(10-10-2011, 11:33 AM)amaulana Wrote: [ -> ]Wah kalau benar adanya berita ini dan segera terealisasi, saya merasa sangat senang dan terharu hehehehe soalnya kalau pulang kampung ke Karanganyar dan pengen main ke Jogja tinggal naik sepur itu saja, lagian jarak stasiun dengan rumah ortu cuman 500 meter doang hehehehe
Piss aaahhh...
itu juga kalo misal sepurnya jadi relasi ke YK apa enggak... mbok menowo cuman sampe KTA yaah main estafet lagi daaah

Buseet deh, yang usul berenti normal mpe lebih dari 10 stasiun.. menurut saya terlalu banyak n memperlama waktu tempuh.
kalo masalah tarifnya gmna? KTA-PWT kalau naik bus 18rb. 25rb kayaknya ga kemahalen.
(10-10-2011, 11:10 AM)forza21 Wrote: [ -> ] (09-10-2011, 08:50 PM)Smidi_cahbagus Wrote: [ -> ]Jikalau nanti KA lokal Daops V beroperasi lbh baik ada 2 kelas:
1. Commuter, berhenti di setiap stasiun. Saya kira relasinya ckp PWT-KTA.
2.Ekspres. Hanya berhenti di stasiun tertentu, dgn relasi PWT-YK.
Menurut pandangan saya, dari 19stasiun yg ada di petak PWT-KTA yg berpotensi ramai penumpang KA Lokal:
1. PWT, KYA, SPH, GB, KA, KM, KWN, PRB dan KTA tdk usah diragukan lg, stasiun tsb rutin disinggahi Kutut dan Kutsel
2. NTG, stasiun ini brd di pusat kecamatan Patikraja. Posisinya strategis krn tdk jauh dr jalan PWT-CLP. Potensi pengguna KA Lokal lumayan, terbantu dgn banyak angkot/bus yg lewat shg bs jd feeder nantinya...
3. KBS, perkiraan saya hanya pas weekend aja stasiun ini rame, karena penduduk sekitar stasiun rata2 berprofesi sbg petani dan PNS, shg tak bnyk yg bepergian ke luar kota. Angkutan umum yg lwt disini pun g banyak. Ouu ya tambahan, bagi yg mau liburan di sungai serayu stasiun ini adalah pemberhentian terbaik. Deket dgn terowongan kebasen, jembatan KA Serayu, dan Bendungan Gerak Serayu. Jg ada wisata menyusuri sungai serayu, Serayu River Voyage .
4. RDN, stasiun ini kurang strategis, brd di tengah sawah. Walaupun begitu, potensi penumpang yg naik dr sini ttp ada, karena ngga jauh dr jalur sltn pulau jawa. Stasiun ini dkt dgn Sampang, sebuah kecamatan di Cilacap yg mempunyai perkembangan ckp bgs. Harapannya bnyk masyarakat Sampang yg mau ke PWT naik KA lokal nantinya.
5. KJ, stasiun ini jauh dr jalan utama, tp potensi penumpang yg naik KA lokal ckp tinggi terutama yg berasal dr daerah disekitar stasiun dan Danasri yg ckp pdt penduduknya.
6. TBK, berada tepat di pusat kecamatan Tambak shg mudah dijangkau. Potensi yg naik KA Lokal ckp bgs terutama yg menuju PWT yg selama ini dimonopoli angkutan bus. Sbg info saja, bnyk masyarakat di KJ-SPH-TBK yg beraktivitas di PWT, kerja ataupun kuliah, bs jd target KA lokal ini.
7. IJ, perkiraan saya hanya rame pas weekend. Stasiun ini sgt cocok bt liburan krn:
-pemandangan unik, disebelah timur stasiun ada terowongan ijo yg terkenal itu... so bt temen RF ngga perlu minta BLB kalo mau hunting di terowongan ijo
-bs nyambung angkot menuju tempat rekreasi andalan Kabupaten Kebumen. Yg suka berpetualang, Gua Jatijajar dan Gua Petruk bs jd pilihannya. Yg mau berlibur ke Pantai Logending (atau disebut jg Pantai Ayah) jg bisa...
Untuk sisanya saya ngga begitu kenal, mungkin rekan RF Kebumen bs bantu, menurut saya, yg berpotensi cm WNS krn ngga jauh dr jalan raya...
Jd dr 19stasiun di petak PWT-KTA,menurut perhitungan ada 16 stasiun yg berpotensi meramaikan KA Lokal Daops V PWT...
Semoga KA Lokal yg bakal beroperasi nanti bs meningkatkan Perekonomian wilayah Selatan Jawa Tengah.
super sekali analisanya
saya lanjut yaa..
