Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
Quote: IWAN bolak-balik ke ruang masinis. Dia penasaran karena Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) Baraya Geulis belum jalan juga. Ia mengaku terburu-buru menuju Cicalengka karena ada kepentingan yang sangat mendesak.
"Maenya kareta anyar kadon mogok. Hayuh weh maju-mundur, buka-tutup pintu dari tadi, iraha berangkatna, saya sudah satu jam lebih menunggu, tapi teu berangkat-berangkat (Masa kereta baru mogok, dari tadi malah maju-mundur, tutup-buka pintu, kapan berangkatnya. Saya sudah satu jam lebih menunggu, tapi tidak berangkat-berangkat)," ujar Iwan.
Yuni, penumpang lain, mengeluhkan hal yang sama. Ia mengaku tak memperoleh kenyamanan dari kereta baru itu. Menurutnya, kalau saja belum membeli tiket, ia akan memilih kereta lain daripada menunggu Baraya Geulis yang belum juga berangkat.
Baraya Geulis mulai beroperasi pada Minggu (21/12). Kereta yang diresmikan oleh Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan ini digadang-gadang memberikan solusi transportasi massal pada masa yang akan datang. Tapi, ternyata satu hari setelah peresmian, kereta itu mengalami gangguan dua kali. Kereta gagal melayani koridor Padalarang-Cicalengka.
Menurut rencana, kereta ini akan melayani 13 kali perjalanan Padalarang-Cicalengka. Namun hingga pukul 16.00, Baraya Geulis hanya melayani dua kali perjalanan, pertama pukul 06.20 dan kedua pukul 14.36. Itu pun hanya melayani Stasiun Bandung-Padalarang dan sebaliknya, sama sekali tidak melayani jurusan Cicalengka.
"Memang saat ini kami hanya baru melakukan uji coba dan penyesuaian. Ke depan saya berharap semuanya akan berjalan lancar. Bukan hanya Baraya Geulis, tapi semua kereta," ujar Kepala Humas Daop II Bandung, Mateta Rijalul Haq, saat dihubungi Tribun, Senin (22/12).
Menurutnya, Baraya Geulis diharapkan akan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Ia juga berharap, ke depannya masyarakat akan ikut menjaga kenyamanan dan kebersihan kereta ini.
Mateta menambahkan, Baraya Geulis mempunyai beberapa kelebihan, terutama di interior. Kereta ini mempunyai tempat duduk yang lebih luas dan nyaman. Tempat duduk kereta ini terletak di samping kiri dan kanan atau berhadap-hadapan.
Selain itu, Baraya Geulis memiliki pendingin ruangan, lampu yang relatif lebih terang karena terletak di setiap satu meter, tempat penyimpanan barang, tempat pegangan, dan gerbong yang lebih luas, sehingga memberikan kenyamanan bagi para penumpang. Ruangannya pun lebih bersih. Satu lagi, kereta ini bebas dari pedagang asongan dan pengamen.
Hj Yuhaena, seorang penumpang Baraya Geulis, mengatakan, secara umum kereta ini lebih bagus dan nyaman dibanding kereta rel diesel (KRD) atau kereta patas sekalipun. Namun ia mengeluhkan molornya jadwal keberangkatan.
"Mungkin karena masih baru. Tapi sayangnya, kereta ini belum jelas jadwal keberangkatannya, apalagi jika mogok seperti ini. Masa kereta baru mogok. Ini kan nggak lucu," ujar wanita yang sering bolak-balik Bandung-Padalarang ini.
Penumpang Baraya Geulis yang lain pun mengeluhkan hal yang sama. Banyak di antara mereka yang terus menggerutu akibat keterlambatan jadwal berangkat. Bahkan ada beberapa penumpang yang membatalkan keberangkatannya dan memilih pindah menggunakan kereta lain.
Kereta yang memiliki lima gerbong dan dapat menampung sampai 1.200 penumpang ini, dari segi waktu tempuh, relatif lebih cepat dibanding kereta lain karena kereta ini hanya berhenti di beberapa stasiun, yaitu Cimahi, Stasiun Bandung, Kiaracondong, Rancaekek, dan Cicalengka.
Dari Stasiun Bandung menuju Padalarang, kereta Baraya Geulis ini hanya berhenti sekali di Stasiun Cimahi. Dari Stasiun Bandung ke Padalarang hanya memerlukan waktu 25 menit.
Namun, kemarin, kendala menghadang. Kereta ini mengalami gangguan kelistrikan sekitar satu jam lebih. "Gangguan listrik dan rem pada roda. Sudah dua kali ini terjadi setelah mulai dioperasikan kemarin," ujar masinis Baraya Geulis yang enggan menyebutkan namanya.
Masalah tidak berhenti sampai di situ. Ketika kereta mulai berjalan lagi, dan sampai di Stasiun Bandung, ternyata Baraya Geulis tidak meneruskan perjalanannya sampai Cicalengka sesuai jurusan. Namun, kereta ini menurunkan semua penumpangnya di Stasiun Bandung.
Banyak di antara penumpang yang mengeluh dan marah-marah karena mereka diturunkan di Stasiun Bandung, padahal mereka sudah membeli tiket untuk tujuan Cicalengka. Mereka mengaku, harus mengeluarkan uang lagi untuk membeli tiket ke Cicalengka.
"Wah, gimana ini, masa saya di turunkan di sini. Padahal saya sudah beli tiket mahal-mahal untuk ke Cicalengka. Tapi sekarang saya harus beli tiket lagi. Aneh, kok malah balik lagi ke Padalarang, bukan terus ke Cicalengka," ujar Andi, seorang penumpang Baraya Geulis, dengan nada kesal. (*)
sumber : <!-- m --><a class="postlink" href="http://tribunjabar.co.id/artikel_view.php?id=27302&kategori=22">http://tribunjabar.co.id/artikel_view.p ... ategori=22</a><!-- m -->
mudah2an kerusakan yg terjadi bukan kerusakan permanen dan cepat2 bisa diatasi
