Dulu pernah dengar ada wacana dari orang-orang PTKA (entah mewakilkan atau tidak). Bahwa ada rencana membuat shortcut dari Stasion Jayakarta ke Arah Stasion Angke dengen menyebrangi lintas JAKK - KBD.
Rencana tersebut menurut saya adalah sangat baik, karena rangkaian commuter akan berjalan melingkar dari MRI dan kembali ke MRI tanpa berbalik arah. Sehingga mengurangi effek bottle-neck di stasion GMR.
Bagaimana menurut RF... apakah wacana ini 'pantas' untuk diteruskan ?

shortcutnya dibikin layang juga ya?
Bagus. Bisa dijadikan untuk membuat KRL jalur lingkar sebagai solusi transportasi massal MRI-GMR-THB-SUD-MRI untuk mengurangi kemacetan Jakarta yg sudah demikian parah

mungkin yg jadi kendala adalah pembebasan lahan dan kondisi tanah yg berdekatan dengan garis pantai

(04-Jan-2011 15:49 PM)raditiya Wrote: [ -> ]shortcutnya dibikin layang juga ya?
Bagus. Bisa dijadikan untuk membuat KRL jalur lingkar sebagai solusi transportasi massal MRI-GMR-THB-SUD-MRI untuk mengurangi kemacetan Jakarta yg sudah demikian parah 
mungkin yg jadi kendala adalah pembebasan lahan dan kondisi tanah yg berdekatan dengan garis pantai 
Kayaknya bakal susah deh..
Kalo melingkar kan harus lewat Angke-Tanah Abang-Sudirman-Manggarai.
Bukannya terlalu jauh dan bisa ngganggu jadwal KRL Ciliwung Blue Line, KRL Jakarta Kota-Tangerang, Kereta ke Rangkas dan Merak..
Tapi mungkin boleh juga biar Banten bisa punya kereta kelas argo dari Merak-Cilegon-Serang-Rangkas Bitung-Tanah Abang-Gambir..
Kayaknya prospeknya bagus tuh , tetapi hambatannya banyak
> Biayanya akan besar
> Harus membebaskan beberapa mesin uang seperti Perkantoran , Hotel , Swalayan dll
tetapi sebagai RF dukung saja deh
(04-Jan-2011 20:38 PM)jamesbondan Wrote: [ -> ]Kayaknya bakal susah deh..
Kalo melingkar kan harus lewat Angke-Tanah Abang-Sudirman-Manggarai.
Bukannya terlalu jauh dan bisa ngganggu jadwal KRL Ciliwung Blue Line, KRL Jakarta Kota-Tangerang, Kereta ke Rangkas dan Merak..
Tapi mungkin boleh juga biar Banten bisa punya kereta kelas argo dari Merak-Cilegon-Serang-Rangkas Bitung-Tanah Abang-Gambir..
jauh gimana mas?
Kan yg dibikin cuma Jayakarta-Angke -/+ 2 km
Justru itu nanti KRL Ciliwung lewat sini aja. Putar baliknya jd cuma 1x di MRI
Dan ada sebagian KRL biasa bisa putar lewat sini. Jadi ga ke JAKK dulu.
Sekali throtle 2-3 tujuan terlampaui

