Semboyan35, Indonesian Railfans

Full Version: Semua KRD di Jawa Itu Feeder atau Batu Loncatan
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3 4
(03-Apr-2011 22:12 PM)paul_foxdemon Wrote: [ -> ]Umumnya kereta yang jadi batu loncatan turis itu kereta yang nyaman dan enak, serta trayeknya menghubungkan kota-kota wisata. And last but not least, nama KA tersebut sering dicantumkan di buku panduan wisata terkenal seperta Lonely Planet.
Yang saya tahu sering jadi favorit turis:
-Lodaya
-Argo Wilis
-Argo Lawu
-Taksaka
-Sancaka
-Mutiara TImur.
-Bima.

Tambah lagi:
-Fajar Utama YK (pengalaman liat turis turun dr FU di YK hampir 15an orang, mereka rata2 backpacker yg pengen berwisata ke YK/SLO).
-Mutiara Selatan (pernah 1 kereta ma bule hampir 10an orang, sebagian turun d YK, sebagian trus k SB lanjut ke Bali).

Sekian tambahan dari saya, moga2 bermanfaat.New_bye
masa sy pernah njumpai bule naek Penataran ke ML ....
hahahhaa, kasian dah ....
(10-Apr-2011 09:46 AM)stasiunkastephanie Wrote: [ -> ]
(03-Apr-2011 22:12 PM)paul_foxdemon Wrote: [ -> ]Umumnya kereta yang jadi batu loncatan turis itu kereta yang nyaman dan enak, serta trayeknya menghubungkan kota-kota wisata. And last but not least, nama KA tersebut sering dicantumkan di buku panduan wisata terkenal seperta Lonely Planet.
Yang saya tahu sering jadi favorit turis:
-Lodaya
-Argo Wilis
-Argo Lawu
-Taksaka
-Sancaka
-Mutiara TImur.
-Bima.

Tambah lagi:
-Fajar Utama YK (pengalaman liat turis turun dr FU di YK hampir 15an orang, mereka rata2 backpacker yg pengen berwisata ke YK/SLO).
-Mutiara Selatan (pernah 1 kereta ma bule hampir 10an orang, sebagian turun d YK, sebagian trus k SB lanjut ke Bali).

Sekian tambahan dari saya, moga2 bermanfaat.New_bye

jadi inget dulu waktu Bisnis masih kuning-putih..

Waktu pulang dari YK naik Fajar Utama, di kursi sebelah ada turis asing..entah dari negara mana, yg jelas (maap) Bule

Saya inget,soalnya waktu itu sy masih 6-7 tahun. Mereka ngetawain saya gr2 polah saya yg nggak bisa diam,apalagi pas masuk Terowongan Ijo lampu ny nggak nyala (sebelum nya kedap-kedip)..sy nyerocos ala bocah pas gelap.

pas keluar terowongan..tau2 mereka pada ngeliatin sy sambil ketawa2...New_ngeledek
(10-Apr-2011 10:06 AM)Galih Ilham G Wrote: [ -> ]masa sy pernah njumpai bule naek Penataran ke ML ....
hahahhaa, kasian dah ....

Kalo itu terpaksa gara - gara gak ada KA SB - ML lain selain KA Penataran...
Kalau saya malah sering lihat mereka transit pake Malabar. yg 7062 paling sering saya temui naik dari BD, turun di BJR, YK ato SLO. Trus "ganti shift" sama temen2nya sesama bule yang naik dari YK ato SLO, turun di ML. Betewe kebanyakan mereka naik yang ekonomi (+) lho ... cuma ada sepasang bule cowok yang saya tahu sering bareng naik ekse dari YK ke ML.

rute sebaliknya (7061) juga gitu, tp kebanyakan cuma ML sampe YK ... jarang yg sampe BD
(10-Apr-2011 14:07 PM)wibiwardhono Wrote: [ -> ]Kalau saya malah sering lihat mereka transit pake Malabar. yg 7062 paling sering saya temui naik dari BD, turun di BJR, YK ato SLO. Trus "ganti shift" sama temen2nya sesama bule yang naik dari YK ato SLO, turun di ML. Betewe kebanyakan mereka naik yang ekonomi (+) lho ... cuma ada sepasang bule cowok yang saya tahu sering bareng naik ekse dari YK ke ML.

rute sebaliknya (7061) juga gitu, tp kebanyakan cuma ML sampe YK ... jarang yg sampe BD

KA ekonomi disini merupakan kenikmatan tersendiri bagi mereka... Di negara asalnya, meskipun KA ekonomi tapi seperti KA eksekutif, penumpang harus duduk manis di tempat duduk masing - masing... Kalo disini kan KA ekonomi nya seakan gak ada peraturan, meskipun bergelantungan di pintu juga gak ada yang ngobrak...
(10-Apr-2011 07:42 AM)dtRAiNeR Wrote: [ -> ]
(10-Apr-2011 05:49 AM)Gregoriusparahyangan Wrote: [ -> ]maklum aja, mereka kan gak narsis kaya kita...

