29-01-2011, 03:45 PM
Mohon izin membuat thread baru seputar laporan perjalanan di Rumania menggunakan KA InterCity 575/576 Bucureşti – Galaţi PP...
01 Agustus 2008. Setelah perencanaan yang cukup matang akhirnya saya dan ayah saya memutuskan untuk mengisi waktu liburan musim panas dengan berkunjung ke rumah seorang kenalan, sesama warga Indonesia, yang bekerja kota Galaţi. Dan sudah cukup lama saya ingin mencoba bepergian menggunakan kereta kelas InterCity di Rumania. Maka sore harinya kami mendatangi agen penjualan tiket resmi dan memesan tiket InterCity (IC) 575 Bucureşti – Galaţi untuk keesokan harinya. Saya lupa berapa tarif normalnya, tapi berhubung ada discount untuk pelajar dan mahasiswa maka tarif untuk saya berkurang menjadi RON 48,80 (US$ 19,52 untuk kurs 1 US$ = RON 2,50, alias Rp. 185.440,-) sekali jalan. Tertera di tiket bahwa kami mendapat jatah di gerbong 5, saya di seat 66 dan ayah saya di seat 64.
![[Image: 5396904935_f6fede6585_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5131/5396904935_f6fede6585_b.jpg)
Singkat kata, akhirnya tibalah saatnya kami untuk memulai liburan kami. Takut ketinggalan kereta, kami bangun jam 04:30 pagi. Setelah sarapan, mandi, dan melakukan persiapan terakhir sebelum keberangkatan, kami pun meninggalkan rumah sekitar pukul 06:00. Beruntung bus 105 yang akan mengantar kami ke Gara de Nord datang tepat waktu, sehingga kami pun tiba di stasiun pukul 06:30. Tertulis di papan pengumuman bahwa rangkaian IC 575 tersedia di jalur 10. Tapi, anehnya, yang tersedia di jalur 10 justru KA jarak jauh tujuan Budapest, Hungaria, yang berangkat pukul 06:30.
Setelah ditinggalkan KA tujuan Budapest, hanya terlihat di peron penumpang satu KA dengan kami. Sambil menunggu rangkaian dilangsirkan ke jalur 10, saya meminta tolong kepada ayah saya untuk memotret saya yang sedang duduk menunggu datangnya kereta.
![[Image: 5396905765_012ab085e4_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5171/5396905765_012ab085e4_b.jpg)
Singkat kata, pukul 06:45 rangkaian masuk jalur 10. Ternyata rangkaian tersebut dibersihkan terlebih dahulu di dipo sebelum dipersiapkan di jalur 10, oleh karena itu baru dilangsirkan 15 menit sebelum keberangkatan. Saking terkagum-kagumnya saya dengan rangkaian InterCity yang baru pertama kalinya saya tumpangi, jadi lupa untuk merekam detik-detik keberangkatan IC 575 tepat pukul 07:00. Tapi, saya tidak lupa untuk kembali narsis di dalam kereta.
