Semboyan35, Indonesian Railfans

Full Version: KRL Tokyu Dari Masa ke Masa
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2
Inilah koleksi KRL Tokyu. Berbagai gambar ada, dan hanya yang terbaik yang kami pilihkan : New_tepuktangan

(dari berbagai sumber, tapi tak lupa juga dari http://picasaweb.google.com/HiroUshijima/Tokyu19692008 ) New_peace



Tokyu seri 7000, nomor rangkaian 7044. Belum stanless stell apalagi pakai AC.



Seri 6000. Perhatikan kanji "Kaiso" (Not in Service) yang sepertinya terlihat ditempel di luar.

Rangkaian ini didesain di Amerika. Maklumlah berasa Amerika banget.



Set 7000. Perhatikan masih non-AC, single track, dan jadul.



Rangkaian 7015F. Perhatikan, jendelanya dibuka!



Bukan nomor rangkaian yang mula-mula ditulis, tetapi nama perusahaan. Seri apa ini? Wakaranai~



Seri 6000. Desainnya sangat berasa Amerika!



Seri 8000, nomor rangkaian 8002. Perhatikan, masih tanpa AC!



Seri 8000 siap berangkat dari stasiun... sinyal manual, belum otomatis.



Another seri 7000



Masalah ganjal pintu bukan hanya monopoli Indonesia. Di KRL Tokyu seri 8000 (sekali lagi, belum ber-AC!) ini ada insiden ganjal-mengganjal. Tentunya dengan cara, yang lebih elit New_ngakak `

Sekarang tentu tidak dibolehkan lagi.



Tokyu 8006F. Masih tanpa AC, loh!



Tokyu 7903F, setelah instalasi AC. Tahun 1986



KRL TOkyu seri 8000, setelah melalui beberapa masa. Kini tidak lagi dipakai oleh Tokyu, melainkan dijual ke perusahaan lain. Nasibnya seperti JR 101.



Dan, masuklah ke Indonesia.



Rangkaian Tokyu 8000 series. Kemungkinan gambar diambil tahun 90an.

Kini, rangkaian Tokyu 8000 series sudah tidak lagi digunakan di jalur Tokyu.



Tokyu 8590 series, pembuatannya sudah native menggunakan pendingin udara. Bukan AC tambahan layaknya KRL Tokyu seri 8000.



Seri 8500. Mulai seri 8632, KRL Tokyu sudah didesain dengan teknologi yang lebih mutakhir, dengan kendali semi-elektronis.



Tokyu lagi. Chuo-Rinkan line.



Tokyu 8537. Digunakan untuk loop line.



Seri 8500. Rangkaian 8618F di Indonesia.



8618F selagi masih di Jepang. Compare it.



8518F selagi di Jepang. KRL 8518F memiliki teknologi display elektrik yang telah eksis sejak generasi Tokyu 8509. Dan, 8518F memiliki teknologi semi-komputerisasi yang telah eksis sejak seri 8516.



8512F di Jepang. Dan,



Setelah di Indonesia!


Terima kasih kepada banyak sumber! Enjoy it!

(PS: Menerima ralat dan kritik jika deskripsi yang saya sajikan kurang akurat New_peace )
menurut saya modelnya mukanya bagusan rheostatik jadul,Rheostatik Stainlesstel & Hitachi INKA,KRL-I,
kalo udah masuk ke indonesia mukanya dipermak semua jadi seri 6000 espass,pasti bagus, hidungnya agak miring, terkesan aerodinamis.
itu sih harapan saya sebagai RF. tentunya pekerjaan diatas akan menambah pengeluaran PT KCJ....
bagian bawahnya semuanya di permak jadi indonesia style .... karena kalau dibandingkan berbeda dari aslinya tidak hanya sekedar cat orangenya ...
Saya ralat artikel buatan kak Shin :

Shin Muhammad Wrote:Inilah koleksi KRL Tokyu. Berbagai gambar ada, dan hanya yang terbaik yang kami pilihkan : New_tepuktangan

(dari berbagai sumber, tapi tak lupa juga dari http://picasaweb.google.com/HiroUshijima/Tokyu19692008 ) New_peace



Tokyu seri 7000, nomor rangkaian 7044. Sudah stainless steel tapi belum pakai AC.



