08-10-2009, 02:38 PM
28-09-2010, 09:03 AM
Jalanmu yang berliku semakin membuat dirimu kian maju
Lengkingan suaramu membuat aku semakin rindu
Deru suara rodamu bagai irama nan syahdu
Kesetianmu yang selalu ku tunggu
Lengkingan suaramu membuat aku semakin rindu
Deru suara rodamu bagai irama nan syahdu
Kesetianmu yang selalu ku tunggu
28-09-2010, 08:53 PM
Sumbang satu dulu ya ... judulnya kebetulan sama kayak forum kita tersayang ini ...
Semboyan Tiga Lima
SENIN, APRIL 26, 2010 19.59
Stasiun Malang sore itu
Terpaku di dalam kereta tiga satu
Tubuh lelah memangku
Jiwa yang terbaring layu
Semboyan tiga lima nyaring menjawab seruan empat puluh
Kereta tiga satu berjalan dalam langkah penuh
Dalam raga yang masih berpeluh
Melalui malam liar yang mesti ditempuh
Bayangan tentang tujuan yang mengambang
Tersusun dalam rangkaian aksara yang gersang
Menyampaikan ketidaktahuan yang meradang
Membawa harapan untuk hati kan bijak memandang
Semboyan Tiga Lima
SENIN, APRIL 26, 2010 19.59
Stasiun Malang sore itu
Terpaku di dalam kereta tiga satu
Tubuh lelah memangku
Jiwa yang terbaring layu
Semboyan tiga lima nyaring menjawab seruan empat puluh
Kereta tiga satu berjalan dalam langkah penuh
Dalam raga yang masih berpeluh
Melalui malam liar yang mesti ditempuh
Bayangan tentang tujuan yang mengambang
Tersusun dalam rangkaian aksara yang gersang
Menyampaikan ketidaktahuan yang meradang
Membawa harapan untuk hati kan bijak memandang
28-12-2010, 07:27 PM
Walah ... kok sepi ya ...
Sundul pake puisi baru ah ... masih anget, belum seminggu
TKP: KA 7062 Malabar BD-ML Rabu, 22 Desember 2010
Senyum di Seberang Bangku
Hai senyum indah di seberang bangku keretaku
Mengapa kau sunggingkan dan ganggu perjalanan malamku
Bandung hingga Kota Malang merayu tanpa berkata
Tak hendak aku mengadu dan heningkan rasa
Gerbong satu malam ini
Menatap sayu merayu hati
Sundul pake puisi baru ah ... masih anget, belum seminggu
TKP: KA 7062 Malabar BD-ML Rabu, 22 Desember 2010
Senyum di Seberang Bangku
Hai senyum indah di seberang bangku keretaku
Mengapa kau sunggingkan dan ganggu perjalanan malamku
Bandung hingga Kota Malang merayu tanpa berkata
Tak hendak aku mengadu dan heningkan rasa
Gerbong satu malam ini
Menatap sayu merayu hati
14-02-2011, 10:03 AM
dalam hening ku merindu
tersudut waktu menunggu
sebuah
mengisi
relung hati yang sepi
wahai kereta Ku
jayalah sampai akhir waktu

tersudut waktu menunggu
sebuah
mengisirelung hati yang sepi
wahai kereta Ku
jayalah sampai akhir waktu

06-04-2011, 11:47 AM
Kepada om Bravo, ijinkan saya membuat thread baru disini 
Jika tidak berkenan, monggo di gembok, kalau sudah ada thread sejenis, mohon digabung. Jika salah lajur, di mohon di langsir
Member
,
Ada yang punya/tahu tentang puisi yang bertemakan Kereta Api? Jika ada, dimohon untuk diposting dimarih

Jika tidak berkenan, monggo di gembok, kalau sudah ada thread sejenis, mohon digabung. Jika salah lajur, di mohon di langsir

Member
,Ada yang punya/tahu tentang puisi yang bertemakan Kereta Api? Jika ada, dimohon untuk diposting dimarih

07-04-2011, 04:19 PM
Masinis ...
Kau selalu tersenyum manis ...
Meski dalam hati kau menangis ...
Kau tak pernah mengemis ...
Meskipun hidup kembang kempis ...
Kau adalah seorang perintis ...
Meskipun banyak memandangmu sinis ...
Kau selalu tersenyum manis ...
Meski dalam hati kau menangis ...
Kau tak pernah mengemis ...
Meskipun hidup kembang kempis ...
Kau adalah seorang perintis ...
Meskipun banyak memandangmu sinis ...
07-04-2011, 09:42 PM
(03-12-2008, 12:15 PM)denzuko Wrote: [ -> ]andai saya bisa bikin puisi yang ada malah bikin design loko dan kereta....
Sy OOT ye, liat donk designnya. Jd penasaran nih
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Di kereta ekspress pagi aku bersamanya. itulah perjalanan pertamaku dengannya menuju kampung halaman tercinta. Di kereta ekspress pagi itu ku dekap erat kekasih tercintaku. Dialah yang mampu mencuri hatiku dari kereta api. Tapi tak mengapa. Ku masih ingat jelas betapa mesranya kita. Kereta api ekspress pagi itu menjadi saksi bisu. Saksi bisu sepasang kekasih bercumbu nakal di balik jaket. Panas dan membara. Kapan lagi sayang kita bercumbu di kereta api. Akh kenangan indah
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
BIMA. Kereta api malam yang perkasa. Begitu mahal keperkasaannya mengarungi malam. BIMA di malam kau bawa aku dan kekasihku, ku nikmati mesranya bercumbu dengan kekasihku di kursimu yg kau pinjamkan, di balik selimut yg kau tawarkan. Kapan terulang lagi????
![[Image: overstappen.png]](http://www.semboyan35.com/images/overstappen.png)
Pulang sekolah hari sudah sore. Ku naik ke atap untuk menyambutmu melewatiku. Ku bawa senter hijauku menunggu kau di balik sore yg mulai menggelap. Ku dengar kau di kejauhan, berdebar hati ini. Kau mendekat, ku nyalakan senter hijauku. Ku terangi dirimu agar baik jalanmu. Selamat jalan kereta api malamku. Esok ku tunggu kau lagi di atap rumah. Seperti biasa......
08-04-2011, 09:52 PM
bagus bagus puisinya
08-04-2011, 10:40 PM
Penutup malam ini ...
Kereta Bima ...
Kenapa sekarang kau turun kasta ...
Padahal dulu kau bagaikan seorang Raja ...
Dengan kereta tidur di setiap rangkaiannya ...
Kereta Bima ...
Kapan kau kembali seperti dahulu kala ...
Membelah malam di lintas selatan pulau Jawa ...
Melesat cepat antara Surabaya dan Jakarta ...
Kereta Bima ...
Kenapa sekarang kau turun kasta ...
Padahal dulu kau bagaikan seorang Raja ...
Dengan kereta tidur di setiap rangkaiannya ...
Kereta Bima ...
Kapan kau kembali seperti dahulu kala ...
Membelah malam di lintas selatan pulau Jawa ...
Melesat cepat antara Surabaya dan Jakarta ...
