Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: GERBONG TUA DIPAKAI, KA DIDISKRMINASIKAN
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3 4
JAKARTA, KOMPAS.com - Moda transportasi kereta api mampu mengangkut ribuan orang dalam sekali perjalanan. Moda transportasi inilah yang dinilai paling efektif memobilisasi massa dari satu tempat ke tempat lain.

Namun, nasib kereta api kini mengenaskan karena banyaknya gerbong-gerbong tua yang masih saja dipakai, kecelakaan pun kerap kali terjadi. Bentuk diskriminasi yang dialami PT. Kereta Api Indonesia (Persero), sebagai operator kereta api di Indonesia, yakni terkait dengan penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

"Walaupun kereta api itu kendaraan umum, tapi dia tidak mendapatkan jatah BBM bersubsidi dan masih memakai BBM Industri," Bingung ujar Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, Jumat (4/2/2011), di kantor MTI, Jalan Cikini Raya, Jakarta.

Ia membandingkan antara truk dengan kereta api. "Truk yang mengangkut barang bisa dapat BBM subsidi berkali-kali, padahal dia merusak jalan. Tapi kereta api justru pakai industri," ucap Djoko. Djoko melihat hal tersebut sebagai salah satu bentuk kesadaran dan perhatian yang rendah dari pemerintah akan nasib kelangsungan PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

Pemerintah, ujar Djoko, masih menganggap PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai perusahaan untuk berbisnis. Padahal, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) seharusnya dikembalikan fungsinya sebagai perusahaan pelayanan jasa transportasi. "Seharusnya pemerintah memikirkan KAI itu untuk service bukan bisnis. Dengan mengutamakan service, maka aspek-aspek keselamatan yang menjadi utama," ujarnya.

Hal lain yang dikeluhkan MTI ungkap Djoko adalah ditundanya dana perbaikan sarana dan prasarana kereta api senilai Rp 17,4 triliun Bingung. Apabila PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak mendapatkan kucuran dana perbaikan tersebut, pemerintah seharusnya mempertimbangkan menarik investor pada penyediaan peralatan dan prasarana keselamatan.

Pengadaan alat dan prasarana yang dimaksud seperti pembangunan jalur ganda secara menyeluruh, pembangunan jalur lintasan luncuran (sepur badug), dan pemasangan piranti otomatis penghentian kereta api (automatic train stop).

Quote:Nunggu ada PLH lagi apa ya......?? Payah ternyata gesekan terjadi dipucuk pimpinan, yg jika "sesuatu" telah terjadi cukup ucapkan "Belasungkawa"... sampe kapan orang macam ini habis di negeri tercinta? Sakit
Jangan di Click
nungguin GAYUS byr utang2nya,wkwkkwk.. Emg pemerintah punya uang?? Tengok ke senayan,rencana bangun gedung dewan yg baru,,,
gombal ahhh... biarin aja, biar ketinggalan ma negara2 lain.. Ngakak

padahal negara lain sudah berpikir jauh dgn angkutan rel... Ngiler
Gerbong kan tidak apa-apa ya, asal tidak korosi/berkarat parah. Kalau baca laporan KNKT, faktor penyebab gerbong rusak parah ketika PLH adalah korosi berat di rangka.
tdk ap2 gman?? Justru membahayakan lah
(21-02-2011, 09:30 AM)m_ilhami Wrote: [ -> ]Gerbong kan tidak apa-apa ya, asal tidak korosi/berkarat parah. Kalau baca laporan KNKT, faktor penyebab gerbong rusak parah ketika PLH adalah korosi berat di rangka.

(21-02-2011, 02:36 PM)gilang pratama Wrote: [ -> ]tdk ap2 gman?? Justru membahayakan lah

Soalnya sodaranya bloom jadi tumbal sih makanya bilang gak apa - apa

Membahayakan bagi kita yg melihat dan tau arti bahaya, bagi mereka yang berwenang mah , Kaga dah ... Toh Karyawan Berprestasi atau tidak di PT KA gak ada tambahan gajinya paling cuma ceremony dan kertas penghargaan doang !! jadi kalo tau ada yg kropos,tua, gak usah diusulin ganti baru.... Dempul 30 cm, cet..... selesai ...,Kalo mau ganti juga Duittnya sapaa.....???? Gak ganti aja Dana Maintenance gak sesuai dengan yang diminta...??? yang udeh tekuk2 rongsokan KA buat maintenance, kalo dah abis ya udah, "Pray before go with train"


Ngakak

ini nih salah satu contoh bentuk ketidakpedulian pemerintah kita terhadap transportasi massal
jadi jangan harap perkeratapian kita bisa menyaingin jepang, china dkk.
(21-02-2011, 08:37 PM)nikmuracell Wrote: [ -> ][edited]

Membahayakan bagi kita yg melihat dan tau arti bahaya, bagi mereka yang berwenang mah , Kaga dah ... Toh Karyawan Berprestasi atau tidak di PT KA gak ada tambahan gajinya paling cuma ceremony dan kertas penghargaan doang !! jadi kalo tau ada yg kropos,tua, gak usah diusulin ganti baru.... Dempul 30 cm, cet..... selesai ...