Seri 6000. Perhatikan kanji "Kaiso" (Not in Service) yang terlihat ditempel di luar.

Rangkaian ini didesain di Amerika. Maklumlah berasa Amerika banget. Sebagai informasi, sampai tahun 1970, desain bodi KRL di Tokyu masih menggunakan lisensi dari Budd company, Amerika Serikat.



Set 7000. Perhatikan masih non-AC, single track, dan jadul.



Rangkaian 7015F. Perhatikan, jendelanya dibuka.



Bukan nomor rangkaian yang mula-mula ditulis, tetapi nama perusahaan. KRL ini adalah seri 7500.



Seri 6000. Desainnya sangat berasa Amerika!



Seri 8000, nomor rangkaian 8002. Perhatikan, masih tanpa AC!



Seri 8000 siap berangkat dari stasiun... Petugas stasiun sedang mengangkat bendera ke masinis tanda bahwa semua penumpang telah naik (menghalau agar penumpang tidak naik, KRL akan berangkat).



Another seri 7000



Ketika tabung angin untuk menutup pintu tidak berfungsi, angin dialirkan melalui selang yang dihubungkan ke tabung angin di ruang masinis. Ini dilakukan agar pintu tidak terbuka jika berjalan. Namun pintu ini tidak dapat difungsikan sampai dibetulkan dan betul seperti sedia kala.`

Sekarang tentu tidak ada lagi kejadian seperti ini.



Tokyu 8006F. Masih tanpa AC, loh!



Tokyu 7903F, setelah instalasi AC. Tahun 1986



KRL TOkyu seri 8000, setelah melalui beberapa masa. Kini tidak lagi dipakai oleh Tokyu, melainkan diberikan ke perusahaan Izu Kyuko Dentetsu (Izukyu). Izukyu sendiri adalah anak perusahaan dari Tokyu.


Seri 8000 nomor 8007 di Indonesia. Warna ini digunakan oleh KRL Tokyu yang rutenya sampai masuk ke jalur Izukyu yang diberi nama Kereta Izunatsu (atau kereta sampai Izu yang hanya berjalan pada musim panas). Sekarang Izunatsu digantikan oleh 8500 nomor 8514.



Rangkaian Tokyu 8000 series. Kemungkinan gambar diambil tahun 90an.

Kini, rangkaian Tokyu 8000 series sudah tidak lagi digunakan di jalur Tokyu.



Tokyu 8590 series, pembuatannya sudah native menggunakan pendingin udara. Bukan AC tambahan layaknya KRL Tokyu seri 8000.



Seri 8500. Mulai seri 8632, KRL Tokyu sudah didesain dengan teknologi yang lebih mutakhir, dengan kendali semi-komputerisasi.



Tokyu lagi. Oimachi line.



Tokyu 8537. Digunakan untuk loop line.



Seri 8500. Rangkaian 8618F di Indonesia.



8618F selagi masih di Jepang. Compare it.



8518F selagi di Jepang. KRL 8518F memiliki teknologi display elektrik yang telah eksis sejak generasi Tokyu 8509. Dan, 8518F memiliki teknologi semi-komputerisasi yang telah eksis sejak seri 8516.



8512F di Jepang. Dan,



Setelah di Indonesia!


Terima kasih kepada banyak sumber! Enjoy it!

(PS: Menerima ralat dan kritik jika deskripsi yang saya sajikan kurang akurat New_peace )
nice info....

berarti Semua KRL AC yang ada di Indo itu aslinya AC tambahan ya?????
design KRL jepun emang bener2 kayak kaleng krupuk, kotak2....
Saya ingin sekali kembali bergabung dengan tokyu-tokyu ini.. Tapi perintah melarang saya..
@Balai Yasa BVE:

Terima kasih atas ralatnya New_peace

@eling:

Kotak lebih baik New_ngeledek

@IK:

Lah kok ndak dinasan tokyu lagi?