uceenk Wrote:[simpan]Quote: IWAN bolak-balik ke ruang masinis. Dia penasaran karena Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) Baraya Geulis belum jalan juga. Ia mengaku terburu-buru menuju Cicalengka karena ada kepentingan yang sangat mendesak.
"Maenya kareta anyar kadon mogok. Hayuh weh maju-mundur, buka-tutup pintu dari tadi, iraha berangkatna, saya sudah satu jam lebih menunggu, tapi teu berangkat-berangkat (Masa kereta baru mogok, dari tadi malah maju-mundur, tutup-buka pintu, kapan berangkatnya. Saya sudah satu jam lebih menunggu, tapi tidak berangkat-berangkat)," ujar Iwan.
Yuni, penumpang lain, mengeluhkan hal yang sama. Ia mengaku tak memperoleh kenyamanan dari kereta baru itu. Menurutnya, kalau saja belum membeli tiket, ia akan memilih kereta lain daripada menunggu Baraya Geulis yang belum juga berangkat.
Baraya Geulis mulai beroperasi pada Minggu (21/12). Kereta yang diresmikan oleh Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan ini digadang-gadang memberikan solusi transportasi massal pada masa yang akan datang. Tapi, ternyata satu hari setelah peresmian, kereta itu mengalami gangguan dua kali. Kereta gagal melayani koridor Padalarang-Cicalengka.
Menurut rencana, kereta ini akan melayani 13 kali perjalanan Padalarang-Cicalengka. Namun hingga pukul 16.00, Baraya Geulis hanya melayani dua kali perjalanan, pertama pukul 06.20 dan kedua pukul 14.36. Itu pun hanya melayani Stasiun Bandung-Padalarang dan sebaliknya, sama sekali tidak melayani jurusan Cicalengka.
"Memang saat ini kami hanya baru melakukan uji coba dan penyesuaian. Ke depan saya berharap semuanya akan berjalan lancar. Bukan hanya Baraya Geulis, tapi semua kereta," ujar Kepala Humas Daop II Bandung, Mateta Rijalul Haq, saat dihubungi Tribun, Senin (22/12).
Menurutnya, Baraya Geulis diharapkan akan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Ia juga berharap, ke depannya masyarakat akan ikut menjaga kenyamanan dan kebersihan kereta ini.
Mateta menambahkan, Baraya Geulis mempunyai beberapa kelebihan, terutama di interior. Kereta ini mempunyai tempat duduk yang lebih luas dan nyaman. Tempat duduk kereta ini terletak di samping kiri dan kanan atau berhadap-hadapan.
Selain itu, Baraya Geulis memiliki pendingin ruangan, lampu yang relatif lebih terang karena terletak di setiap satu meter, tempat penyimpanan barang, tempat pegangan, dan gerbong yang lebih luas, sehingga memberikan kenyamanan bagi para penumpang. Ruangannya pun lebih bersih. Satu lagi, kereta ini bebas dari pedagang asongan dan pengamen.
Hj Yuhaena, seorang penumpang Baraya Geulis, mengatakan, secara umum kereta ini lebih bagus dan nyaman dibanding kereta rel diesel (KRD) atau kereta patas sekalipun. Namun ia mengeluhkan molornya jadwal keberangkatan.
"Mungkin karena masih baru. Tapi sayangnya, kereta ini belum jelas jadwal keberangkatannya, apalagi jika mogok seperti ini. Masa kereta baru mogok. Ini kan nggak lucu," ujar wanita yang sering bolak-balik Bandung-Padalarang ini.
Penumpang Baraya Geulis yang lain pun mengeluhkan hal yang sama. Banyak di antara mereka yang terus menggerutu akibat keterlambatan jadwal berangkat. Bahkan ada beberapa penumpang yang membatalkan keberangkatannya dan memilih pindah menggunakan kereta lain.
Kereta yang memiliki lima gerbong dan dapat menampung sampai 1.200 penumpang ini, dari segi waktu tempuh, relatif lebih cepat dibanding kereta lain karena kereta ini hanya berhenti di beberapa stasiun, yaitu Cimahi, Stasiun Bandung, Kiaracondong, Rancaekek, dan Cicalengka.
Dari Stasiun Bandung menuju Padalarang, kereta Baraya Geulis ini hanya berhenti sekali di Stasiun Cimahi. Dari Stasiun Bandung ke Padalarang hanya memerlukan waktu 25 menit.
Namun, kemarin, kendala menghadang. Kereta ini mengalami gangguan kelistrikan sekitar satu jam lebih. "Gangguan listrik dan rem pada roda. Sudah dua kali ini terjadi setelah mulai dioperasikan kemarin," ujar masinis Baraya Geulis yang enggan menyebutkan namanya.
Masalah tidak berhenti sampai di situ. Ketika kereta mulai berjalan lagi, dan sampai di Stasiun Bandung, ternyata Baraya Geulis tidak meneruskan perjalanannya sampai Cicalengka sesuai jurusan. Namun, kereta ini menurunkan semua penumpangnya di Stasiun Bandung.
Banyak di antara penumpang yang mengeluh dan marah-marah karena mereka diturunkan di Stasiun Bandung, padahal mereka sudah membeli tiket untuk tujuan Cicalengka. Mereka mengaku, harus mengeluarkan uang lagi untuk membeli tiket ke Cicalengka.
"Wah, gimana ini, masa saya di turunkan di sini. Padahal saya sudah beli tiket mahal-mahal untuk ke Cicalengka. Tapi sekarang saya harus beli tiket lagi. Aneh, kok malah balik lagi ke Padalarang, bukan terus ke Cicalengka," ujar Andi, seorang penumpang Baraya Geulis, dengan nada kesal. (*)
sumber : <!-- m --><a class="postlink" href="http://tribunjabar.co.id/artikel_view.php?id=27302&kategori=22">http://tribunjabar.co.id/artikel_view.p ... ategori=22</a><!-- m -->
[/simpan]
mudah2an kerusakan yg terjadi bukan kerusakan permanen dan cepat2 bisa diatasi
-----
walah... apa lagi ya errornya

