
teman-teman edan sepur, seperti yg sdh diketahui bersama,saat ini KRL bekas dari jepang mulai banyak di operasikan di lintas JABODETABEK mulai dari seri JR103,1000,5000,6000,7000,8000 dan menyusul seri 05.
nah untuk sparepart seperti roda, blok rem, karet suspensi udara, sistem kelistrikan dll apakah sparepartnya masih dibuat dijepang sana ? atau disini nanti jika ada kerusakan komponen memakai sistem akal2an sing penting iso mlaku dan ngangkut penumpang ???
Note : KRL rheo series,hitachi,Holec tidak masuk pembahasan di trit ini
(29-Jun-2010 15:39 PM)eling Wrote: [ -> ]
teman-teman edan sepur, seperti yg sdh diketahui bersama,saat ini KRL bekas dari jepang mulai banyak di operasikan di lintas JABODETABEK mulai dari seri JR103,1000,5000,6000,7000,8000 dan menyusul seri 05.
nah untuk sparepart seperti roda, blok rem, karet suspensi udara, sistem kelistrikan dll apakah sparepartnya masih dibuat dijepang sana ? atau disini nanti jika ada kerusakan komponen memakai sistem akal2an sing penting iso mlaku dan ngangkut penumpang ???
Note : KRL rheo series,hitachi,Holec tidak masuk pembahasan di trit ini
Untuk seri 6000, suku cadangnya sudah tidak lagi tersedia karena semua serinya sudah tidak lagi beroperasi di jalur asalnya (Mita Line) dan pihak Toei sebagai penjual tidak menyediakan suku cadang untuk KRL tsb sehingga suku cadangnya dibuat sendiri oleh produsen lokal atau kanibal dari yang tidak beroperasi karena PLH (6252 dan 6155), sedangkan untuk seri 1000 dan 5000 (keduanya sebenarnya eks Tokyo Metro) ketersediaan suku cadang mereka sudah cukup langka mengingat banyak di antara mereka yang sudah tidak lagi beroperasi dan dirucat (ada seri 5000 di Chiyoda Line yang masih beroperasi sehingga kemungkinan sparepart masih diproduksi oleh pabrik pembuatnya).
Pada seri 103, meski banyak yang tidak beroperasi di jalur asalnya, tetapi masih ada di jalur lainnya sehingga kemungkinan besar masih diproduksi oleh pabrik pembuatnya.
Untuk seri 8500 (eks Tokyu), 7000 dan yang akan datang seri 05 (eks Tokyo Metro), beberapa dari mereka masih beroperasi di jalur masing-masing (pada Tokyu 8000 meskipun semua unitnya sudah tidak lagi beroperasi di Toyoko Line suku cadangnya masih diproduksi karena ada unit sisanya yang masih dioperasikan oleh Izukyu).
Permasalahannya, untuk seri 103, 1000, 5000, dan 6000 masing-masing kereta dirakit oleh beberapa pabrikan yang terpisah.
Kesimpulannya:
Seri 6000 eks Mita => produksi sendiri/kanibal
Seri 5000 eks Tozai => (kemungkinan) masih diproduksi
Seri 1000 eks Tozai => (kemungkinan) masih diproduksi
Seri 103 eks Musashino & Keiyo => (kemungkinan) masih diproduksi
Seri 8000 eks Toyoko => masih diproduksi
Seri 8500 eks Denentoshi => masih diproduksi
Seri 7000 eks Yurakucho => masih diproduksi
Seri 05 eks Tozai => masih diproduksi
CMIIW.
berarti umur pakai KRL bekas dari jepang tidak akan lama di lintas JABODETABEK....
(29-Jun-2010 18:51 PM)eling Wrote: [ -> ]berarti umur pakai KRL bekas dari jepang tidak akan lama di lintas JABODETABEK....
Weits jangan ragukan kemampuan bangsa kita untuk mengakali segala sesuatu. Makin kepentok biasanya makin kreatif hehehehe...
Soni
(29-Jun-2010 20:57 PM)spoorsoni Wrote: [ -> ]
(29-Jun-2010 18:51 PM)eling Wrote: [ -> ]berarti umur pakai KRL bekas dari jepang tidak akan lama di lintas JABODETABEK....
Weits jangan ragukan kemampuan bangsa kita untuk mengakali segala sesuatu. Makin kepentok biasanya makin kreatif hehehehe...
Soni
iya ya bener juga mas...hehehehe....

