Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: TR Coba Coba Naik KRL
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3
[spoiler=Sekilas penyakit saya :]
Saya sudah terkena penyakit ini sejak 15 tahun yang lalu. Tahun 2005, karena semakin parah akhirnya saya harus merelakan kaki kiri diamputasi.
Tahun 2010, ternyata penyakit tsb menyebar ke kaki kanan, dan sejak saat itu kemana mana saya selalu menggunakan tongkat/kruk untuk beraktifitas.
[/spoiler]
Walaupun begitu. Itu semua tdk menghalangi saya untuk beraktifitas. Beberapa kali saya pergi keluar kota menggunakan pesawat terbang. Melihat kondisi saya, biasanya saat check ini di bandara, mereka (kru maskapai) akan menawari saya untuk menggunakan kursi roda dan diantar sampai pintu pesawat. Begitupun saat pesawat tiba dibandara tujuan. Kru didarat sudah menyiapkan kursi roda dan diantar dari tangga pesawat hingga ke tempat kendaraan penjemputan.

Nah, ini adalah pengalaman pertama saya mencoba naik KRL saat kondisi saya seperti ini. Mohon maaf kalau banyak poto poto narcis terpampang dihadapan anda.

Wassalam ......

[spoiler=Tantangan pertama saya adalah menyebrangi jalan yg becek karena habis hujan. Terlihat didepan adalah stasiun Palmerah.]
[Image: IMG_5009.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=Langsung ke loket, beli tiket KRL AC Commuter Line]
[Image: IMG_5010.jpg]
[Image: IMG_5019.jpg]
[/spoiler]

[spoiler=Tiket ditangan, langsung cari tempat duduk diperon]
[Image: IMG_5018.jpg]
[Image: IMG_5023.jpg]
[/spoiler]
Semangat sampai akhir Mas Agus.
Hidup bukan pilihan.
Jalani apa yang harus dikerjakan.
Jangan pernah menyerah.
Bookmarked!
[spoiler=Saat sedang menunggu, datang KRL Eko tujuan Serpong. KRL ini bukan yg akan saya naiki.]
[Image: IMG_5013.jpg][/spoiler]
[spoiler=Saat sedang berhenti menaikturunkan penumpang, saya coba berdiri disamping KRL tsb, hanya coba mengukur seberapa tinggi saya harus naik ke pintu KRL nantinya.]
[Image: IMG_5014.jpg][/spoiler]
Baru menyadari apa arti kalimat : Apakah besok masih bisa melihat Matahari?
Lanjut ..... !
wakakakak, santai aja bos.......

[spoiler=Tak lama kemudia datang KA eko tujuan rangkasbitung]
[Image: IMG_5033.jpg][/spoiler]
[SPOILER=Banyak yg naik dari stasiun ini]
[Image: IMG_5034.jpg]
[Image: IMG_5035.jpg][/spoiler]

[spoiler=Setelah semuanya naik. KA pun segera melanjutkan perjalanannya]
[Image: IMG_5036.jpg]
[Image: IMG_5038.jpg][/spoiler]
Nice info... lanjut kang.....
Itu sepur langganan saya kalau lagi iseng pengen nyepur.
Naik PSE turun KBY. Tiket 2 ribu. Senengnya naik di belakang loko.
Next ..... !
Lanjutannya ....

[spoiler=jam menunjukan pukul 09.30, saat petugas memberitahukan KRL tujuan Serpong akan masuk sepur 1 ]
[Image: IMG_5041.jpg][/spoiler]

[spoiler=Tak berselang lama, datanglah KRL AC Commuter Line Tanah Abang - Serpong]
[Image: IMG_5042.jpg][/spoiler]

[spoiler=Ternyata lumayan juga beda tinggi antara peron dengan pintu masuk KRL, sekitaran 40 - 50 cm an. Dengan dibantu sedikit dari seorang penumpang didalam, akhirnya saya berhasil masuk. Yg ini karena agak sedikit merepotkan, tdk ada dokumentasinya.]
[Image: IMG_5044.jpg][/spoiler]

[spoiler=Tdk banyak penumpang yg naik. Suasana lenggang. AC dingin ditambah memang diluar msh hujan rintik rintik.]
[Image: IMG_5043.jpg][/spoiler]

Tak lama kemudian. KRL pun kembali melanjutkan perjalanannya.