@big bro:

Maksudnya? Kalau beberapa seri KRL bekas yg diimpor ke Indonesia ada yang memang sudah pakai AC sejak pembuatannya. Misal Tokyu 8500. Kalau 8000 series dan JR 103 itu memang ACnya tambahan.
kebangetan kotak, jadi gak ada nilai seni nya.....
New_ngeledeks
Ah kalo nggak mau yang kotak, suruh KCJ ngedatengin tuh JR E233, nggak kotak kayak KRL Tokyu kan New_ngeledeks

Eniwei terlepas soal kotak-kubus ini KRL, tetep aja desainnya cukup modern meski sudah 40 tahun lebih beroperasi New_peace
Sandy sekarang di bagian mana?

Kok ga pernah keliatan di stasiun lagi?
Ginza Tamagawa Wrote:Sandy sekarang di bagian mana?

Kok ga pernah keliatan di stasiun lagi?

Yang beginian lewat PM aja... tapi mas Sandy masih sering nongol di sebelah... New_peace

Mudah-mudahan ke depannya makin banyak KRL Tokyu yang dinasan di Indonesia.... terutama seri 1000 yang lebih stylish desainnya...
mas, yang tokyu 8537 loop line.. loop line mana yah? osaka? atau yamanote? kok tanah sekitarnya masih kosong gitu??? New_peace


Hmm yang ini ya? Saya kekurangan informasi... dari foto yang ini nampaknya 8537F dipakai di jalur Chuo-Rinkan, ada juga yang mengatakan sekarang dipakai di jalur Den-en-toshi line....

Sedikit koreksi lagi, untuk loop line Yamanote itu milik JR, menggunakan rangkaian E231 dan untuk loop line Osaka itu juga milik JR menggunakan rangkaian JNR 103 (JR east 103) limpasan dari jalur Yamanote yang dulunya dilayani juga dengan rangkaian ini.
Shin Muhammad Wrote:

Hmm yang ini ya? Saya kekurangan informasi... dari foto yang ini nampaknya 8537F dipakai di jalur Chuo-Rinkan, ada juga yang mengatakan sekarang dipakai di jalur Den-en-toshi line....

Sedikit koreksi lagi, untuk loop line Yamanote itu milik JR, menggunakan rangkaian E231 dan untuk loop line Osaka itu juga milik JR menggunakan rangkaian JNR 103 (JR east 103) limpasan dari jalur Yamanote yang dulunya dilayani juga dengan rangkaian ini.

Jalur yang ke Chuo-Rinkan itu jalur Den-En-Toshi, atau sering disebut juga jalur Shin-Tamagawa. Di stasiun Futako-Tamagawa, jalur ini bertemu dengan jalur Oimachi dari arah Oimachi. Makanya ada 8500 jalur Oimachi (yg warna merah campur oranye) yang terus ke Chuo-Rinkan. Kalau 8537 ini memang sebagai tambahan yang berjalan di jalur Den-En-Toshi dan melanjutkan servicenya sampai Oshiage dan Minami-Kurihashi melintasi jalur Tokyo Metro Hanzomon dan Tobu Isesaki di 3 perusahaan. KRL Gelembung biru (seperti itu orang menyebutnya) adalah KRL Tokyu dengan perjalanan terpanjang, sejauh sekitar 200 km dari Chuo-Rinkan sampai Minami-Kurihashi. Sebagai info juga, JR tidak pernah sama sekali menggunakan rangkaian ini. Kemnungkinan yang dimaksud loop line adalah jalur melingkar di titik pertemuan jalur Tokyu Toyoko dan JR Nambu di sekitar stasiun Hiyoshi. KRL dari arah Shibuya bisa kembali lagi ke Shibuya lewat jalur yang berbentuk semacam balloon loop ini.
Pages: 1 2
Reference URL's