Terminal bus gak hanya identik dg banyaknya bus aja, tapi ada angkot, ojekers, becak, dsb... Tapi belakangan sering tersiar kabar perjalanan KA batal dioperasiin karena banyaknya bencana enggak itu yah banjir yang merendam petak rel, mogok sehingga ganggu petak rel, PL / PLH dan masih banyak lagi. Mau gak mau para penumpang mengalihkan diri ke moda lainnya.
Kebanyakan stasiun komuter di Jabodetabek, terlebih juga luar Jabodetabek sering mengalaminya. Sebagai contoh > Belum lama KRL Ekonomi AC tertahan di Ps. Minggu krn mogok. Stasiun Bogor pun kena dampaknya karena si KRL yg apes itu. Berhubung jarak antara stasiun Boo dg terminal bus terdekat yg terhubung dg Jakarta sangat jauh dan beban diongkos, maka mrk banyak yg telat ke Jakarta krn ketiada pastian kapan bisa dilaluin KA lagi petak rel yg kehalang si KRL sial itu.
Menurut temen2 apa saatnya semua stasiun KA harus deket sama terminal bus? Stasiun mana aja sih yg gak punya terminal busnya? Kayak yang aku tau sih yah Surabaya Gubeng, Tanah Abang, entah Solo Jebres dan masih banyak lagi pastinya. Trus apa juga alasan temen2 yg gak setuju? Apa karena minim perjalanan KA spt di Sukabumi, Lampegan, Cianjur dan masih ada bbrp lagi?
kalo stasiun gede emang kebanyakan jauh dari terminal utama, soalnya posisinya deket pusat kota sedangkan terminal gede pasti di luar kota, udah gitu angkutan kota yang nglayanin jalur lewat stasiun juga dikit, kaya di jogja bus kota yang lewat stasiun tugu cuma 1 jalur bus kota dan 1 trans jogja, ke lempuyangan malah cuma 1 jalur bus kota
kalo stasiun deket terminal angkutan kota pun dapat dibayangkan bakalan kaya apa macetnya kaya di pasar senen atau tanjung priok, tapi sebenernya kalo pemda emang niat bikin moda transportasi terpadu, pasti harusnya angkutan feeder ke stasiun diperbanyak...

Berandai stasiun Tj. Priok dihidupkan lagi sebenar2nya utk KA penumpang alias jadi jalur padet pasti kemacetannya akan 2 bahkan 3x lipat dr yang skarang. Tapi kenapa di stasiun Jakarta Kota bbrp kali aku lihat bisa tertata tuh alias gak gitu macet... Stasiun Ps. Senen dan Tn. Abang gak usah ditanya deh... karena memang itu sumber keberadaan masyarakat. Mana dah gitu ada pasar. Tapi syukurnya stasiun Gambir gak punya pasar terdekat, semisal pasar Gambir. Tapi sayangnya terminal bus gak ada, bus - bus pun cuma sekedar Damri yang menjadi rute dari dan ke Gambir. Selebihnya cuma bus - bus rute persinggahan salah satunya Kopaja dari Senen ke Lb. Bulus dan arah sebaliknya.
Demikian sekilas tentang bbrp terminal bus di Jakarta. Pokoknya bagi aku terminal bus itu sangat dibutuhkan dengan penataan yang rapih. Minimal kayak di terminal bus Blok M yang sama - sama punya peron. Sayang saja di Blok M gak punya rel KA beserta stasiunnya. Cuma sekedar membayangkan aja apakah akan ketata rapih kalau Blok M punya petak rel KA (maksudnya bukan di atas layaknya monorail atau pun di bawah tanah atau subway). Di Jakarta sendiri khususnya seringkali terjadi gangguan perjalanan KRL sehingga para penumpang jadi terlantar. Jakarta sudah saatnya jangan tergantung dengan bus Trans Jakarta yang terlanjur punya image atau citra yang baik sebagai moda transportasi terpadu.
Stasiun Solo Balapan dg Terminal Tirtonadi letaknya gak bgtu jauh,cm sktr 250an meter..namun kondisinya sgt berbeda jauh,lingkungan sktr stasiun lbh enakan dbndg tirtonadi yg rame,byk bus ngetem dluar terminal.bagi org yg naik dr stasiun tsb utk bkrja msh tetap mengidolakan prameks,mskpn skrg srg telat daripada naik bus yg bs nympe 2 jam lbh dr solo k jogja,blm lg terminal giwangan sgt jauh dr pusat kota cmiimw..
saya setuju dengan usulan mas Dana Komuter yang berharap kalau stasiun dekat dengan terminal,
tujuannya adalah agar penumpang lebih mudah untuk mengakses perjalanan yang tak dilewati oleh KA.
slain itu masyarakat pun dapat 2 opsi :
- yakni ketika tidak dapat tiket kereta, penumpang bisa memilih alternatif ke Bus,
- ketika tidak mendapatkan Bus, penumpang pun bisa beralih ke KA
masyarakat tidak harus mengeluarkan Kocek lagi untuk pergi ke stasiun karna posisinya berdekatan satu sama lain..
demikian menurut pendapat saya, mohon DIRALAT apabila salah..
@ adil_hani_pramastyo > Pernah ada pemberitaan KRD Prameks terganggu gak selama ini? Kalau sampe pernah ada apakah masyarakat khususnya pr mahasiswa/i banyak yang alternatif ke bus dari dan ke terminal Tirtonadi yah mas?
@ kemal reza > Itu yang aku harepin karena memang kalau sampai kejadian KA terganggu, setelah mendapat uang kembali meski -+ 10%nya tetap masuk kas PT. KA masyarakat gak perlu sulit ke bus kalau mesti naik ojek, bajaj, dsb. Maksud aku mau naik bus AKAP lha... Tapi bukan berarti di tiap lajur jalan raya bikin macet yah... Kita harus membayangkan luar negeri aja gimana bisa bus - bus yg ngetem itu gak diklaksonin arus kendaraan bermotor di belakangnya selain entah mungkin minim yg ngegunain kendaraan pribadi krn alasan BBM dan harga mobil melambung tinggi.
Usul yg bagus, kalo ada petisinya saya ikut
Cikampek sebelahan ama terminal (terminal 100m dari stasiun)
Walau Patas & Odong2 stasiun Barat Terakhir JAKK(patas) & PSE(odong2), tidak mengganggu (mengambil) rejeki armada Bus, karena Bus2 di Cikampek kebanyakan bertrayek Kp. Rambutan & Tasikmalaya
kalaw terminal deket sama stasiun....sihh enak banget......mungkin ada yang setelah naik kereta langsung oper ke bus ....dan itu banyak saya lihat di ST.WARU ..persis di seberang jalan ada terminal bus PURABAYA.....trusss banyak juga yang abis turun penataran langsung bablas ke terminal....
teminal mangkang juga lumayan deket sama stasiun mangkang di semarang....
seharusnya transprtsi umum terpadu dapat menjadi primadona untung mngurangi kepadatan lalu lintas
ya memang mas, untuk merealisasikan tuh agak sulit.. soalnya memindahkan terminal itu suatu PR besar untuk pemerintah..
ada baiknya pemerintah memberikan bus transit bagi untuk ke terminal untuk penumpang yang gak kedapatan tiket/keabisan tiket tanpa harus membayar Bus lagi. gimana menurut temen2 semua? CMIIW