![[Image: 5396906447_d17d9e8bf7_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5058/5396906447_d17d9e8bf7_b.jpg)
Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, kami mendapat jatah kursi di gerbong 5. AC dan automatic sliding door berfungsi dengan baik, sehingga hawa di dalam kereta terjaga kesejukannya. Di papan LED kecil di atas sliding door tertera kota tujuan (Galaţi) dan nomor gerbong (Vagon 5)…
![[Image: 5396908283_4c1a5a1aae_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5140/5396908283_4c1a5a1aae_b.jpg)
Sayangnya, titik lemah dari rangkaian sekelas Eksekutif di Indonesia ini adalah, tidak semua rangkaian kursinya tidak berhadap-hadapan sehingga memiliki foot rest dan reclining seat. Apalagi dengan kehadiran meja di antara kursi yang berhadapan, membuat ruang istirahat untuk kaki terasa sempit. Jika mau merasakan kenyamanan reclining seat berikut foot rest, Anda harus membayar lebih untuk mendapatkan tiket di gerbong Special. Cukup aneh juga desain K1-nya Rumania ini, padahal orang-orang Rumania itu kakinya panjang-panjang semua…
Apalagi kalau rasa kantuk sudah mengetuk di depan pintu, susah sekali rasanya untuk mendapatkan posisi tidur yang nyaman, seperti yang dialami seorang penumpang di foto berikut. Beruntung saat itu kereta tidak terlalu penuh dikarenakan jadwal keberangkatan pagi, maka si cewek pun bisa mengubah posisi tidurnya senyaman yang dia inginkan…
![[Image: 5397509004_3a83e3024e_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5291/5397509004_3a83e3024e_b.jpg)
Tapi, setidaknya, bagi para penumpang yang tidak bisa tertidur ada hiburan berupa pemandangan ladang hijau dan berbunga yang cukup luas di sepanjang perjalanan…
![[Image: 5397506694_4709704fc1_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5216/5397506694_4709704fc1_b.jpg)
To be continued…
Going holiday with InterCity 575 and 576
By: d'tRAiNeR
By: d'tRAiNeR
01 Agustus 2008. Setelah perencanaan yang cukup matang akhirnya saya dan ayah saya memutuskan untuk mengisi waktu liburan musim panas dengan berkunjung ke rumah seorang kenalan, sesama warga Indonesia, yang bekerja kota Galaţi. Dan sudah cukup lama saya ingin mencoba bepergian menggunakan kereta kelas InterCity di Rumania. Maka sore harinya kami mendatangi agen penjualan tiket resmi dan memesan tiket InterCity (IC) 575 Bucureşti – Galaţi untuk keesokan harinya. Saya lupa berapa tarif normalnya, tapi berhubung ada discount untuk pelajar dan mahasiswa maka tarif untuk saya berkurang menjadi RON 48,80 (US$ 19,52 untuk kurs 1 US$ = RON 2,50, alias Rp. 185.440,-) sekali jalan. Tertera di tiket bahwa kami mendapat jatah di gerbong 5, saya di seat 66 dan ayah saya di seat 64.
![[Image: 5396904935_f6fede6585_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5131/5396904935_f6fede6585_b.jpg)
Singkat kata, akhirnya tibalah saatnya kami untuk memulai liburan kami. Takut ketinggalan kereta, kami bangun jam 04:30 pagi. Setelah sarapan, mandi, dan melakukan persiapan terakhir sebelum keberangkatan, kami pun meninggalkan rumah sekitar pukul 06:00. Beruntung bus 105 yang akan mengantar kami ke Gara de Nord datang tepat waktu, sehingga kami pun tiba di stasiun pukul 06:30. Tertulis di papan pengumuman bahwa rangkaian IC 575 tersedia di jalur 10. Tapi, anehnya, yang tersedia di jalur 10 justru KA jarak jauh tujuan Budapest, Hungaria, yang berangkat pukul 06:30.
Setelah ditinggalkan KA tujuan Budapest, hanya terlihat di peron penumpang satu KA dengan kami. Sambil menunggu rangkaian dilangsirkan ke jalur 10, saya meminta tolong kepada ayah saya untuk memotret saya yang sedang duduk menunggu datangnya kereta.
![[Image: 5396905765_012ab085e4_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5171/5396905765_012ab085e4_b.jpg)
Singkat kata, pukul 06:45 rangkaian masuk jalur 10. Ternyata rangkaian tersebut dibersihkan terlebih dahulu di dipo sebelum dipersiapkan di jalur 10, oleh karena itu baru dilangsirkan 15 menit sebelum keberangkatan. Saking terkagum-kagumnya saya dengan rangkaian InterCity yang baru pertama kalinya saya tumpangi, jadi lupa untuk merekam detik-detik keberangkatan IC 575 tepat pukul 07:00. Tapi, saya tidak lupa untuk kembali narsis di dalam kereta.