Lho, siapa bilang mereka ga narsis? Justru dari mereka kita pun ikut-ikutan narsis...

Tapi, kalo selama perjalanan, emang narsisnya mereka itu kayak lagi tidur, kamera dipake buat motret panorama alam (tempat dimana, biasanya, mereka bernarsis ria disamping di depan monumen bersejarah)...

tapi kan fotonya gak unyu-unyu gitu New_ngeledek New_ngakak
(23-Jul-2010 07:02 AM)Logawa_exp Wrote: [ -> ]Ane rasa ini bisa jadi merupakan awal dari konsep intermoda terutama di bidang Kereta Api...jadi nantinya semua KA Jarak jauh hanya berhenti di stasiun besar atau kelas 1 saja, sedang penumpang dari daerah dimana tidak ada stasiun besar atau kelas 1, bisa menggunakan KRD untuk ke stasiun besar...jadi waktu tempuh KA jarak Jauh menjadi lebih cepat!
ini seperti yang pernah dilakukan pada jaman kolonial belanda dahulu...

kalo konsep awalnya, emang nantinya di jawa akan dibikin KA KOMUTER [bold] antar 3 kota [/bold] ..jadi orang-orang bisa bepergian dalam jarak dekat tanpa harus memakai KA jarak Jauh, heheheNew_mawar
3 kota itu mana saja ya? Sm-Slo-Pwt kan?
tapi tdk dgn KRD BUMI GEULIS yg masih setia dgn 1x tripnya..Sad

"Out of Topic"
New_ngakak
Tapi enak, kan ngerasain diketawain turis langsung, itung2 pengalaman berhargaNew_ngikik
Cuman ya itu, "MALU DITANGGUNG PENUMPANG".New_ngakak

Back on Topic
Kemarin sekedar jalan kaki dari Sarinah ke Gondangdia... Mungkin karena lama nginep atau keseringan nginep di Jl. Jaksa kali yah.... Entah hendak ke museum Fatahillah atau ke museum Wayang atau ke mananya gitu... aku lihat pasangan bule cewek - cowok nampaknya sudah hafal betul gimana suasana pagi itu. Jalan kaki dengan santai ke stasiun Gondangdia, terus menuju loket tanpa arahan mengingat tulisan2 yang ada berbahasa Indonesia semua. Tapi sempet terdengar saat aku mendahului mereka jalan kaki, mereka tuh bercakap2 pake bahasa asing non Inggris gitu...

Tau2 di peron untuk ke stasiun Jakarta Kota mereka sudah duduk manis. Weleh... rupanya memang sudah hafal betul tanpa dipandu guide minimal ada 1 orang Indonesia gitu... Iya, aku langsung yakin mana lagi hari Minggu, tanpa pemandu pula... kalau bukan ke kawasan museum di Kota... Berarti aku yakin KRL AC jadi batu loncatan mereka.
saya sering lihat turis mancanegara naik KA Prameks New_ngikik
Pernah ada yang naek Sri Tanjung, bule, dia mungkin ke Jogja, karena saya naek dari Surabaya ke Madiun, mungkin turis backpar-en ato lagi tugas belajar, sayang saya ga ngobrol, telanjang dada, pamer kulitnya yang sudah berwarna tembaga, bangga sekali atau suasana kereta kelas ekonomi yang panas?
(25-Jul-2011 15:57 PM)Ken Aditya Wrote: [ -> ]Pernah ada yang naek Sri Tanjung, bule, dia mungkin ke Jogja, karena saya naek dari Surabaya ke Madiun, mungkin turis backpar-en ato lagi tugas belajar, sayang saya ga ngobrol, telanjang dada, pamer kulitnya yang sudah berwarna tembaga, bangga sekali atau suasana kereta kelas ekonomi yang panas?
Kalo itu dilakukan orang kita / Pribumi mungkin disangka gembel, preman atau orgil kali yah...New_lupa Dijamin tuh turis takut alias ngindarin yg kayak gitu... hehe...
Pages: 1 2 3 4
Reference URL's