09-03-2011, 08:43 PM
PERKERETAPIAN
Stasiun Merak Harus Tetap Ada
Jakarta, Kompas - Stasiun Kereta Api Merak harusnya dipertahankan, bukan disingkirkan oleh BUMN PT Indonesia Ferry (Persero) dengan dalih untuk memperluas lapangan parkir di Pelabuhan Penyeberangan Merak. Penggusuran Stasiun Merak itu pun dinilai tak memecahkan kemacetan yang telah terjadi berminggu-minggu.
â€ÂIni ironis. Seharusnya supaya tak lagi macet, jumlah kapal ditambah. Memperluas lapangan parkir hanya memindahkan antrean ke dalam pelabuhan,†kata Wakil Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia Aditya Dwi Laksana, Selasa (8/3) di Jakarta.
Aditya menegaskan, ada langkah keliru dalam membenahi Merak. â€ÂBila penyeberangan lancar, indikasinya tak ada lagi antrean di dermaga. Jadi, buat apa menggusur stasiun. Zaman dulu, stasiun kereta bahkan lebih dekat dengan bibir pantai sehingga penumpang kereta dapat langsung naik ke kapal tanpa harus berjalan kaki jauh,†ujarnya.
Dikatakan Aditya, dulu di Stasiun Merak ada 12 jalur kereta dan kini tersisa 2 jalur. â€ÂDi zaman perusahaan kereta Belanda, bahkan ferinya milik perusahaan kereta dengan rute Pelabuhan Merak-Panjang,†katanya.
Anzikriadi dari Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) mengingatkan pemerintah untuk tetap mempertahankan kereta api di pelabuhan. â€ÂBanyak pelabuhan di Indonesia tak terkoneksi lagi dengan jalur kereta. Akibatnya, ada biaya tambahan untuk double handling, penanganan berganda,†katanya.
Relokasi di Dermaga I
Juru bicara Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan membenarkan bahwa telah ada persetujuan Menteri Perhubungan untuk menggeser Stasiun Merak. â€ÂTata ruang di Merak memang direvisi sebab kemungkinan akan dibangun Dermaga VI,†ujarnya.
Menurut Bambang, Stasiun Merak kemungkinan direlokasi dekat Dermaga I, tak jauh dari terminal bus. â€ÂJadi tetap dalam kawasan Merak. Dan nantinya, dikelompokkan penumpang yang tak berkendaraan pribadi sehingga setelah naik kereta, mungkin diberangkatkan dengan feri dari Dermaga I,†ujarnya.
Ditegaskan Bambang, pemerintah takkan menyengsarakan penumpang kereta api. â€ÂRencana relokasi akan disusun dengan matang,†ujar Bambang. (RYO)
__._,_.___
Stasiun Merak Harus Tetap Ada
Jakarta, Kompas - Stasiun Kereta Api Merak harusnya dipertahankan, bukan disingkirkan oleh BUMN PT Indonesia Ferry (Persero) dengan dalih untuk memperluas lapangan parkir di Pelabuhan Penyeberangan Merak. Penggusuran Stasiun Merak itu pun dinilai tak memecahkan kemacetan yang telah terjadi berminggu-minggu.
â€ÂIni ironis. Seharusnya supaya tak lagi macet, jumlah kapal ditambah. Memperluas lapangan parkir hanya memindahkan antrean ke dalam pelabuhan,†kata Wakil Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia Aditya Dwi Laksana, Selasa (8/3) di Jakarta.
Aditya menegaskan, ada langkah keliru dalam membenahi Merak. â€ÂBila penyeberangan lancar, indikasinya tak ada lagi antrean di dermaga. Jadi, buat apa menggusur stasiun. Zaman dulu, stasiun kereta bahkan lebih dekat dengan bibir pantai sehingga penumpang kereta dapat langsung naik ke kapal tanpa harus berjalan kaki jauh,†ujarnya.
Dikatakan Aditya, dulu di Stasiun Merak ada 12 jalur kereta dan kini tersisa 2 jalur. â€ÂDi zaman perusahaan kereta Belanda, bahkan ferinya milik perusahaan kereta dengan rute Pelabuhan Merak-Panjang,†katanya.
Anzikriadi dari Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) mengingatkan pemerintah untuk tetap mempertahankan kereta api di pelabuhan. â€ÂBanyak pelabuhan di Indonesia tak terkoneksi lagi dengan jalur kereta. Akibatnya, ada biaya tambahan untuk double handling, penanganan berganda,†katanya.
Relokasi di Dermaga I
Juru bicara Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan membenarkan bahwa telah ada persetujuan Menteri Perhubungan untuk menggeser Stasiun Merak. â€ÂTata ruang di Merak memang direvisi sebab kemungkinan akan dibangun Dermaga VI,†ujarnya.
Menurut Bambang, Stasiun Merak kemungkinan direlokasi dekat Dermaga I, tak jauh dari terminal bus. â€ÂJadi tetap dalam kawasan Merak. Dan nantinya, dikelompokkan penumpang yang tak berkendaraan pribadi sehingga setelah naik kereta, mungkin diberangkatkan dengan feri dari Dermaga I,†ujarnya.
Ditegaskan Bambang, pemerintah takkan menyengsarakan penumpang kereta api. â€ÂRencana relokasi akan disusun dengan matang,†ujar Bambang. (RYO)
__._,_.___