![[Image: 5396906447_d17d9e8bf7_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5058/5396906447_d17d9e8bf7_b.jpg)
Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, kami mendapat jatah kursi di gerbong 5. AC dan automatic sliding door berfungsi dengan baik, sehingga hawa di dalam kereta terjaga kesejukannya. Di papan LED kecil di atas sliding door tertera kota tujuan (Galaţi) dan nomor gerbong (Vagon 5)…
![[Image: 5396908283_4c1a5a1aae_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5140/5396908283_4c1a5a1aae_b.jpg)
Sayangnya, titik lemah dari rangkaian sekelas Eksekutif di Indonesia ini adalah, tidak semua rangkaian kursinya tidak berhadap-hadapan sehingga memiliki foot rest dan reclining seat. Apalagi dengan kehadiran meja di antara kursi yang berhadapan, membuat ruang istirahat untuk kaki terasa sempit. Jika mau merasakan kenyamanan reclining seat berikut foot rest, Anda harus membayar lebih untuk mendapatkan tiket di gerbong Special. Cukup aneh juga desain K1-nya Rumania ini, padahal orang-orang Rumania itu kakinya panjang-panjang semua…
Apalagi kalau rasa kantuk sudah mengetuk di depan pintu, susah sekali rasanya untuk mendapatkan posisi tidur yang nyaman, seperti yang dialami seorang penumpang di foto berikut. Beruntung saat itu kereta tidak terlalu penuh dikarenakan jadwal keberangkatan pagi, maka si cewek pun bisa mengubah posisi tidurnya senyaman yang dia inginkan…
![[Image: 5397509004_3a83e3024e_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5291/5397509004_3a83e3024e_b.jpg)
Tapi, setidaknya, bagi para penumpang yang tidak bisa tertidur ada hiburan berupa pemandangan ladang hijau dan berbunga yang cukup luas di sepanjang perjalanan…
![[Image: 5397506694_4709704fc1_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5216/5397506694_4709704fc1_b.jpg)
To be continued…

![[Image: 5396920509_dff700bca6_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5295/5396920509_dff700bca6_b.jpg)
![[Image: 5396921479_eafdc34971_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5253/5396921479_eafdc34971_b.jpg)
![[Image: 5397521526_19d2ef44df_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5012/5397521526_19d2ef44df_b.jpg)
![[Image: 5397522938_842ce4a703_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5014/5397522938_842ce4a703_b.jpg)
![[Image: 5396923029_e7cd846e60_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5259/5396923029_e7cd846e60_b.jpg)
![[Image: 5396924503_4cb93ef4ec_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5017/5396924503_4cb93ef4ec_b.jpg)
![[Image: 5397537498_a804b3f5ac_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5251/5397537498_a804b3f5ac_b.jpg)
![[Image: 5396937509_ea7846e311_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5253/5396937509_ea7846e311_b.jpg)
![[Image: 5396936417_62d01eb1d2_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5093/5396936417_62d01eb1d2_b.jpg)
![[Image: 5397538504_e1f6107838_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5253/5397538504_e1f6107838_b.jpg)
![[Image: 5396941529_6d3a37ec72_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5014/5396941529_6d3a37ec72_b.jpg)
![[Image: 5396940421_a1454d45a6_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5059/5396940421_a1454d45a6_b.jpg)
![[Image: 5397566326_2a052eb704_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5257/5397566326_2a052eb704_b.jpg)
![[Image: 5397567248_1450242539_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5091/5397567248_1450242539_b.jpg)
![[Image: 5397568030_8a2b46d181_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5140/5397568030_8a2b46d181_b.jpg)
![[Image: 5397568836_b37036825b_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5294/5397568836_b37036825b_b.jpg)
![[Image: 5396970963_b9574c66d3_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5100/5396970963_b9574c66d3_b.jpg)
![[Image: 5397570256_6b07e39005_b.jpg]](http://farm6.static.flickr.com/5253/5397570256_6b07e39005_b.jpg)
yang membahas Laporan Perjalanan menggunakan Kereta Api di Luar Negeri