ada spare part yang sulit dicari atau harus didatangkan dari pabriknya?
Kalau sparepart seri 6000 itu kanibal, seharusnya sudah banyak KRL seri 6000 (bahkan semuanya) yang mangkrak seperti Holec. Juga, Kumamoto dan Chichibu juga pasti tidak mungkin masih mengoperasikan KRL seri 6000.
(30-Jun-2010 14:38 PM)Shin Muhammad Wrote: [ -> ]Kalau sparepart seri 6000 itu kanibal, seharusnya sudah banyak KRL seri 6000 (bahkan semuanya) yang mangkrak seperti Holec. Juga, Kumamoto dan Chichibu juga pasti tidak mungkin masih mengoperasikan KRL seri 6000.
Permasalahannya, semua seri 6000 Mita Line sudah tidak lagi beroperasi di jalur asalnya.
Untuk pengadaan sparepart bagi KRL jenis ini (yang juga dioperasikan oleh Kumamoto/Kumaden dan Chichibu), setiap operator membuat suku cadangnya sendiri berdasarkan skema dari KRL tsb (tidak ada kanibalisme karena jika diamati Kumaden dan CTK sendiri tidak memiliki set rangkaian yang jadi dasar untuk melakukan kanibal komponen).
CMIIW.
(30-Jun-2010 15:30 PM)Charles Wrote: [ -> ] (30-Jun-2010 14:38 PM)Shin Muhammad Wrote: [ -> ]Kalau sparepart seri 6000 itu kanibal, seharusnya sudah banyak KRL seri 6000 (bahkan semuanya) yang mangkrak seperti Holec. Juga, Kumamoto dan Chichibu juga pasti tidak mungkin masih mengoperasikan KRL seri 6000.
Permasalahannya, semua seri 6000 Mita Line sudah tidak lagi beroperasi di jalur asalnya.
Untuk pengadaan sparepart bagi KRL jenis ini (yang juga dioperasikan oleh Kumamoto/Kumaden dan Chichibu), setiap operator membuat suku cadangnya sendiri berdasarkan skema dari KRL tsb (tidak ada kanibalisme karena jika diamati Kumaden dan CTK sendiri tidak memiliki set rangkaian yang jadi dasar untuk melakukan kanibal komponen).
CMIIW.

hebat juga oprator KRL jepang,bisa bikin sparepart sendiri...kalo udah sampe bikin sparepart sendiri,berarti pabrik pembuat si KRL sdh gak buat lagi sparepartnya...
(30-Jun-2010 16:38 PM)eling Wrote: [ -> ] (30-Jun-2010 15:30 PM)Charles Wrote: [ -> ] (30-Jun-2010 14:38 PM)Shin Muhammad Wrote: [ -> ]Kalau sparepart seri 6000 itu kanibal, seharusnya sudah banyak KRL seri 6000 (bahkan semuanya) yang mangkrak seperti Holec. Juga, Kumamoto dan Chichibu juga pasti tidak mungkin masih mengoperasikan KRL seri 6000.
Permasalahannya, semua seri 6000 Mita Line sudah tidak lagi beroperasi di jalur asalnya.
Untuk pengadaan sparepart bagi KRL jenis ini (yang juga dioperasikan oleh Kumamoto/Kumaden dan Chichibu), setiap operator membuat suku cadangnya sendiri berdasarkan skema dari KRL tsb (tidak ada kanibalisme karena jika diamati Kumaden dan CTK sendiri tidak memiliki set rangkaian yang jadi dasar untuk melakukan kanibal komponen).
CMIIW.

hebat juga oprator KRL jepang,bisa bikin sparepart sendiri...kalo udah sampe bikin sparepart sendiri,berarti pabrik pembuat si KRL sdh gak buat lagi sparepartnya...
Sebenarnya suku cadang dari KRL-KRL tsb untuk operator di Jepang (Kumaden dan CTK) dibuat langsung oleh pabrikan yang bersangkutan (ALNA, Hitachi dan Nippon Sharyo).
Untuk KRL eks Toei 6000 milik PT. KAI, spare partnya sepertinya ada yang membuat dari produsen lokal yang tidak kalah mutunya dengan pabrik2 di atas, karena impor sparepart KRL dari Jepang biayanya cukup mahal (ingat kasus TM 66F/5816F yang spare part kereta CM2-nya diimpor dari Tokyo Metro yang bekerja sama dengan Teikoku Car Corp).
CMIIW.
BY MRI sebetulnya jg bisa buat komponen sendiri kok...vendor lokal jg sebagian sdh bisa "ngakalin" terutama komponen TM dan AC.
(29-Jun-2010 18:51 PM)eling Wrote: [ -> ]berarti umur pakai KRL bekas dari jepang tidak akan lama di lintas JABODETABEK....
kalo dah ga bisa jalan lagi mending di modif jadi kaya holec ke krd spongebob, tinggal pasang mesin diesel aja, jangan ragukan balai yasa pt.kai. selama masih bisa di akalin yah dicoba dulu lah

betul sih kita jg jangan meragukan PT INKA loh
gak ada yang gak bisa dibetulin orang Indonesia

dan gak ada yang gak bisa dirusakin oleh orang Indonesia