Monggo dinikmati beritanya
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/rea...April-2012
24 Januari 2012 | 21:55 wib
Fly Over Rel KA Sepanjang 8,1 Kilometer
Fly Over Rel Ganda Dibangun April 2012
SEMARANG, suaramerdeka.com - April 2012 pekerjaan fisik jalur rel ganda Semarang-Bojonegoro akan dimulai. Satuan kerja (satker) pembangunan jalur ganda Semarang-Bojonegoro rencananya akan membangun fly over rel kereta api sepanjang 8,1 kilometer di Semarang mulai dari Kaligawe sampai Mangkang.
Kepala Satker Departemen Perhubungan pembangunan jalur ganda Semarang-Bojonegoro Hendy Siswanto mengatakan, fly over setinggi 15 meter dibangun untuk mengantisipasi penurunan tanah di Kota Semarang. Nantinya akan ada dua fly over yang dibangun untuk jalur ganda yakni di Gambir Jakarta dan Semarang.
Pembangunan jalur ganda Semarang-Bojonegoro sepanjang 190 kilometer akan dikerjakan selama 21 bulan. Rencananya, beberapa material untuk persinyalan seperti wesel akan diimpor dari Jepang dan Belanda. Satker akan mengerjakan daerah daerah yang tidak perlu pembebasan lahan terlebih dulu seperti jembatan, sedang untuk lahan yang harus dibebaskan pekerjaan masih menunggu. Saat ini pembangunan jalur ganda Semarang-Bojonegoro sedang tahap lelang proyek senilai Rp 4,6 triliun, yang dijadwalkan selesai akhir Maret.
"Dari lima wilayah yang dilewati pembangunan yakni Semarang, Demak, Grobogan, Blora, dan Bojonegoro, pembebasan lahan yang memakan waktu cukup lama adalah di Semarang, Grobogan dan Blora. Di Semarang, pembebasan lahan dari Stasiun Tawang hingga Alastuwa akan mengambil wilayah di selatan rel eksisting. Tapi di sisi kanan kiri tetap akan kena pelebaran untuk fly over. Total pembebasan lahan adalah 23 hektare," katanya usai telekonferen Gubernur Jateng dengan Wakil Presiden RI Boediono dari Stasiun Tawang, yang dihadiri Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Tunjung Inderawan.
Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan, akan mengordinasi 12 kabupaten/kota terkait proyek jalur ganda kereta api Jakarta-Surabaya yang melewati jalur pantura Jateng. Berdasarkan data, sekitar 90% lahan untuk proyek jalur ganda merupakan tanah milik PT Kereta Api (KA).
"Persoalannya ada masyarakat yang menggunakan lahan-lahan tersebut sehingga perlu ditertibkan. Untuk persoalan secara teknis, nantinya pihak panitia pengadaan tanah (P2T) yang bekerja, tetapi tetap memerlukan koordinasi dengan PT KA dan pemda," ujarnya.