Kebrutalan suporter sepakbola (tidak semuanya) sekarang ini sudah tidak hanya mengganggu ketertiban umum saja, tetapi sudah sampai pada taraf merusak harta negara. Perlu ditangani ala orde baru. Militer perlu di-BKO-kan ke polisi.
(09-04-2011, 07:07 PM)pardjono Wrote: [ -> ]Kebrutalan suporter sepakbola (tidak semuanya) sekarang ini sudah tidak hanya mengganggu ketertiban umum saja, tetapi sudah sampai pada taraf merusak harta negara. Perlu ditangani ala orde baru. Militer perlu di-BKO-kan ke polisi.
Kalau seperti orde baru si ijo gak akan berani macem - macem... Kalau berani macem - macem pasti hilang mendadak kena petrus dan 3 hari kemudian jenazahnya sudah dibungkus karung...
(09-04-2011, 08:17 PM)CC 203 Wrote: [ -> ] (09-04-2011, 07:07 PM)pardjono Wrote: [ -> ]Kebrutalan suporter sepakbola (tidak semuanya) sekarang ini sudah tidak hanya mengganggu ketertiban umum saja, tetapi sudah sampai pada taraf merusak harta negara. Perlu ditangani ala orde baru. Militer perlu di-BKO-kan ke polisi.
Kalau seperti orde baru si ijo gak akan berani macem - macem... Kalau berani macem - macem pasti hilang mendadak kena petrus dan 3 hari kemudian jenazahnya sudah dibungkus karung...
Idealnya sih nggak sampai segitu lah. Melanggar HAM. Baiknya
keras ala militer saja. Biar mereka ada yang ditakuti.
Brutal lawan keras saya pikir cukup sepadan.
(10-04-2011, 12:17 PM)ariefbudi125434 Wrote: [ -> ][spoiler]
Quote:SEMARANG, KOMPAS.com - Anjloknya kereta api eksekutif Bangunkarta jurusan Jakarta-Jombang di Tegowanu, Grobogan, Minggu (10/4/2011), mengacaukan perjalanan sekitar 200 anggota suporter Persija Jakarta, Jakmania.
Rencananya para Jakmania akan ke Malang, menyaksikan laga Persija vs Arema Indonesia dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League atau ISL petang nanti. Menurut Andi, pimpinan rombongan Jakmania, pihaknya sudah tertahan di stasiun Brumbung sejak semalam.
Ia bersama rekan-rekannya lalu meminta pertanggungjawaban PT. Kereta Api (Persero) Daops IV Semarang untuk menyediakan transportasi pengganti. Namun para pimpinan stasiun Brumbung baru berada di lokasi pagi tadi. "Ini laga penting dan bergengsi. Kami ingin hadir di stadion untuk memberi dukungan, karenanya kami meminta PT. Kereta Api (Persero) menyediakan bus," kata Andi, Minggu (10/4/2011).
Para suporter langsung memasuki ruang kontrol stasiun. Dengan ekspresi wajah capek dan panik mereka meminta kejelasan lanjutan perjalanan mereka. "Selama ini, kami para suporter selalu diperlakukan diskriminasi oleh PT. Kereta Api (Persero). Kami sudah tertib sesuai anjuran," teriak Andi.
The Jakmania lalu meminta kepala stasiun Brumbung, Kusdiyantoro menandatangani surat kepada pengurus the Jakmania sebagai laporan. Namun kepala stasiun tidak berani menandatangani permintaan Jakmania. "Kami melihat semua penumpang sama. Mau jendral, bupati, gembel, suporter, namanya tetap penumpang. Apalagi ini di luar kendali kami," kata Kusbiantoro.
The Jakmania menumpang kereta api ekonomi Berantas jurusan Jakarta-Kediri dengan tarif Rp 10 ribu. Setelah menunggu lebih dari 10 jam, akhirnya para suporter itu diberangkatkan.
[/spoiler]
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak taat sama aturannya sendiri. Mudah-mudahan mereka nggak bikin onar atau dionari, yang buntutnya sering bikin rusak kereta.
