleh karena itu , meskipun KRDI termasuk KRDH, tetapi ia masih takut air, karena bisa konslet dan error ECM-nya..Ngikik

mungkin ini bisa membantu,
[/spoiler]
Kalau boleh tahu, letak Engine Control Module (ECM)-nya itu di sebelah mana dari mesin dan berapa ketinggiannya dari permukaan bawah roda?
Untuk sistem pneumatik di MCW 302 itu sendiri berpakah tekanan katup pneumatisnya, bagaimana skema katupnya, dan di manakah letak sistem kelistrikan untuk lampu semboyan dan penerangan penumpang?
Letak ECM menempel di mesin, ketinggiannya kira2 30-40an cm dari rel...
waduh kalo MCW302 ane ngga tau, ane tahunya KRDI doank..hehehe[/spoiler]

ya ampuun jaraknya deket banget, riskan cipratan air...
:xp
(01-06-2010, 07:05 PM)eling Wrote: [ -> ]
(01-06-2010, 06:58 PM)Logawa_exp Wrote: [ -> ][spoiler]
(01-06-2010, 10:17 AM)eling Wrote: [ -> ]
(01-06-2010, 05:03 AM)Logawa_exp Wrote: [ -> ][spoiler]
hmmm..kalo engine ( mesin ) itu sendiri ada beberapa type yaitu :
1. Inline
2. V Line

1. Inline tuh posisi piston tegak, untuk tipe mesin dengan 2 atau 4 silinder rata2 masih Inline type
2. V line tuh posisi piston saling membentuk sudut sehingga kalo diliaht dari samping seperti huruf V ( jangan asumsi yang lain loh ya Ngikik ) biasanya engine dengan 4 silinder lebih memakai kombinasi ini. Cummins QSK 45 ( enginenya Pramex ) merupakan type V-line

selain kedua tipe diatas, ada tipe horisontal engine, yaitu engine yang memiliki dimensi panjang dan lebarnya lebih besar dari tingginya. selain itu posisi Filter oli dan bahan bakar serta deep-stick olinya juga ada disamping kanan-kirinya. Mesin Cummins NT855 yang dipakai oleh KRD Shinko dan Cummins N14-ER yang dipakai KRDI merupakan type Horisontal. Mesin yang dipakai oleh KRDE Arek Surokerto juga termasuk Horizontal Engine...

untuk KRD shinko ( MCW ), kontrol mesinnya masih pneumatik sehingga fungsi elektrik belum begitu vital, tapi beda untuk KRDI, kontrol mesin dan transmisi VOITHnya sudah secara eletrik yaitu untuk engine pake ECM ( Engine Control Module ) sedangkan transmisinya pake sistem VTDC ( Voith Turbo Drive Control ). ECM menempel di engine begitu juga salah satu komponen VTDC-nya ( VTDC merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen ). Oleh karena itu , meskipun KRDI termasuk KRDH, tetapi ia masih takut air, karena bisa konslet dan error ECM-nya..

mungkin ini bisa membantu, Playboy[/spoiler]
yang bikin KRDI turun gunung juga...xixixixi...
berarti ECM harus dibuatkan cassing yang anti air...
thanks sharing sessionnya...

wah harus pake Box dengan IP68 dunk!!! wakakaka...mahal kang boxnya...

(01-06-2010, 10:44 AM)Charles Wrote: [ -> ][spoiler]
(01-06-2010, 05:03 AM)Logawa_exp Wrote: [ -> ]hmmm..kalo engine ( mesin ) itu sendiri ada beberapa type yaitu :
1. Inline
2. V Line

1. Inline tuh posisi piston tegak, untuk tipe mesin dengan 2 atau 4 silinder rata2 masih Inline type
2. V line tuh posisi piston saling membentuk sudut sehingga kalo diliaht dari samping seperti huruf V ( jangan asumsi yang lain loh ya Ngikik ) biasanya engine dengan 4 silinder lebih memakai kombinasi ini. Cummins QSK 45 ( enginenya Pramex ) merupakan type V-line

selain kedua tipe diatas, ada tipe horisontal engine, yaitu engine yang memiliki dimensi panjang dan lebarnya lebih besar dari tingginya. selain itu posisi Filter oli dan bahan bakar serta deep-stick olinya juga ada disamping kanan-kirinya. Mesin Cummins NT855 yang dipakai oleh KRD Shinko dan Cummins N14-ER yang dipakai KRDI merupakan type Horisontal. Mesin yang dipakai oleh KRDE Arek Surokerto juga termasuk Horizontal Engine...

