Mungkin masyarakat Semarang dan sekitarnya sekaligus sepanjang pulau Jawa sisi utara / pantura lebih menyenangi naik kendaraan lainnya. Padahal dalam sejarah, Semarang-lah yang menjadi urat nadi transportasi darat utama kala itu dengan resminya petak rel KA pertama.
(08-06-2011, 10:38 PM)Dana Komuter Wrote: [ -> ]Mungkin masyarakat Semarang dan sekitarnya sekaligus sepanjang pulau Jawa sisi utara / pantura lebih menyenangi naik kendaraan lainnya. Padahal dalam sejarah, Semarang-lah yang menjadi urat nadi transportasi darat utama kala itu dengan resminya petak rel KA pertama.
mungkin ini kebijakan masing kepala daerah ya?
dulu di semarang juga adatrem johar-bulu dan johar-jomblang, karena lalulintas jalanraya makin padat maka jalur ini ditutup bahkan stasiun djurnatanpun di binasakan tanpa ada jejak/sisa samasekali...
beda dengan kota solo misalnya, walaupun lalulintas semakin padat tetapi jalur KA di tengah kota tetap dipertahankan...
mungkin ada pendapat lain?

Opini saya
Kota dengan frekuensi komuter terbanyak (sekali lagi, ini versi saya

)
1. Jakarta (KRL termasuk KA Komuter kan

?)
2. Bandung
3. Solo
4. Surabaya
5. Semarang
yg dimaksud disini komuter itu wujudnya yg pake rolling stock KRD/KRL ato fungsinya? klo berdasarkan fungsi/definisnya sbagai komuter maka KA2 macem KRD KTS,KRD BJ, KRD mandra,dsb ya kud tetep dihitung termasuk komuter coz dia menghubungkan kota besar dengan daerah2 penyangganya..silahkan mulai menghitung2 n mengurutkan kembali :Tukang Gebet:
Yang pasti sih yah fungsinya... Meski KA K-9 / bodi klas Argo sekalipun spt yg pernah dialamin Prameks AC tapi khan tetep difungsiin utk komuter.
ngikut ahh...
katanya mas TS kan untuk lintas selatan tho.....
ya tetep mas Jakarta-Depok-Bogor mas
kan lintas selatan (KRL)... tetep yang terpadet jalur KRL yg ke selatan