(10-04-2011, 01:10 AM)pardjono Wrote: [ -> ] (09-04-2011, 08:17 PM)CC 203 Wrote: [ -> ] (09-04-2011, 07:07 PM)pardjono Wrote: [ -> ]Kebrutalan suporter sepakbola (tidak semuanya) sekarang ini sudah tidak hanya mengganggu ketertiban umum saja, tetapi sudah sampai pada taraf merusak harta negara. Perlu ditangani ala orde baru. Militer perlu di-BKO-kan ke polisi.
Kalau seperti orde baru si ijo gak akan berani macem - macem... Kalau berani macem - macem pasti hilang mendadak kena petrus dan 3 hari kemudian jenazahnya sudah dibungkus karung...
Idealnya sih nggak sampai segitu lah. Melanggar HAM. Baiknya keras ala militer saja. Biar mereka ada yang ditakuti. Brutal lawan keras saya pikir cukup sepadan.
hari gini masih ngomongin HAM??? kapan disiplinnya kita kalo begitu???
kalo rusuh ya emang harus ditembak, biar kapok...
suporter sepakbola SELAMANYA TIDAK BOLEH NAIK KERETA API!!! saya tidak rela KA kita jadi berantakan gara-gara mereka... ingat, kereta api milik semua orang, bukan milik suporter sepakbola!!!
Bagaimana PT KA bisa membedakan penumpang yang naek KA itu suporter atau bukan?
Kalo mereka tidak memakai atribut tertentu PT KA belum tentu tahu kalo itu suporter sepakbola.
(11-04-2011, 09:19 AM)love_alisa Wrote: [ -> ] (10-04-2011, 01:10 AM)pardjono Wrote: [ -> ] (09-04-2011, 08:17 PM)CC 203 Wrote: [ -> ] (09-04-2011, 07:07 PM)pardjono Wrote: [ -> ]Kebrutalan suporter sepakbola (tidak semuanya) sekarang ini sudah tidak hanya mengganggu ketertiban umum saja, tetapi sudah sampai pada taraf merusak harta negara. Perlu ditangani ala orde baru. Militer perlu di-BKO-kan ke polisi.
Kalau seperti orde baru si ijo gak akan berani macem - macem... Kalau berani macem - macem pasti hilang mendadak kena petrus dan 3 hari kemudian jenazahnya sudah dibungkus karung...
Idealnya sih nggak sampai segitu lah. Melanggar HAM. Baiknya keras ala militer saja. Biar mereka ada yang ditakuti. Brutal lawan keras saya pikir cukup sepadan.
hari gini masih ngomongin HAM??? kapan disiplinnya kita kalo begitu???
kalo rusuh ya emang harus ditembak, biar kapok...
suporter sepakbola SELAMANYA TIDAK BOLEH NAIK KERETA API!!! saya tidak rela KA kita jadi berantakan gara-gara mereka... ingat, kereta api milik semua orang, bukan milik suporter sepakbola!!!
Good comment! Sangat sependapat!

(12-03-2011, 10:29 PM)pardjono Wrote: [ -> ]Kan bisa menggunakan moda transportasi lainnya. Misalnya bus.
betul sekali...
bis bisa charter... KA??? untuk kepentingan umum, jadi gak boleh charter-charteran...
kasian penumpang biasa... mereka ini yg harus dinomorsatukan, bukan para suporter...
(13-03-2011, 02:38 PM)ady_mcady Wrote: [ -> ]wah, kang pardjono, saya pikir suporter bola gak bakalan berani naik bus kang. satu2 nya moda trasportasi yang aman bagi suporter ya apalagi kalo bukan kereta.
bus? bisa2 busnya hancur diamuk masa yang kontra suporter di sepanjang jalan raya.
jujur aja, maaf, saya akan bahagia melihat hal seperti itu...
mereka harus dikasih pelajaran, biar tau rasa...
imbasnya kemarin ada beberapa kereta di batalkan