GB
buat stasiun yang satu ini nggak usah diraguin buat okupansinya.. tiap kali selalu ramai dan ane jamin kalo ada KA lokal ke YK banyak yang naik deeehh
KA
bisa dibilang stasiun yang satu ini adalah "shuttle" dari GB cuma sayangnya masih kelas 2. tapi buat okupansi penumpang cukup banyak kok
SRW
kalo stasiun ini kayanya tuh susah deh, soalnya letak dari stasiun yang berada jauh dari jalan raya dan nggak di pusat keramaian membuat stasiun ini paling cuma jadi stasiun buat silang ajah
SOA
sebenarnya stasiun ini juga lumayan cakep, tapi kalo buat ane pribadi okupansi penumpang di stasiun ini sedikit dan kelihatannya potensi dari stasiun ini bukan dari penumpang namun dari KA barang (ngimpi.com)
KM
jangan ditanya lagi soal okupansi, walau nggak segede gombong (cmiiw) tapi ini stasiun kabupaten yang WAJIB disinggahi oleh KA lokal kelak
WNS
ane rasa ini stasiun jangan disinggahi lah, kalopun iya bisa memicu konflik ama PO EFISIENS* yang notabene markasnya tepat didepan kompleks stasiun.hehe
KWN
letaknya yang cukup strategis dan ini recomended buat disinggahi laah
PRB
nggak jauh ma KWN tapi alangkah baiknya kalo dari keduanya (KWN ma PRB) dipilih salah satu ajah.. soalnya PRB juga masih termasuk stasiun kecil sich
BTH
kalo stasiun ini yaaa nggak beda jauh ama sruweng.. not recomended laah
KTA
ini dia stasiun besar yang di ujung timur DAOP V. kebangetan lah kalo kagak brenti
maaf ya om momod kalo rada OOT
(10-10-2011, 11:38 AM)forza21 Wrote: [ -> ] (10-10-2011, 11:33 AM)amaulana Wrote: [ -> ]Wah kalau benar adanya berita ini dan segera terealisasi, saya merasa sangat senang dan terharu hehehehe soalnya kalau pulang kampung ke Karanganyar dan pengen main ke Jogja tinggal naik sepur itu saja, lagian jarak stasiun dengan rumah ortu cuman 500 meter doang hehehehe
Piss aaahhh...
itu juga kalo misal sepurnya jadi relasi ke YK apa enggak... mbok menowo cuman sampe KTA yaah main estafet lagi daaah
berita yg rilis dari humas PWT memank relasi YK-PWT koq, bukan skedar KTA karna pramex di petak KTA-YK pun masi baru 4 trip kan, tujuan KA ini menambahkan akses ke YK nya, itu kata para petingginya spoor limo si.
yg gw masi ga tau itu sta mana yg potensi di petak KTA-YK karna petaknya pun sdikit kan
apa mungkin potensial kayak pemberhentian dari progo di JN-WJ-WT-STL-PTN?
walopun jadinya banyak juga si pemberhentian totalnya
(10-10-2011, 12:51 PM)codinda31 Wrote: [ -> ]Buseet deh, yang usul berenti normal mpe lebih dari 10 stasiun.. menurut saya terlalu banyak n memperlama waktu tempuh.
kalo masalah tarifnya gmna? KTA-PWT kalau naik bus 18rb. 25rb kayaknya ga kemahalen.
kalo misal cuma berenti di sta tertentu ato sta besar aja bedanya sama KA jarak jauh apa donk?
perlu diinget KA yg brenti di PWT-GB-KM-YK banyak lho, sedangkan sta kelas 1 & sta besar di petak ini cuma ada 7 termasuk PWT & YK sendiri, yg dibutuhkan dari sebuah KA lokal kan berenti di tempat yg ga banyak (ato bahkan ga ada) KA laen berenti disana, bukan express nya kayak mandra aja di DAOP II yg pemberhentiannya segitu banyak.
kalo mau express ya naek KA antar DAOPnya
kalo soal harga si gw blom dapet bocoran dari sapa2
Kalau masalah harga, tergantung target dari KA Lokal itu sendiri,.. Range harga mungkin ngga jauh2 dari si raja jalanan,bus agar bs bersaing.