[spoiler=Hmmmmmm, jadi inget waktu naik MRT di Sing. Bedanya kalau disana, setiap nama stasiun itu ada lampu LEDnya. Dan kalau MRTnya berhenti distasiun, maka LED nya akan menyala.]
[Image: IMG_5052.jpg][/spoiler]
(17-01-2012, 10:15 AM)Agus Riyanto Wrote: [ -> ][spoiler=Sekilas penyakit saya :]
Saya sudah terkena penyakit ini sejak 15 tahun yang lalu. Tahun 2005, karena semakin parah akhirnya saya harus merelakan kaki kiri diamputasi.
Tahun 2010, ternyata penyakit tsb menyebar ke kaki kanan, dan sejak saat itu kemana mana saya selalu menggunakan tongkat/kruk untuk beraktifitas.
[/spoiler]
Walaupun begitu. Itu semua tdk menghalangi saya untuk beraktifitas. Beberapa kali saya pergi keluar kota menggunakan pesawat terbang. Melihat kondisi saya, biasanya saat check ini di bandara, mereka (kru maskapai) akan menawari saya untuk menggunakan kursi roda dan diantar sampai pintu pesawat. Begitupun saat pesawat tiba dibandara tujuan. Kru didarat sudah menyiapkan kursi roda dan diantar dari tangga pesawat hingga ke tempat kendaraan penjemputan.

Nah, ini adalah pengalaman pertama saya mencoba naik KRL saat kondisi saya seperti ini. Mohon maaf kalau banyak poto poto narcis terpampang dihadapan anda.

Wassalam ......

Mas Agus,

Dengan kondisi seperti ini, plus Anda seorang railfan, justru ada "kelebihan" luar biasa yang tidak dimiliki orang lain, jika kita bisa mengambil hikmahnya.
Misal :
  1. Dengan berbagai pengalaman naik turun KA, bisa dinilai stasiun mana yang "friendly" dengan penyandang cacat. Mas Agus bisa bikin threat sendiri untuk hal yang satu ini, atau kapan2 bikin acara presentasi di hadapan petinggi PT. KA.
    Kalau tidak ada stasiun yang memenuhi, mungkin secara empirik saja bisa diusulkan dimensi tangga baik di stasiun maupun dalam kereta yang aman dan nyaman buat orang yang seperti Mas Agus ini. Atau desain tangga malah tidak tepat sama sekali, sehingga perlu dirancang bidang miring seperti jembatan Busway, sekalian rancangan sudut kemiringannya yang ideal.
  2. Barangkali bisa dikoleksi kiat-kiat yang aman dan nyaman ketika berdiri dalam KA, atau duduk. Untuk disebarkan dan dimanfaatkan oleh rekan-rekan yang senasib. Maksud saya ini semacam SOP, dengan dua atau satu penyangga berarti ketika masuk tangan kanan musti seperti apa, kirinya seperti apa. Yang masuk musti kaki yang bagus atau justru yang sakit, dsb.
  3. Kalau mungkin malah berupa usulan sederhana tentang tempat khusus untuk penyandang cacat dengan aksesoris pegangan dan sebagainya yang nyaman dipakai (tetapi tetap sederhana). Ingat, ilmu yang bermanfaat adalah amal jariyah!!!! (kalau berkaitan dengan desain, lazimnya "wani piro" ya...)

Pengalaman travelling dengan KA seperti Mas Agus lakukan bisa menjadi wawasan tersendiri buat railfan lain, untuk melengkapi cerita tentang traveling dengan kondisi yang biasanya.

Salam kami
Nurcahyo
*******

st. palmerah sedikit banget berubahnya, sayah udah lama nggak mampir ke jalur ini
Pages: 1 2 3