Ngakak

Ya itulah masalahnya. Tapi ini saya ngomongnya dari satu sudut aja ya, khusus buat K3...

Kalo diliat dari umur, justru sebenarnya banyakan K1 dan K2 yang lebih berisiko PLH dibanding K3 karena taun MD-nya itu lho, kayak K1 Turangga sekarang yang pesawat ada yang MD taun 1966/1967, kalo K3 kan ada yang lebih baru, kayak kemaren Kutsel pas PLH Langen K3-nya seri 935** (walau tak dapat diingkari asalnya dari K1-64*** yang buatan 1964)...

Tapi kenapa bisa lebih rapuh yang K3? Soalnya perawatannya K1 lebih baik dari K3, walau tetap seadanya... Kalo K1 masihlah diperbaiki "serius" (setengah hati) biar kerusakannya serius. Tapi kalo K3 ya seperti kata Mas nikmuracell, cukup dempul, cat, beres keliatan kayak baru...

Jadi sebenernya sih bukan masalah usia gerbong, tapi cara perawatannya. Coba aja K1 Anggrek dibiarin begitu aja, ga disentuh, dan K3 buatan sebelum 1980 diperlakukan sangat istimewa, pasti orang bakal bilang "bututan Anggrek daripada Ekonomi"...

Tapi ini hanya sekedar pendapat saya lho, berdasarkan pengamatan dan penilaian saya sendiri, jadi mohon dimaklumi kalo ada kesalahan di beberapa bagian...
Perhatian Rekan2 RF semua, ternyata posting yg di kutip dari "KOMPAS" ini telah ditanggapi oleh "Pemerintah", di liput di Metro TV td sore di runing teksnya dan keputusan selanjutnya tentang semua akan dituangkan dalam Perpres, Semoga Ya... kalo sukses janji "Orang2 dipusat" PT KA dapat dengan baik dan bijak mengalokasikan dananya .... Congratulation deh ... tinggal tunggu tanggal mainnya aja (*sabar mode is on)[Image: overstappen.png]
(22-02-2011, 03:04 PM)dtRAiNeR Wrote: [ -> ]
(21-02-2011, 08:37 PM)nikmuracell Wrote: [ -> ][edited]

Membahayakan bagi kita yg melihat dan tau arti bahaya, bagi mereka yang berwenang mah , Kaga dah ... Toh Karyawan Berprestasi atau tidak di PT KA gak ada tambahan gajinya paling cuma ceremony dan kertas penghargaan doang !! jadi kalo tau ada yg kropos,tua, gak usah diusulin ganti baru.... Dempul 30 cm, cet..... selesai ...

Ngakak

Ya itulah masalahnya. Tapi ini saya ngomongnya dari satu sudut aja ya, khusus buat K3...

Kalo diliat dari umur, justru sebenarnya banyakan K1 dan K2 yang lebih berisiko PLH dibanding K3 karena taun MD-nya itu lho, kayak K1 Turangga sekarang yang pesawat ada yang MD taun 1966/1967, kalo K3 kan ada yang lebih baru, kayak kemaren Kutsel pas PLH Langen K3-nya seri 935** (walau tak dapat diingkari asalnya dari K1-64*** yang buatan 1964)...

Tapi kenapa bisa lebih rapuh yang K3? Soalnya perawatannya K1 lebih baik dari K3, walau tetap seadanya... Kalo K1 masihlah diperbaiki "serius" (setengah hati) biar kerusakannya serius. Tapi kalo K3 ya seperti kata Mas nikmuracell, cukup dempul, cat, beres keliatan kayak baru...

Jadi sebenernya sih bukan masalah usia gerbong, tapi cara perawatannya. Coba aja K1 Anggrek dibiarin begitu aja, ga disentuh, dan K3 buatan sebelum 1980 diperlakukan sangat istimewa, pasti orang bakal bilang "bututan Anggrek daripada Ekonomi"...

Tapi ini hanya sekedar pendapat saya lho, berdasarkan pengamatan dan penilaian saya sendiri, jadi mohon dimaklumi kalo ada kesalahan di beberapa bagian...
Minggu yang lalu lewat madiun ketemu CC 201 13 parkir didepan stasiun, trus belakangnye ADA gerbong ekonomi kosong ane liat suiit- suiiittt rata2 Kepala 96, model pintunya kelas 2 dan satu.. Kok Iso bedo gt lhoh....walo tatonya "ekonomi class"

aneh ya, gerbong K3 MD muda,
K1 MD tua..
ini mah bukan deskriminasi lagi,
tapi memang ingin menghapus pelan2 moda KA
Pages: 1 2 3 4