untuk KRD shinko ( MCW ), kontrol mesinnya masih pneumatik sehingga fungsi elektrik belum begitu vital, tapi beda untuk KRDI, kontrol mesin dan transmisi VOITHnya sudah secara eletrik yaitu untuk engine pake ECM ( Engine Control Module ) sedangkan transmisinya pake sistem VTDC ( Voith Turbo Drive Control ). ECM menempel di engine begitu juga salah satu komponen VTDC-nya ( VTDC merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen ). Oleh karena itu , meskipun KRDI termasuk KRDH, tetapi ia masih takut air, karena bisa konslet dan error ECM-nya..Ngikik

mungkin ini bisa membantu,
[/spoiler]
Kalau boleh tahu, letak Engine Control Module (ECM)-nya itu di sebelah mana dari mesin dan berapa ketinggiannya dari permukaan bawah roda?
Untuk sistem pneumatik di MCW 302 itu sendiri berpakah tekanan katup pneumatisnya, bagaimana skema katupnya, dan di manakah letak sistem kelistrikan untuk lampu semboyan dan penerangan penumpang?
Letak ECM menempel di mesin, ketinggiannya kira2 30-40an cm dari rel...
waduh kalo MCW302 ane ngga tau, ane tahunya KRDI doank..hehehe[/spoiler]

ya ampuun jaraknya deket banget, riskan cipratan air...
:xp

sering kecipratan air kok kang, apalagi kalo pas hujan...
kalo kecipratan sih ga apa-apa...yang masalah kan kalo terendam trus dalam kondisi ON, konslet deh itu ECM..hehehe
(01-06-2010, 05:03 AM)Logawa_exp Wrote: [ -> ]hmmm..kalo engine ( mesin ) itu sendiri ada beberapa type yaitu :
1. Inline
2. V Line

1. Inline tuh posisi piston tegak, untuk tipe mesin dengan 2 atau 4 silinder rata2 masih Inline type
2. V line tuh posisi piston saling membentuk sudut sehingga kalo diliaht dari samping seperti huruf V ( jangan asumsi yang lain loh ya Ngikik ) biasanya engine dengan 4 silinder lebih memakai kombinasi ini. Cummins QSK 45 ( enginenya Pramex ) merupakan type V-line

selain kedua tipe diatas, ada tipe horisontal engine, yaitu engine yang memiliki dimensi panjang dan lebarnya lebih besar dari tingginya. selain itu posisi Filter oli dan bahan bakar serta deep-stick olinya juga ada disamping kanan-kirinya. Mesin Cummins NT855 yang dipakai oleh KRD Shinko dan Cummins N14-ER yang dipakai KRDI merupakan type Horisontal. Mesin yang dipakai oleh KRDE Arek Surokerto juga termasuk Horizontal Engine...

untuk KRD shinko ( MCW ), kontrol mesinnya masih pneumatik sehingga fungsi elektrik belum begitu vital, tapi beda untuk KRDI, kontrol mesin dan transmisi VOITHnya sudah secara eletrik yaitu untuk engine pake ECM ( Engine Control Module ) sedangkan transmisinya pake sistem VTDC ( Voith Turbo Drive Control ). ECM menempel di engine begitu juga salah satu komponen VTDC-nya ( VTDC merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen ). Oleh karena itu , meskipun KRDI termasuk KRDH, tetapi ia masih takut air, karena bisa konslet dan error ECM-nya..Ngikik

mungkin ini bisa membantu, Playboy


hebat, pakarnya bicara juga!

mungkin kalau diandaikan sebagai mobil, KRDH MCW302 itu Panther lama sedangkan KRDI itu Innova Diesel Ngakak
berarti mesin KRDI dan Pramex sudah tidak menggunakan governor dan sudah memakai injektor elektrik untuk intake bahan bakarnya?
Lalu kira2 bisa ngga KRDH MCW302 yg mesinnya udah bermasalah diganti seluruh mesin dan transmisi serta sistem2nya diganti sama seperti KRDI?



Ini ada spesifikasi dari Cummins QSK45 yang digunakan CKRDE ex BN/HOLEC (Pramex, Baraya Geulis, Rencang Geulis)

Quote:[Image: qsk45_hi3qtr.jpg]

Engine type :VEE, 12-cylinder, 4-cycle
Displacement :2,746 CU inches / 45 liters
Bore and stroke : 6.26 x 7.48 inches / 159 x 190mm
Aspiration :Turbo aftercooled/intercooled
Oil system capacity :192 U.S. QT / 182 liters

Available Ratings bhp (kW) @ rpm
1500 (1118) @ 1900 rpm
1800 (1342) @ 1800 rpm
kalau tidak salah CKRD itu 1500hp

Dimensions*:
Length :93.4 inches / 2,372mm
Width :61.9 inches / 1,572mm
Height :74 inches / 1,880mm
Wet weight :13,500 lb / 6,123 kg
*dependent on customer specific options



(01-06-2010, 01:34 PM)Charles Wrote: [ -> ]Model Deltic itu kebanyakan dipakai di KRD jenis apa dan jika ada unit mana saja yang memakai model mesin jenis itu?
Bagaimana letak saluran bahan bakar yang menuju ruang bakar dalam model Deltic tsb?