Kalau target ini membidik kalangan yg mau ke Jogja, y bs pakai single tarif. ( Tarif bus PWT-YK ekonomi 25-30rb tanpa AC tapi ngodong, kalau yg Patas AC harga 40rb dan yg AC non Patas 30-35rb)
Kalau mau menargetkan kalangan Commuter y tarif hrs sesuai dgn tujuan. Tarif bus yg q ketahui:
* PWT-KYA 7-10rb(bus trayek PWT-BMS-KYA-CLP)
PWT-KMJ 4rb
PWT-SPH 5rb
PWT-TBK 6rb
PWT-GB 8rb
PWT-KM 10rb
PWT-KTA 15-18rb
tarif diatas tergantung kebaikan kondektur sm sering tdknya kita naik bis tsb. Tarif diatas utk kelas ekonomi, kalau yg AC(non patas) ditambah 2-5rb tergantung nego.
(11-10-2011, 06:24 AM)Smidi_cahbagus Wrote: [ -> ]Kalau masalah harga, tergantung target dari KA Lokal itu sendiri,.. Range harga mungkin ngga jauh2 dari si raja jalanan,bus agar bs bersaing.
Kalau target ini membidik kalangan yg mau ke Jogja, y bs pakai single tarif. ( Tarif bus PWT-YK ekonomi 25-30rb tanpa AC tapi ngodong, kalau yg Patas AC harga 40rb dan yg AC non Patas 30-35rb)
Kalau mau menargetkan kalangan Commuter y tarif hrs sesuai dgn tujuan. Tarif bus yg q ketahui:
* PWT-KYA 7-10rb(bus trayek PWT-BMS-KYA-CLP)
PWT-KMJ 4rb
PWT-SPH 5rb
PWT-TBK 6rb
PWT-GB 8rb
PWT-KM 10rb
PWT-KTA 15-18rb
tarif diatas tergantung kebaikan kondektur sm sering tdknya kita naik bis tsb. Tarif diatas utk kelas ekonomi, kalau yg AC(non patas) ditambah 2-5rb tergantung nego.
Maaf, kalau mau disebut commuter bukannya single tariff seperti CL Jabotabek? CMIIW
(11-10-2011, 09:14 AM)amaulana Wrote: [ -> ] (11-10-2011, 06:24 AM)Smidi_cahbagus Wrote: [ -> ]Kalau masalah harga, tergantung target dari KA Lokal itu sendiri,.. Range harga mungkin ngga jauh2 dari si raja jalanan,bus agar bs bersaing.
Kalau target ini membidik kalangan yg mau ke Jogja, y bs pakai single tarif. ( Tarif bus PWT-YK ekonomi 25-30rb tanpa AC tapi ngodong, kalau yg Patas AC harga 40rb dan yg AC non Patas 30-35rb)
Kalau mau menargetkan kalangan Commuter y tarif hrs sesuai dgn tujuan. Tarif bus yg q ketahui:
* PWT-KYA 7-10rb(bus trayek PWT-BMS-KYA-CLP)
PWT-KMJ 4rb
PWT-SPH 5rb
PWT-TBK 6rb
PWT-GB 8rb
PWT-KM 10rb
PWT-KTA 15-18rb
tarif diatas tergantung kebaikan kondektur sm sering tdknya kita naik bis tsb. Tarif diatas utk kelas ekonomi, kalau yg AC(non patas) ditambah 2-5rb tergantung nego.
Maaf, kalau mau disebut commuter bukannya single tariff seperti CL Jabotabek? CMIIW
ngga juga, sebenernya kalo komuter di single tarif kan ya justru ga efektif malah memberatkan penumpang
seharusnya komuter yg bner itu punya tarif /jaraknya sama kayak K3 kita paling ngga nya
permisi ... u be ikutan boleh :
Klo menurut ane ...Perihal status KA ini ... PT KA perlu melakukan studi "kelayakan"... mau KA Lokal yang setiap stasiun berhenti atau tidak ... KA Ekonomi Ekspress ... atau apa ... ? Yang jelas bisa menjawab dan menjadi solusi kebutuhan angkutan penumpang di luar KA yang sudah ada ... Mungkin bisa mempelajari KA Logawa yang sudah ada ... Dimungkinkan kehadiran KA ini bisa menutupi kekurangan KA Logawa
Mengingat para penglaju PWT - YK ( ... tepatnya KYA - YK ) sepengetahuan ane lebih didominasi penumpang yang berangkat dari stasiun "biasa' KA Ekonomi jarak jauh berhenti... maka disamakan saja tempat pemberhentiannya.... kan tujuannya untuk menambah kapasitas angkut KA ...