(04-Jan-2011 23:04 PM)raditiya Wrote: [ -> ] (04-Jan-2011 20:38 PM)jamesbondan Wrote: [ -> ]Kayaknya bakal susah deh..
Kalo melingkar kan harus lewat Angke-Tanah Abang-Sudirman-Manggarai.
Bukannya terlalu jauh dan bisa ngganggu jadwal KRL Ciliwung Blue Line, KRL Jakarta Kota-Tangerang, Kereta ke Rangkas dan Merak..
Tapi mungkin boleh juga biar Banten bisa punya kereta kelas argo dari Merak-Cilegon-Serang-Rangkas Bitung-Tanah Abang-Gambir..
jauh gimana mas?
Kan yg dibikin cuma Jayakarta-Angke -/+ 2 km
Justru itu nanti KRL Ciliwung lewat sini aja. Putar baliknya jd cuma 1x di MRI 
Dan ada sebagian KRL biasa bisa putar lewat sini. Jadi ga ke JAKK dulu.
Sekali throtle 2-3 tujuan terlampaui 
kaya yang dibilang mas bambang, kalo mau bikin shorcutnya mesti nebang 'pohon duit'nya orang jakarta dulu..
bisa diliat di sekitar jayakarta itu ada apa aja...
yang pasti sih bikin shorcutnya mesti jalan layang, terus ngelewatin dipo JAKK
Ide ini relatif mudah dilaksanakan. Gak perlu pembebasan lahan. Hanya penertiban bangunan liar. Hampir semua tanah disekitar Stasiun Kota , Jak Gudang , Kampung Bandan punya KAI
mungkin diatas kertas sepertinya mudah, karena jaraknya +/- 2 Km.. tapi jika mengaca pada kasus Monorail, saya pribadi sedikit ragu hal ini dapat teralisasi karena sangat tergantung kpd kemauan instansi terkait, terlebih birokrasi di negara ini msh memprihatinkan...walau bgitu sebagai pengguna jasa KRL saya sangat mendukung rencana ini...
bisa sekaligus berfungsi sebagai baloon loop untuk memutar lok.
(04-Jan-2011 15:49 PM)raditiya Wrote: [ -> ]shortcutnya dibikin layang juga ya?
Bagus. Bisa dijadikan untuk membuat KRL jalur lingkar sebagai solusi transportasi massal MRI-GMR-THB-SUD-MRI untuk mengurangi kemacetan Jakarta yg sudah demikian parah 
mungkin yg jadi kendala adalah pembebasan lahan dan kondisi tanah yg berdekatan dengan garis pantai 
kalau di lihat dari lokasinya sih sebagian besar lahan lahan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) namun memang melewati perkampungan sedikit namun saya yakin itu lahan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) . saya sangat menantikan terealisasinya wacana ini
dulu pernah ada wacana juga di lintas pondok jati - manggarai jadi kereta lingkar tidak harus ke jatinegara dulu karena jng sudah sangat padat karena banyak loko pergi dan lepas dinas di lintas inijadi dari senen stelah stasiun pondok jati belok ke kanan nanjak ke arah MRI
saya juga sangat menantikan terealisasinya wacana ini

Bagus Juga idenya,tapi apakah akan mematikan stasiun JAKK??,Karena Penumpang dari Rangkas,tanggerang yang mau ke bogor tidak perlu Ke JAKK Dulu dengan adanya Shortcut ini
titotea Wrote:05-Jan-2011, 07:20 PMBagus Juga idenya,tapi apakah akan mematikan stasiun JAKK??,Karena Penumpang dari Rangkas,tanggerang yang mau ke bogor tidak perlu Ke JAKK Dulu dengan adanya Shortcut ini
Penumpang dari Rangkas dan Tangerang yang akan ke Bogor kurang dari 10 persen , jadi tidak akan mematikan stasiun JKK
Jika mau, kerjasama dengan pengembang Mangga Dua, untuk membangun stasiun mangga dua yang terintegrasi dengan pusat dagang dengan omzet triliyunan... mestinya mereka tertarik dengan wacana ini
Jadi seolah-olah rangkaian masuk kedalam mall menggunakan rel layang.. setela itu turun dan berbelok ke arah Angke.
Stasion Jakarta Kota masih bisa melayani perjalanan, bahkan rangkaian jarak jauh bisa stabling di JAKK tanpa diganggu dengan "sibuknya" rangkain commuter.
Rupanya teman2 sekalian belum pernah bahkan jarang sekali naik KA di Jabodetabek sih yah....
1. Berbicara stasiun Gambir, coba hitung... brapa KRL Ekonomi yang terganggu di sinyal masuk sisi utara dan selatan nih stasiun no. 1 di Indonesia ini.
2. Perhatiin sisi barat bangunan Mangga Dua di deretan rel layang yang menurun kalau dari posisi st. Jayakarta. Terlalu mepet bangunan sisi baratnya.
3. Jadwal perjalanan KRL Jakarta - Bogor sudah sangat padat di antara jam 6 - 9an pagi dan antara jam 4 sore - 7an malem. Ditambah dg adanya perjalanan KA seumpama Angke - Jayakarta.
4. Stasiun Gambir cuma ada 4 jalur. Pemerintah bisa terobsesi namah perjalanan KRL AC, Ekonomi dan Ekonomi AC Serpong dan Tangerang diterusin ke Gambir pp. Belum lagi kalau aja dibangun shortcut Serang - Tangerang tanpa via Rangkas Bitung.
5. Petak rel Tn. Abang - Kamp. Bandan - Jakarta Kota 2 arahnya emang gak padet, tapi yg namanya perumahan liar disertain pasar tumpah ruah sulit dihapus selagi mrk blom dikasih tmp tinggal dan berdagang yg layak. Kalu rel layang dibangun antara Angke - Jayakarta berapa rumah liar yg tergusur di petak rel antara Jakarta Kota dg Kamp. Bandan bawah. Yg di Kamp. Bandan atas aja udah byk yg tergusur krn bentar lg mau diresmiin rel Kota - Priok.
Jadi, coba dipikir2 lagi utk dibangun rel layang ini. Apa sulitnya juga sih kalau utk KRL yg notabene EMU / electrik multiple unit utk berlaju maju - mundur Angke - Kpb - Jkk - Jayakarta.