Kalo pengeremannya mungkin warisan holec yang katanya nggak beres itu kali yah?
Sayang banget, error mulu......
Hm tapi prameks warisan holec jd ok tuh?
atau kurang sesajen ya?
selain itu medannya jg harus diliat

mungkin MASS nya blom terbiasa,coz kabinnya beda ama prameks....
Loh emang beda ma prameks ya walau interface luarnya sama?
mohon infonya bieb ^^
Saya naik KRD ini tanggal 22 kemarin (kayanya bareng wartawan yang nulis artikel ini),, emang ada masalah.. Hampir 1 jam di stasiun padalarang,, ada masalah di pengereman,, ada 1 kereta yang remnya mengunci terus.. Kereta maju-mundur berkali-kali untuk melakukan tes pengereman.. Saya duduk di dekat kabin MASS,, terlihat orang-orang pada sibuk,, ada yang telepon nanya2 sesuatu,, bahkan orang dari INKA juga sibuk.. Juga sempat ada masalah dengan generatornya..
Semoga nanti ga ada masalah lagi,, pengen coba KRD ini sampe Cicalengka,, soalnya kemaren cuma sampe tasiyun Bandung udah gitu balik lagi ke Padalarang,, padahal udah beli tiket yang ke Cicalengka.. Rugi 3ribu nih..
Namana jg kereta api baru ^^
jangan diliat dari ruginya jg lah
si kereta jg uda berusaha ngangkut penumpang jg

hargailah dia *Ngacir*
Sebenernya sih bukan masalah rugi uangnya,, saya kan udah pengen coba ke cicalengka,, di PDL jg petugas loketnya bilang sampe cicalengka..
Padahal kayanya enak nyobain sampe cicalengka..
Nanti nyobain krd ini lagi ah.. Mudah2an bisa dapet pinjeman kamera..
OH ya mgkn blm lucky kali yah^^
yah tp harapan saya bisa sampai cicalengka dengan lancar untuk ke depannya ^^
gw sendiri penasaran sama ni krde

bsk kalau ke bandung cobain ah

waaaadddduuuuh,masih sawan Holec neh....
kudu ruwatan neh....mudah2an bisa segera teratasi masalahnya
Illia Wrote:Loh emang beda ma prameks ya walau interface luarnya sama?
mohon infonya bieb ^^
neh cab Baraya Geulis :
Image hosted by kapanlagi.com
neh cabin Prameks :
Image hosted by kapanlagi.com
Image hosted by kapanlagi.com
kliatanna beda di sektor pengeremannya,lebih detailna nnt dikorek2 lage,hehehe

wew, perasaan yang baraya hampir kayak sistem pengereman KRDI deh? CMIW
yah smoga masinisnya cepet belajar deh biar bisa lancar perjalanannya ^^
Illia Wrote:wew, perasaan yang baraya hampir kayak sistem pengereman KRDI deh? CMIW
yah smoga masinisnya cepet belajar deh biar bisa lancar perjalanannya ^^
KRDI kaya gini..
Image hosted by kapanlagi.com
Kenapa KRDE Baraya ga dibuat sama seperti prameks dan KRDI?
kesannya jadi malah membuat sesuatu yang gampang menjadi susah ^^
emang ada kelebihan tersendiri ya prameks sama Baraya?
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11