(11-10-2011, 03:04 PM)Eko Budy Santoso Wrote: [ -> ]permisi ... u be ikutan boleh :
Klo menurut ane ...Perihal status KA ini ... PT KA perlu melakukan studi "kelayakan"... mau KA Lokal yang setiap stasiun berhenti atau tidak ... KA Ekonomi Ekspress ... atau apa ... ? Yang jelas bisa menjawab dan menjadi solusi kebutuhan angkutan penumpang di luar KA yang sudah ada ... Mungkin bisa mempelajari KA Logawa yang sudah ada ... Dimungkinkan kehadiran KA ini bisa menutupi kekurangan KA Logawa
Mengingat para penglaju PWT - YK ( ... tepatnya KYA - YK ) sepengetahuan ane lebih didominasi penumpang yang berangkat dari stasiun "biasa' KA Ekonomi jarak jauh berhenti... maka disamakan saja tempat pemberhentiannya.... kan tujuannya untuk menambah kapasitas angkut KA ...
Kabarnya stasiun yg ga menguntungkan di petak PWT-KTA ngga jadi ditutup saat DT dah jadi...
Lalu buat apa stasiun tsb dipertahankan klo KA Lokalnya ngga mampir? KA jarak jauh dah pasti bablas, KA jarak jauh milik Daops V aja ngga mampir, apalagi punya Daops laen,...
(11-10-2011, 09:14 AM)amaulana Wrote: [ -> ]Maaf, kalau mau disebut commuter bukannya single tariff seperti CL Jabotabek? CMIIW
Kalau CL Jabodetabek rutenya ngga jauh2 amat, tarifnya msh bs <10rb. Lagipula penggunanya banyak, dan msh bs kejangkau sm kantong penggunanya...
Sdgkan kondisi di PWT-YK laen...
Jarak PWT-YK yg ckp jauh membuat harga tiket minim2 berkisar 30rb
Kalau ngandelin komunitas Penglaju PWT-YK plg rame cm weekend doang... spt mahasiswa contohnya...
lalu saat weekdays mo diisi siapa?banyakkah masyarakat PWT yg beraktivitas di YK atau sebaliknya setiap harinya? saya kira tdk banyak, msh bs dibawa Logawa klo weekdays...
Klo KA Lokal ini pgn rame tiap hari harus mengincar juga para penglaju lokal yg pergi pagi pulang sore. Kalo di YK kebanyakan penglaju tinggal antara YK-KTA, sdh ada Prameks yg menghandel, KRD PWT ckp membackup saja. Klo di PWT, penglajunya kebanyakan tinggal di KYA-SPH-GB-KA. Ngga nyampe setengah rute PWT-YK kan? makanya kalau ingin menggaet penglaju lokal ya berarti KA ini hrs berhenti di tiap stasiun jg tarifnya ngga single...
Quote:KA Pandanwangi Bisa Beroperasi di Jalur Gemuk
Andi Penowo - Timlo.net
Minggu, 23 Oktober 2011 | 13:20 WIB
Solo – PT Kereta Api Indonesia (KAI) hingga kini belum merilis keterangan resmi terkait rencana operasional KA Pandanwangi pasca dihentikannya operasional KA tersebut yang berlaku efektif Senin (24/10) besok. Kendati demikian, KA jurusan Solo-Semarang itu diharapkan bisa menjadi alternatif armada baru di salah satu jalur gemuk yang padat penumpang.
Sebagaimana dikemukakan Pejabat Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daops) 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto, saat dihubungi baru-baru ini, penghentian operasional KA Pandanwangi harapannya bisa segera ditindaklanjuti dengan mengalihkan operasionalnya di jalur lain yang membutuhkan.
Misalnya saja di jalur Semarang-Tegal yang saat ini dilayani KA Kaligung. Menurutnya, jalur tersebut cukup padat penumpang, sehingga membutuhkan tambahan armada baru. Di luar itu, saat ini PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tengah merampungkan pembahasan terkait rencana pengadaan KA yang bisa melayani rute Purwokerto-Maguwo dan Yogyakarta-Malang.
Meski masih sebatas rencana, namun Eko berharap kedua jalur yang diwacanakan tersebut bisa segera terealisasi. Dengan demikian, KA Pandanwangi bisa dioperasikan di salah satu jalur yang potensial untuk dilayani.
Sementara saat dimintai keterangan perihal operasional KA Pandanwangi di jalur Solo-Yogyakarta, pihaknya menyatakan kemungkinannya cukup kecil. Pasalnya, armada yang ada saat ini sudah cukup optimal melayani kebutuhan penumpang. Dengan dioperasikannya KA Prambanan Ekspres (Prameks) dan KA Madiun Jaya sudah mampu memenuhi permintaan para pengguna jasa KA.
selain fungsinya sebagai angkutan warga masyarakat yang ingin berpergian Purwokerto - Yogyakarta, Kereta ini juga difungsikan sebagai KA Bandara. Yang mana dapat mengangkut penumpang pesawat dari Purwokerto menuju stasiun Maguwo yang terintegerasi dengan Bandara Adi Sucipto.