Untuk mesin Deltic, DISINI ada penjelasan lebih lanjut..
Mesin Deltic atau Napier Deltic ini digunakan di BR (British Rail) Class 55 dan 23 buatan tahun 60-an..
(01-06-2010, 09:11 PM)azu Wrote: [ -> ]hebat, pakarnya bicara juga!

mungkin kalau diandaikan sebagai mobil, KRDH MCW302 itu Panther lama sedangkan KRDI itu Innova Diesel Ngakak
berarti mesin KRDI dan Pramex sudah tidak menggunakan governor dan sudah memakai injektor elektrik untuk intake bahan bakarnya?
Lalu kira2 bisa ngga KRDH MCW302 yg mesinnya udah bermasalah diganti seluruh mesin dan transmisi serta sistem2nya diganti sama seperti KRDI?

yup, injector pump-nya udah dikendalikan secara elektrik oleh ECM, hehehe
wah kalo engine NT855 MCW302 diganti pake N14ER bisa-bisa seluruh dipo yang punya MCW302 bakal kelabakan , coz lebih susah dan teknologinya baru,...sekarang aja kalo KRDI mogok, kadang sampe manggil orang cummins..hehehe
KRDI adalah KRD asli buatan lokal..aku pengen tau speknya dan buatan mana komponen2nya termasuk mesin, boogie dll. Mesin nya juga halus & boogienya relatif nyaman. Semoga INKA dilanjut bikin KRDI2 & KRDI1. Hatur Nuhun
bisa cek di thread SINI

mungkin digabung aja om momod??Bingung
Rekan-Rekan RF barangkali ada yang tahu berapa jumlah armada MCW 302 yang masih SO ?

DAOP I dan KCJ
KRD NR ( 1 set)
NR 01 KD3 8722XX
NR 02 KD3 8XXXX
Bumi Geulis (9 unit)
KD2 87202 (turun mesin)
KD2 87207
KD2 82203
KD2 82209
KD2 82210
KD2 82217
KD2 82224
KD2 80202
KD3 82214

DAOP II
Patas (12)
KD2 78202
KD2 82229
KD2 82207
.......

DAOP IV
.......

DAOP VI
Prameks (7)
KD2 80201
.......

DAOP VIII
Susi (?)
KD3 82243
KD3 82234
KD3 78215
......
Sulam (?)
KD3 87204
KD3 82209
KD3 82256

DIVRE III
Seruni (1 set)
KD3 87223
KD3 82233

Barang kali ada yang bisa menambahkan?
Mikir Dulu
Kalau KRD NR BUD itu apakah struktur mesinnya sama dengan KRDH MCW 302 jenis lainnya ataukah ada modifikasi tambahan untuk meningkatkan kinerjanya?

Foto NR-01 yang baru, dari mas Suro Agul-Agul:

[Image: 39955_130896793622177_100001055723379_15...7796_n.jpg]

Sekedar menambahkan:

Daop I
NR-01 ex KD3-87235
NR-02 ex KD3-82227
Wikus KD1-82201 ex KD3-82208

Daop II
KD2-82217
RO (Rail One) KD1-82203 ex KD2-82205

Daop VI
KD2-80202
KD2-80203

Daop VIII
KD3-82222
KD3-82219

CMIIW.
(16-08-2010, 11:16 AM)Charles Wrote: [ -> ]Kalau KRD NR BUD itu apakah struktur mesinnya sama dengan KRDH MCW 302 jenis lainnya ataukah ada modifikasi tambahan untuk meningkatkan kinerjanya?

[spoiler=Foto NR-01 yang baru, dari mas Suro Agul-Agul:]

[Image: 39955_130896793622177_100001055723379_15...7796_n.jpg][/spoiler]

Sekedar menambahkan:

Daop I
NR-01 ex KD3-87235
NR-02 ex KD3-82227
Wikus KD1-82201 ex KD3-82208

Daop II
KD2-82217
RO (Rail One) KD1-82203 ex KD2-82205

Daop VI
KD2-80202
KD2-80203

Daop VIII
KD3-82222
KD3-82219

CMIIW.

Ngikikpakai mata kucing, pasti buah tangan BY MRI. Ciri khasnya lampu semboyan diganti pakai lampu bis. Sekarang pintunya tinggal 1.
Oh ya ini bukannya NR 02, yang menghadap ke utara? Kemarin-kemarin dinasnya digantikan Bumi Geulis.
Ini PA body saja atau sampai mesinnya?

Kenapa umur KRD lebih pendek dibanding KRL, apa karena lebih ribet?atau spare partnya yang mahal? Padahal sekitar tahun 1999, 68 KRD repowering di INKA. Sekarang yang tersisa tinggal sekitar setengahnya.
Mungkin rekan rekan ada yang tahu alasan pastinya?

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8