Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Peta jalur KRL dan buswae
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3 4
eh ternyata yang namanya pola transportasi makro itu sebenarnya sudah ada sejak jaman londo berkuasa dulu loh.gambar berikut adalah menjelaskan peta listrik aliran atas , jalur tram wegen n jalur spoor wagen di batavia tempo doeloe dan jabotabek.sumber : 50 tahun ss 6 april 1875 - 1925
[Image: 20090120162031_9_4975975f9f11a-t.gif]
Illia Wrote:LOL buswaynya aja blm muncul yang baru Lolol
Hm berapa taun lagi ya?
blm proyek Subwhy nya Lolol
Mono relnya? Iya... mono / mana? Yang ini aja belum. Padahal bisa terintegrasi sama stasiun Palmerah kalau beneran ada. Belum lagi stasiun Karet yah kalau beneran jadi antara Roxy dg Kamp. Melayu.

Kalau sekarang ini palingan yang terintegrasi dg busway yah stasiun Sudirman dan stasiun Ps. Senen. Itu pun mesti rela jalan kaki cukup jauh dulu... Kelak kalau rel Kota - Priok aktif khan terhubung sama halte busway yang di Jl. Gn. Sahari tuh...
Kapan ya...
Dana Komuter Wrote:
Illia Wrote:LOL buswaynya aja blm muncul yang baru Lolol
Hm berapa taun lagi ya?
blm proyek Subwhy nya Lolol
Mono relnya? Iya... mono / mana? Yang ini aja belum. Padahal bisa terintegrasi sama stasiun Palmerah kalau beneran ada. Belum lagi stasiun Karet yah kalau beneran jadi antara Roxy dg Kamp. Melayu.

Kalau sekarang ini palingan yang terintegrasi dg busway yah stasiun Sudirman dan stasiun Ps. Senen. Itu pun mesti rela jalan kaki cukup jauh dulu... Kelak kalau rel Kota - Priok aktif khan terhubung sama halte busway yang di Jl. Gn. Sahari tuh...
Kapan ya...
stasiun manggaria,gambir,juanda juga terintegrasi mas...tapi saat ini emang busway sama rel ga terlalu sinkron...
mendesain jalur transportasi masal tidaklah mudah, karena harus ada kebijakan pemerintah yang mendukung dulu. misalnya seluruh pegawai negeri tetep menggunakan transport umum biasa, bukan bis-bis kantor... toh mereka kerja di dalam kota (terkecuali yang kerjanya di daerah2 terpencil atau susah dijangkau tansport umum). Kl aku lihat, tidak ada kebijakan seperti itu... bahkan petinggi2nya lebih senang menggunakan mobil dinas dengan iringan konvoi pengawalan yang membuat macet (blom lagi si pengawal kadang2 suka iseng zigzag). selama ini belum menjadi kebiasaan, ya jangan harap ada transportasi umum yang bagus buat warga jakarta dan sekitarnya.

Lalu masalah integrasi moda, ini lebih sulit lagi.... karena dua karakteristik yang berbeda. yg satu perlakuan khusus (Kereta dengan jalur pribadi), satu lagi bercampur dengan kendaraan pribadi (bus, termasuk tije, mikrolet, kopaja, metromini, dll deh). spesifik ke tije, sekarang saja mereka sudah mulai lupa perawatan... banyak pintu halte yang sudah tidak bisa buka-tutup, lantai sudah mulai rusak, belum lagi kotor.... bagaimana mereka bisa berpikir untuk kerjasama dengan PTKA. demikian juga PTKA, pasti susah bekerja sama dengan tije... kl tidak melihat keuntungan. Perhatikan: bahwa desain transportasi di sini masih memperhatikan keuntungan... bukan kenyamanan pengguna. KRL umpel2an, Tije gak ada bedanya... malah kadang2 harus ngantri 30-1jam dempet2an (masih mending PTKA lah, nunggu KRL gak perlu ngantri kayak di halte tije).

jadi ya berharap adanya integrasi KRL-Tije kayaknya masih lama, harus menunggu orang yang benar peduli dengan transportasi masal.....
emang susah ya kalo 2 perusahaan yang berbeda punya 2 kepentingan yg berbeda...ga akan dapet titik temu...
mo tanya sama katyusha. itu kalo di jepun sana gimana sistem krl nya. apa tiap koridor beda perusahaan? trus sistem karcisnya gimana, sistem flat atau by distance? Bingung

kalo naek krl sana yang beda perusahaan apa sistemnya terintegrasi sehingga bisa nyambung kayak busway, atau harus beli karcis lagi? Bingung

satu lagi, disana apa ada angkot? Nyengir
ady_mcady Wrote:mo tanya sama katyusha. itu kalo di jepun sana gimana sistem krl nya. apa tiap koridor beda perusahaan? trus sistem karcisnya gimana, sistem flat atau by distance? Bingung

kalo naek krl sana yang beda perusahaan apa sistemnya terintegrasi sehingga bisa nyambung kayak busway, atau harus beli karcis lagi? Bingung

satu lagi, disana apa ada angkot? Nyengir
ane contohin di kota tokyo aja ya..di tokyo..yang megang kereta tuh banyakk PT nya..kreta bawah tanah aja ada 2 PT..yg diatas tanah ada banyak...
sistem karcisnya per jarak..kayak kereta komuter kita...tarifnya suka ada yg 2 macem..dewasa & anak2...

disana ada tiket yang bisa terintegrasi jadi bisa naek KA..trz ganti bis...
ada juga tiket KA yang bisa dipake di lebih dari 5 perusahaan berbeda di dalem kota tokyo..namanya passnet...

disana mah ga ada angkot..aneh2 aja.. Xie Xie
van_urewa Wrote:humph.... apa bisa bener nantinya??? megang 2 moda transportasi massal sekaligus???
Kalau PT. KA Persero punya 2 moda transportasi, bukan BUSWAE kali.... Tapi trem sekalian aja... Ada di Semarang, Surabaya, Jakarta, de el el... Daripada buswae... mending PT. KA bangun trem. Khan pada males tuh dihajar SEPUR yang notabene berkecepatan min 50 km / jam apabila pada nekad lewat relnya trem... Lha sekarang pada nerobos masuk jalur busway, bus2 Trans Jakarta pada berani ngerem... Kalau SEPUR yang ngerem, pastilah dihajar tuh kendaraan2 bermotor.
Dana Komuter Wrote:
van_urewa Wrote:humph.... apa bisa bener nantinya??? megang 2 moda transportasi massal sekaligus???
Kalau PT. KA Persero punya 2 moda transportasi, bukan BUSWAE kali.... Tapi trem sekalian aja... Ada di Semarang, Surabaya, Jakarta, de el el... Daripada buswae... mending PT. KA bangun trem. Khan pada males tuh dihajar SEPUR yang notabene berkecepatan min 50 km / jam apabila pada nekad lewat relnya trem... Lha sekarang pada nerobos masuk jalur busway, bus2 Trans Jakarta pada berani ngerem... Kalau SEPUR yang ngerem, pastilah dihajar tuh kendaraan2 bermotor.
saya setuju tuh kalo pake trem ato railbus sekalian.....
tapi ada yang nggak setuju lho. para sopir angkot dan metromini. bisa2 itu trem disabotase rel nya supaya anjlok. atau malahan dibakar... Pasrah Aja Dah
Pages: 1 2 3 4