Nampaknya kita gak pernah denger kalau Sumatera punya rintangan perjalanan / rinja yang disebabin ulah para manusia. Kalau di Jawa khan ada saja ulah pelemparan batu, tingkah anti suporter sepak bola tertentu, memotong kabel optik buat persinyalan dan masih banyak lagi. Nah... kalau di Sumatera gimana nih?
Sekalian yah posting foto atau pun kabar pemberitaannya penasaran kayak apa aja sih rinjanya itu? Maksudnya buka sekedar PL atau PLH macem tabrakan antar KA dengan KA atau pun antara KA dengan kendaraan bermotor atau juga KA yang nabrak orang atau binatang yah...
Ada kok, mas. Prabumulih adalah yang terparah. Karena tingkat pencurian baut rel sekitar Prabumulih lumayan tinggi.
Di Sumbar juga lumayan banyak yang ngelemparin batu ke kereta...
Sedihh...hhh...

Padahal Divre II lebih didominasi rangkaian KA wisata yah? Apa mrk risih gara2 lok BB 303 ato pun 306-nya pd nglakson mlulu yah sepanjang perjalanan? Pengalaman naik KA wisata Padang - Pariaman dan Padang - Bukit Tinggi di tahun 2006.
ada kok, sampai-sampai kaca samping lokomotif diberi tralis

Ini si Donal Bebek ala Sumatera-kah?? TNK itu Tanjung Karang yah?
(07-Sep-2011 14:53 PM)Dana Komuter Wrote: [ -> ]Ini si Donal Bebek ala Sumatera-kah?? TNK itu Tanjung Karang yah?
TNK: Tanjung Karang
maksudnya donal bebek apa yah?

selain kacanya yang diteralis
lampu yang ada merah putih ijonya pun diteralis
agar kalo ada pelemparan gak pecah

(07-Sep-2011 14:53 PM)Dana Komuter Wrote: [ -> ]Ini si Donal Bebek ala Sumatera-kah?? TNK itu Tanjung Karang yah?
itu CC202 mas.,
rajanya Divre III
semua lok yang ada di Divre III diteralis bagian sampingnya dan sebagian dilampu semboyan

disamping pelemparan batu, adakah gangguan lain yg berarti, misal pedagang yg rese, todong, dan semua kejahatan di gerbong.
N.B sorry ya klo OOT
Buat menghidupkan forum 'negeri' Andalas yg kian terasingkan nih :
Barusan nonton berita kalau semalem (8/10) terjadi tabrakan antara lokomotif BB 306 02 yang menarik rangkaian KA penumpang dengan mobil yang nekad menerobos palang pintu perlintasan yg sudah menutup di kota Binjai, Sumatera Utara. Alhasil, entah mungkin karena tekanan gandarnya yang cuma berjumlah 2 dengan kecepatan yang pastinya gak terlalu kencang dibandingin CC 201 dkk, maka selain mementalkan mobil sejauh sekitar 100 meteran hingga ringsek, si lokomotif pun anjlok. Sang pengemudi mengalami luka serius dengan dirawat di sebuah rumah sakit.
Ada yang tau kabar lebih lanjutnya mungkin? Soalnya di-search masih blom ada pemberitaan masuk ke redaksi mana pun nih tampaknya...
(08-Oct-2011 13:09 PM)Fajar Utama Yk Wrote: [ -> ]disamping pelemparan batu, adakah gangguan lain yg berarti, misal pedagang yg rese, todong, dan semua kejahatan di gerbong.
N.B sorry ya klo OOT
kalau dari pengalaman saya, belum pernah mengalami hal seperti itu. Hanya saja dulu banyak sekali pengamen. Sampe2 uang koin 500 perak 10 biji abis.
Di Kompas pernah di bahas dengan judul Melaju di atas Rel Tanpa Kait, antara Tanjung Karang dan Palembang, diperkirakan sebanyak 10.000 pengait rel hilang, yang terbanyak antara kota.. hingga Palembang (maaf lupa) beritanya mungkin setahun yang lalu, keterangan dalam liputan perjalanan tersebut. Laju kereta Limex ya? Maksimal 60 km/jam, serta goyangan kereta terasa banget, tidak seperti di Jawa yang lebih nyaman. Saya tidak tahu goyangan tersebut pengaruh kait atau faktor-faktor yang lain. Mungkin ada koreksi.
Ken Aditya: mungkin kota yang dimaksud Prabumulih.
Iya, saya pernah menumpang K1 Limeks yang suspensinya keras dan pada saat pengereman tubuh terasa tersentak ke depan. Mungkin akibat rel yang jarang di maintenance MTT dan kurangnya persediaan bogie baru di BY Lahat
itu mah biasa. Lebih asik kalo ada goncangan seperti itu apalagi kalau hentakan ke kanan langsng ke kiri. Rasa mengantuk jadi hilang
(20-Nov-2011 07:54 AM)Ken Aditya Wrote: [ -> ]Di Kompas pernah di bahas dengan judul Melaju di atas Rel Tanpa Kait, antara Tanjung Karang dan Palembang, diperkirakan sebanyak 10.000 pengait rel hilang, yang terbanyak antara kota.. hingga Palembang (maaf lupa) beritanya mungkin setahun yang lalu, keterangan dalam liputan perjalanan tersebut. Laju kereta Limex ya? Maksimal 60 km/jam, serta goyangan kereta terasa banget, tidak seperti di Jawa yang lebih nyaman. Saya tidak tahu goyangan tersebut pengaruh kait atau faktor-faktor yang lain. Mungkin ada koreksi.
mas, guncangan atau goyangang limex yg begitu keras di sebabkan karena di sana rel khusus untuk babaranjang dan lebih tinggi bantalannya coba deh di bandingin tinggi bantalan di jawa